}); Gubsu pada Sholat Idul Adha di Medan: Semangat Berkurban dan Berbagi Hendaknya Jadi Sikap Keseharian | BeritaSimalungun
Home » , , » Gubsu pada Sholat Idul Adha di Medan: Semangat Berkurban dan Berbagi Hendaknya Jadi Sikap Keseharian

Gubsu pada Sholat Idul Adha di Medan: Semangat Berkurban dan Berbagi Hendaknya Jadi Sikap Keseharian

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 13 September 2016 | 07:38

SHOLAT IDUL ADHA: Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi dan Ketua Umum DPP P Golkar Setya Novanto, Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin, Wakil Wali Kota Ir Akhyar Nasution MSi melaksanakan Sholat Idul Adha bersama ribuan umat Islam Kota Medan, Senin (12/9) di Lapangan Merdeka Medan. Ist SIB
* HM Tuah Sirait MA: Orang Kaya Tidak Bisa Hidup Tanpa Orang Miskin

BeritaSimalungun.com, Medan-Gubernur Sumatera Utara bersama Sekda Provsu Hasban Ritonga dan Wali Kota Medan  Dzulmi Eldin serta ribuan wasyarakat Kota Medan menunaikan sholat Idul Adha 1437 H di Lapangan Merdeka Medan, Senin (12/9/2016). 

 Bertindak sebagai imam Ketua IPQAH Sumut H M Tuah Sirait  MA dengan khatib Prof Dr H Ramli Abdul Wahid MA yang juga menjabat Direktur Pasca Sarjana UIN Sumut. Ikut membaur bersama masyarakat unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan pejabat lainnya. Hadir juga anggota DPR RI Setya Novanto juga Ketum DPP Partai Golkar dan Ketua DPD Partai Golkar Sumut H Ngogesa Sitepu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H T Erry Nuradi mengajak seluruh masyarakat dapat memahami dan memaknai Hari Raya Idul Adha, yaitu semangat berkurban tidak hanya pada saat Idul Adha namun menjadikannya sebagai kebiasaan berbagi dan menolong orang lain.

"Hari ini, seluruh umat Islam di seluruh dunia, melaksanakan sholat Ied dan berkurban. Makna yang paling mendalam adalah melaksanakan kurban yang dimaknai dengan berbagi kepada orang lain yang membutuhkan rezeki. Kita sangat menginginkan semangat berkurban dan berbagi diteruskan bukan hanya pada saat Hari Raya," jelas Gubsu kepada wartawan usai sholat Ied.

Dia mengharapkan semangat berbagi tidak hanya pada saat perayaan Hari raya Idul Adha atau Idul Fitri, namun menjadi sikap keseharian. "Saya melihat masyarakat Medan dan sekitarnya memenuhi lapangan dan mesjid. Semangat berkurban, semangat memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan, baik sekali. Semangat memberi ini  hendaknya jangan hanya pada hari ini, namun menjadi sikap keseharian kita," kata Gubsu.

Menurut Erry, adalah menjadi hal yang menggembirakan bahwa semangat berkurban hewan semakin meningkat dari tahun ke tahun. 

Dia mengharapkan, kurban hewan ini dapat menanamkan semangat kepedulian sosial pada diri pekurban. Semangat berkurban hendaknya tidak berhenti , melainkan diperluas kepada bentuk kepedulian sosial yang lain.

Sholat Ied berlangsung khusuk  dan khidmat yang dilaksanakan di lapangan terbuka di tengah cuaca cerah. 

Dalam khutbahnya, khatib Prof Dr H Ramli Abdul Wahid MA menjelaskan, dalam Idul Adha ada dua kegiatan pokok yang disyariatkan kepada umat Islam yang sebelumnya disyariatkan dari Nabi Ibrahim dan keluarganya. Keduanya adalah haji dan menyembelih hewan kurban. 

"Bagi yang tidak mendapat kesempatan pergi haji, bersabarlah, berdoa, bekerja keras mencari rezeki. Dan bagi yang mempunyai kelapangan, menyembelih kurbanlah sebaik mungkin," ujarnya.

Dia mengingatkan,bahwa ibadah dalam Islam diisyaratkan dua hal, yaitu niat ikhlas mengerjakan semata-mata mencari ridha Allah . Hal kedua adalah bahwa amal atau ibadah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk syariat.

Tanpa Orang Miskin

Sementara itu Imam HM Tuah Sirait  MA mengaku semangat berkurban hewan tampaknya meningkat dari tahun ke tahun. Hendaknya kurban hewan ini menanamkan semangat kepedulian sosial pada diri pekurban dan tidak berhenti pada hewan kurban, tapi meluas kepada kepedulian sosial berkelanjutan. Sehingga jumlah dermawan meningkat untuk mengatasi problem kemiskinan di tanah air.

"Para dermawan hendaklah merasakan betul kewajiban mereka untuk membantu orang-orang miskin. Oleh karena  hakikatnya bukan orang miskin saja berhajat kepada orang kaya. Sebenarnya orang kaya pun berhajat kepada orang miskin. Seorang dermawan hendaknya memahami secara mendalam hadis Nabi Muhammad SAW yakni kamu ditolong oleh orang-orang lemah. Hadis ini menerangkan hakikat hubungan antara si miskin dan si kaya yang benar-benar membongkar rahasia kehidupan," ucapnya.

Hadis tersebut kata dia juga membantah sikap sombong dan congkak yang selama ini diperlihatkan orang kaya terhadap orang miskin. "Dengan tegas Nabi Muhammad SAW menerangkan  yang sebenarnya, bukan orang miskin saja yang membutuhkan bantuan orang kaya, tapi orang kaya pun membutuhkan pertolongan orang miskin. Bagaimana butuhnya orang miskin kepada orang kaya, begitu jugalah sebaliknya, orang kaya butuh kepada orang miskin," terangnya.

Orang kaya yang berpenghasilan hingga jutaan rupiah per hari, kata  HM Tuah Sirait, tidak bisa membangun rumah megah tanpa adanya buruh dan tukang yang gajinya berkisar Rp 70.000-100.000 per hari. Rumah mewah akan busuk dan berulat tanpa adanya pengangkat sampah yang digaji Rp 25.000. Orang kaya tidak bisa makan ikan tanpa adanya nelayan penangkap ikan yang penghasilannya hanya puluhan ribu per hari.

"Dengan ungkapan yang lebih ekstrem lagi, orang kaya tidak bisa hidup tanpa orang miskin. Allah berfirman: dan bertolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan  pelanggaran. Dan bertakwalah  kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya," paparnya.(SIB)
Share this article :

Post a Comment