. Penenun Ulos di Balige Kekurangan Modal | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Penenun Ulos di Balige Kekurangan Modal

Penenun Ulos di Balige Kekurangan Modal

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 18 October 2016 | 16:36

KENAKAN ULOS DAN SORTALI: Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, penggiat ulos Dra Catherine Sitorus MPd yang mengenakan ulos karya Artha Textil Riama Panjaitan dari Balige, Ketua Umum Panitia Hari Ulos ke-2 2016 Enni Martalena Pasaribu, unsur panitia dari Jakarta Purnama Sitompul mengenakan ulos dan sortali di jeda peringatan Hari Ulos ke-2 tahun 2016 di Medan, Senin, (17/10).
BeritaSimalungun.com, Medan-Pengelola Artha Textil Riama Panjaitan dari Balige mengeluhkan pasokan bahan baku dan bantuan modal. Perempuan yang karya ulosnya pernah dipakai Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berkunjung ke Sumut itu mengatakan, modal lebih banyak diperlukan ketika order datang maksimal. 

"Bank Mandiri Balige sudah memfasilitasi kredit, tapi partonun dan pihak industri rumahan ulos berharap kredit di industri kreatif beroleh keringanan lebih karena yang dikerjakan tak sekadar menggerakkan perekonomian desa tapi melestarikan warisan budaya yang mengharumkan bangsa," ujarnya didampingi penggiat ulos Dra Catherine Sitorus MPd dan novelis Tunggul Sitorus MPd di jeda peringatan Hari Ulos ke-2 tahun 2016 di Medan, Senin (17/10).

Riama Panjaitan mengatakan, Artha Textil mengerjakan seluruh order dari pihak luar baik ulos tenun maupun pabrikan. "Yang pabrikan, cenderung diorder dari luar Sumut. Daerah Jawa adalah market yang menggembirakan. 

Untuk pasar demikian, ulos produk Artha Textil lebih menyesuaikan dengan pasar, baik dari motif sesuai tren nasional dan global maupun kualitas," jelasnya sambil mengatakan untuk ulos tenun pun disesuaikan dengan permintaan konsumen.

Ia menjelaskan, meski agak ribet mengerjakan ulos tenun namun permintaan tinggi oleh komunitas luar Batak yang memahami adibusana dari tenunan. Untuk ulos pabrikan, lanjutnya, diminta oleh konsumen luar Batak yang menyenangi motif ulos. "Diperlukan kreasi yang luas," tegas Riama Panjaitan.

Mengenai permintaan dari luar Sumut, ujarnya, pihaknya memasok bahan baku dari luar seperi Bandung dan Surabaya yang kualitasnya lebih bagus ketimbang yang ada di Sumut. Kadang, karena bahan baku terbatas, ujarnya, membuat pihaknya sulit memroduksi sesuai permintaan. 

"Soalnya, ketika mendapat order dari luar, didahului tender terbuka yang berkompetisi dengan pihak luar," paparnya sambil mengatakan yang diorder cenderung seragam.

Tentang permodalan, pinta Riama Panjaitan, pihaknya ingin mendapat prioritas lebih. Selain alasan misi idealis dalam berkarya, bunga lunak diperlukan untuk memberi ruang yang lebih luas. "Itulah alasan mengapa partonun ingin lebih diperhatikan soal permodalan dan bahan baku," jelasnya.

Di peringatan hari ulos 2016 itu, Riama Panjaitan sempat menitip ulos yang dijadikan syal pada Gubsu Ir HT Erry Nuradi dan tali-tali hasil kreativitas tangannya langsung.

Di Kegiatan itu, Pimpinan YP Methodist 12 Marendal Dra Catherine Margareth Sitorus MPd dan Guru Methodist 2 Medan Theresiani Siahaan minta Gubsu mengeluarkan intruksi atau sejenis peraturan di mana ekstrakurikuler SMA adalah bertenun. 

"Tidak hanya bertenun ulos. Bisa songket. Atau apalah yang menjadi produk unggulan Sumut dalam hal tenun," ujar guru PPKN yang menggiring puluhan siswanya ke arena kegiatan. "Dari ulos ini ada idealisme keindonesiaan. 

Kebetulan sebagaian besar siswa saya kan etnis Tionghoa yang butuh sentuhan etnik," papar Theresiani Siahaan. (SIB)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.