. Masuk Perkampungan, Harimau Sumatera Mati Ditombak Warga Labuhanbatu Utara, Lalu Diulosi | BeritaSimalungun
Home » , , , » Masuk Perkampungan, Harimau Sumatera Mati Ditombak Warga Labuhanbatu Utara, Lalu Diulosi

Masuk Perkampungan, Harimau Sumatera Mati Ditombak Warga Labuhanbatu Utara, Lalu Diulosi

Written By Beritasimalungun on Saturday, 27 May 2017 | 21:56

Masuk Perkampungan, Harimau Sumatera Mati Ditombak Warga Labuhanbatu Utara.IST
BeritaSimalungun.com, Labura-Seekor Harimau jantan (Panthera Tigris Sumatrae) berumur lima tahun mati dibunuh warga. Harimau ini terpaksa dibunuh karena memasuki perkampungan warga di Dusun Kuala Indah, Kecamatan Aek Natas, Labuhanbatu Utara, Sumut, Jumat (26/5/2017).

Kepala Bidang Konservasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Mukhtar Amin mengakui, pihaknya menerima laporan soal keberadaan seekor harimau Sumatera ditangkap warga Labura. Tim BBKSDA Sumut segera meluncur. Namun setibanya di lokasi, hewan endemik Sumatera ini telah mati dan dikuburkan warga.

Namun tim BBKSDA menggali kubur harimau itu dan mengevakuasi jasadnya ke kantor BBKSDA Sumut. Diketahui, hari­mau itu sudah seminggu berkeliaran di pemukiman warga. Bahkan sudah sempat memangsa hewan peliharaan warga sepasti ayam dan bebek.

Beredar informasi berbeda. Menurut BBKSDA, warga sudah melaporkan hal ini ke mereka seminggu lalu. Akan tetapi, beredar di media sosial, bahwa warga sudah melaporkan keberadaan harimau masuk perkampungan itu sebulan lalu.

Namun lamban merespon laporan tersebut dan kuatir bisa mengancam nyawa penduduk desa, sehingga warga pun nekat membunuh harimau tersebut dengan menggunakan alat seadanya. Harimau itu pun dibunuh dengan cara ditombak.

Perdebatan seputar matinya harimau ini sedang heboh di facebook. Ada dugaan perambahan hutan telah merusak ekosistem, termasuk mengancam kehidupan harimau, sehingga hewan endemik Sumatera ini masuk ke perkampungan warga.

Namun ada juga dugaan lain, yakni kepercayaan masyarakat bahwa harimau ini masuk keperkampungan warga demi memberi peringatan bahwa ada orang atau pihak tertentu yang berbuat senonoh atau berlaku kotor di dalam hutan.

Tak kalah menarik, BBKSDA menuding telah terjadi perburuan harimau sebagai dampak dari perdagangan harimau (dan organ-organnya) secara ilegal.

Kepala Balai Penegakam Hukum Lingkungan Hidup Wilayah Sumatera, Halasan Tulus menga­takan, pihaknya tengah menyelidiki motif matinya harimau itu. Dari hasil pe­nyelidikan sementara, ada indikasi perda­gangan ilegal Harimau Sumatera dan organ tubuhnya. 

Indikasi itu dikuatkan dengan fakta hi­langnya beberapa organ tubuh Ha­rimau Sumatera ini seperti, kumis, alat kelamin, kulit bagian kening dan ujung ekor.

“Ini juga akan menjadi bahan penyelidikan apakah warga masuk dalam jaringan perdagangan organ satwa dilindungi atau tidak,” terangnya. Saat ini jasad hewan dilindungi itu pdititipkan di Rahmat Gallery guna kepentingan pe­nyidikan. (BS-03)


"Kalo Harimau Sumatera masuk kampung, sebaiknya di jerat saja jangan di bunuh. Ditangkap dan diserahkan ke Dinas Terdekat. Atau di lepaskan kembali ke hutan yang jauh. Di kami Harimau Sumatra kami sebut "Datuk" artinya di tuakan. Jangan dibantai lagi, jumlahnya tinggal sangat sedikit," tulis Agit Agat (FB) 26 Mei pukul 14:21 WIB.

"Kalo Harimau Sumatera masuk kampung, sebaiknya di jerat saja jangan di bunuh. Ditangkap dan diserahkan ke Dinas Terdekat. Atau di lepaskan kembali ke hutan yang jauh. Di kami Harimau Sumatra kami sebut "Datuk" artinya di tuakan. Jangan dibantai lagi, jumlahnya tinggal sangat sedikit," tulis Agit Agat (FB) 26 Mei pukul 14:21 WIB.

"Kalo Harimau Sumatera masuk kampung, sebaiknya di jerat saja jangan di bunuh. Ditangkap dan diserahkan ke Dinas Terdekat. Atau di lepaskan kembali ke hutan yang jauh. Di kami Harimau Sumatra kami sebut "Datuk" artinya di tuakan. Jangan dibantai lagi, jumlahnya tinggal sangat sedikit," tulis Agit Agat (FB) 26 Mei pukul 14:21 WIB.





Sumber: Sorotdaerah.com


Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.