}); Diduga Berniat Ledakkan Bom di Istana Negara, 3 Terduga Teroris Ditangkap | BeritaSimalungun
Home » , , » Diduga Berniat Ledakkan Bom di Istana Negara, 3 Terduga Teroris Ditangkap

Diduga Berniat Ledakkan Bom di Istana Negara, 3 Terduga Teroris Ditangkap

Written By Beritasimalungun on Monday, 12 December 2016 | 05:46

BERJAGA : Polisi berjaga di lokasi penggerebekan sebuah rumah di Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu (10/12/2016). Di rumah bertingkat tiga bercat biru dan pink ditemukan benda diduga bom.IST
Calon Pengantinnya Seorang Wanita
Anggota Komisi I: Waspadai Ormas Diduga Disusupi ISIS

BeritaSimalungun.com, Jakarta-Polisi menggerebek satu rumah di bilangan Bintara, Bekasi, Jawa Barat. Satu bom berbentuk panci ditemukan dari lokasi tersebut.

Penggerebekan dilakukan, Sabtu (10/12/2016) sore dan mengamankan seorang perempuan beserta benda diduga bom itu. Densus 88 sudah mengamankan benda yang diyakini berdaya ledak tinggi tersebut.

"Dua orang laki-laki (lainnya) itu ditangkap di Kalimalang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan. Perempuan yang digerebek di lokasi berinisial DYN. Polisi masih belum menjelaskan siapa sosok perempuan itu.

DYN bersama dua rekan prianya  berinisial NS dan AS bertemu di kawasan Pondok Kopi Jakarta Timur. Kemudian mereka pergi ke salah satu kantor pos. DYN membawa kardus, yang belakangan diketahui berisi pakaian dan surat wasiat bahwa DYN bersedia menjadi calon pengantin bom bunuh diri.

"Di situ ada surat wasiat bahwa perempuan DYN siap melakukan amaliyah. Dia calon pengantin," imbuh Argo.

Surat wasiat itu diamankan dari paket yang dikirim via kantor pos, sebelumnya diantarkan oleh tiga orang itu. Setelah mereka bertiga ke kantor pos, mereka kemudian pulang ke indekos di Jalan Bintara Jaya VIII Bekasi, tepatnya di kamar 104.

"Ini jaringan JADKN (Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi terpisah. Boy juga menambahkan bahwa NS merupakan pimpinan jaringan di Solo, Jawa Tengah.

Bom panci itu rencananya akan diledakkan hari ini, Minggu (11/12) di Istana pada saat pergantian jaga Paspampres. Prosesi itu memang terbuka untuk umum sehingga masyarakat bisa mendekat ke Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Diledakkan Tim Gegana

Bom berbentuk panci itu sebelumnya direncanakan diledakkan di Istana. Pantauan di lokasi,  warga masih berkerumun. Sekitar pukul 19.20 WIB bom diledakkan oleh tim Gegana. Terdengar suara dentuman dari lokasi.

"Benar, sudah diledakkan. Lokasi sudah steril," ujar Kapolresta Bekasi Kota Kombes Umar S Fana .Polisi sudah memasangi garis di rumah tersebut. Penjagaan masih ketat di sekitar lokasi.

Geledah Rumah Perempuan

Tim Densus langsung menggeledah rumah DYN yang diduga menjadi calon 'pengantin' di Cirebon."Dari informasi bersangkutan (DYN) mengirimkan paket ke rumahnya di Cirebon. Rumah itu milik orang tua bersangkutan (DYN)," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes (Pol) Yusri Yunus.

Rumah DYN berlokasi di Blok Jati Waluya, Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Cirebon. Sejak sore kemarin menurut Yusri tim Densus sudah berada di lokasi.

"Tim Densus melaksanakan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah bersangkutan," ujar Yusri.

Personel Polda Jabar dan Polres Cirebon telah melakukan koordinasi dengan tim Densus. "Kami hanya melakukan backup pengamanan saja.

 ISIS Diduga Susupi Ormas

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut, militan radikal ISIS menargetkan kawasan Asia Tenggara. Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menilai ISIS sudah memiliki proxy di Indonesia.

"Infiltrasi kelompok ISIS di berbagai jaringan ormas di tanah air sudah jelas menjadi ancaman dan harus mendapatkan perhatian khusus," ungkap Charles.

Charles enggan menyebut ormas yang dianggap menjadi perpanjangan tangan dari ISIS itu. Namun sikap ormas-ormas itu menurutnya sudah sangat jelas keterkaitannya dengan ISIS.

"Mereka sudah mendukung ISIS secara terbuka. Mereka sudah menjadi proxy ISIS di kawasan. Bahkan, ada pentolan ormas yang jelas-jelas membaiat warga untuk menjadi pengikut ISIS," kata Charles.

Untuk itu, pemerintah pun dimintanya untuk waspada. Aparat keamanan, kata Charles, juga harus memperhatikan warning dari Duterte.

"Statement Duterte mengenai keinginan ISIS menguasai Filipina dan Indonesia harus membuat aparat keamanan waspada," kata dia.

"Ancaman jaringan dan ideologi ISIS bukan hanya menyangkut aksi-aksi terorisme saja. Tetapi juga dengan cara mengganggu stabilitas politik nasional dan melalui aksi makar," imbuh Charles.

Politisi PDIP ini mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mudah terhasut dengan berbagai upaya perpecahan. Sebab salah satu bentuk serangan ISIS menurutnya adalah dengan cara agenda terselubung.

"Rakyat Indonesia harus waspada karena kelompok dan ideologi ini tidak akan berhenti sebelum tujuannya tercapai. Oleh karena itu, jaringan ini harus segera dimatikan," terang Charles.

Sebelumnya Duterte menyatakan ISIS akan mendirikan kekhalifahan baru di empat negara. Yakni Filipina, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

"Ini menjadi masalah kita sekarang. ISIS, para ekstremis ini, berjuang untuk bertahan di Aleppo (Suriah) dan Mosul (Irak)... Begitu mereka kehilangan markas, mereka akan mundur ke lautan dan kabur," ucap Duterte dalam acara yang digelar pada Rabu (7/12) waktu setempat.

"Dan memiliki mimpi mendirikan kerajaan kekhalifahan yang akan meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia dan Brunei," katanya.

Jalin Komunikasi

Sementara itu, terkait perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya fokus untuk melakukan pengamanan di sejumlah tempat, termasuk rumah ibadah.

"Saya minta jajaran saya untuk jalin komunikasi dengan FKUB, MUI, tokoh agama, agar semua stakeholder memahami bahwa Indonesia itu beragam," kata Tito saat berkunjung ke Polda Sumut. "NKRI bukan hanya satu, tapi beragam," sambungnya.

Selain itu, Tito juga mengingatkan jajarannya harus waspada teroris dan terus memantau jaringannya. Untuk mengantisipasi hal itu, Tito berharap jajaran kepolisian di setiap daerah untuk terus saling berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah dan tokoh lintas agama.

Jenderal bintang empat itu memastikan pihak kepolisian akan melakukan pengamanan di tempat ibadah. "Penempatan personel nanti diatur. Densus 88 ada melekat di sana nanti," tandas Tito. (BS-detikcom)
Share this article :

Post a Comment