. Selfie di Pinggir Jurang, Dua Mahasiswa di Karo Jatuh ke Jurang 70 Meter | BeritaSimalungun
Home » , , » Selfie di Pinggir Jurang, Dua Mahasiswa di Karo Jatuh ke Jurang 70 Meter

Selfie di Pinggir Jurang, Dua Mahasiswa di Karo Jatuh ke Jurang 70 Meter

Written By Beritasimalungun on Thursday, 19 January 2017 | 07:31

Proses Evakuasi Dua Mahasiswi yang Jatuh ke Jurang dan Tewas.

BeritaSimalungun.com, Tanah Karo-Kecanggihan teknologi daget saat ini membuat penggunanya mudah untuk mengabadikan momen-momen, sekalipun itu di daerah rawan. Budaya Selfie bagi pengguna daget kini sudah menjadi tradisi. Namun hati-hati bagi pengguna daget untuk mengabadikan momen penting, khususnya ditempat berbahaya.

Kejadian di Tanah Karo ini misalnya. Dua mahasiswa foto selfie di pinggir jurang tepatnya di objek wisata air terjun Sikulikap Desa Doulu Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, terjun ke jurang dengan kedalaman 70 Meter, Sabtu (14/1/2017) lalu.

Kedua mahasiswa itu masing-masing Darma Endra Ginting (21) mahasiswa Universitas Darma Agung Fakultas Pertanian warga Desa Uruk Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang, dan teman wanitanya Berliana br Sitepu (21) mahasiswi Universitas Sari Mutiara jurusan Farmasi warga Jalan Parang Medan.

Kapolres Karo melalui Kasubag Humas AKP Marwan ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14. 00 WIB. Ia menjelaskan pihaknya telah mengevakuasi kedua korban. Keduanya mengalami luka ringan. Berliana terkilir pada bagian kaki sedangkan Darma luka gores ringan.

Proses evakuasi dilakukan personil Pospol Doulu, patroli Sat Sabhara dibantu petugas Dishub dan warga setempat dipimpin Kapolsek Berastagi Kompol A Sitepu.


Menurut saksi mata, keduanya saat itu foto selfie di pinggir jurang dan bersamaan dengan itu terjadi longsor yang membawa tubuh keduanya sampai di dasar jurang. (SIB)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.