}); Pematangsiantar, Dari Kota Transit Menjadi Destinasi Wisata | BeritaSimalungun
Home » , , » Pematangsiantar, Dari Kota Transit Menjadi Destinasi Wisata

Pematangsiantar, Dari Kota Transit Menjadi Destinasi Wisata

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 23 May 2017 | 09:02


BeritaSimalungun.com-Pematangsiantar yang merupakan kota nomor 2 terbesar di Sumatera Utara memiliki potensi besar sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang mana selama ini hanya berperan sebagai kota transit (persinggahan) bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Parapat, Samosir dan destinasi wisata lainnya.


Pematangsiantar memiliki daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Kota ini kaya dengan kultur (budaya) yang ditempati oleh multi etnik, antara lain : Simalungun, Toba, Karo, Mandailing, Nias dan suku lainnya. 

Kota Pematangsiantar juga memiliki tempat wisata seperti Museum Simalungun, Makam Raja Siantar Sang Naualuh, Patung Dewi Kwan Im, Taman Hewan, Taman Bunga, serta tempat berbelanja di Pusat Pasar Horas. 

Kekayaan kuliner juga menjadi kebanggaan tersendiri kota ini. Kita mudah mendapatkan makanan tradisional yang sudah turun temurun seperti pecal, rujak, mie sop, bakso, mie goreng dan lain sebagainya. Roti Ganda merupakan salah satu jenis roti tawar dengan selai yang khas cukup terkenal di Indonesia juga berasal dari kota ini.
Museum Simalungun.
Dalam bincang-bincang sederhana antara Pelaku Wisata dan Pelaku Seni Budaya baru baru ini yang dihadiri antara lain: Maruli Damanik, Sultan Saragih, Oppung Raminah Boru Garinging , Suli Sinaga, Kamson Napitu serta Rudi Damanik banyak membahas potensi besar wisata yang dimiliki oleh Pematangsiantar hingga tidak mustahil suatu hari nanti mampu menjadi salah satu tujuan wisata terkemuka di Sumatera Utara .

Tiga pilar untuk kesuksesan pariwisata antara lain: Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Ketiganya harus bersatu padu dan memiliki komitmen dalam mewujudkan harapan tersebut. Jika itu terjadi kesempatan kota Pematangsiantar meraih sukses besar dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata ada di depan mata. 

Maruli Damanik menyatakan pariwisata memberikan multi effect yang luar biasa yang dapat memberikan peningkatan perekonomian kepada masyarakatnya, dari mulai pedagang asongan hingga pemilik restaurant, hotel dan lain sebagainya.

Dalam pengembangan kota Pematangsiantar menjadi sebuah daerah tujuan wisata juga harus memperhatikan hal-hal seperti di bawah ini:Site attraction :Tempat-tempat yang menarik seperti keindahan alam yang ada di Kota Pematangsiantar.

Event attraction :Event-event di Kota Pematangsiantar. Sudah saatnya memberdayakan pelaku seni budaya, fotografi dan lainnya untuk mengisi pagelaran pagelaran dalam melengkapi calender of event.

Amenities: Sarana akomodasi untuk kenyamanan si wisatawan untuk tinggal dan menginap. Saat ini sudah mulai tumbuh industri pariwisata di bidang perhotelan di Kota Pematangsiantar, dari hotel melati hingga hotel berbintang.  Hal tersebut  mendukung percepatan dalam pengembangan satu daerah menjadi daerah tujuan wisata. 

Accessibility: Sarana transportasi menuju Kota Pematangsiantar. Infrastruktur dan kenyamanan transportasi perlu mendapat perhatian penuh. Dengan hadirnya jalan tol dari Medan menuju Tebingtinggi akan memberikan efek besar kepada Kota Pematangsiantar tentunya.

Tour Promotion : Adalah badan yang mempromosikan kota Pematangsiantar. Pemko Siantar dapat mempertimbangkan pengadaan Badan Promosi Pariwisata Kota Pematangsiantar atau sejenisnya untuk senantiasa mempromosikan potensi potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kota Pematangsiantar kepada calon wisatawan dari dalam dan luar negeri .

Yang tidak kalah penting adalah kerjasama dengan tour operator agar para pelaku wisata memasukkan Kota Pematangsiantar dalam acara perjalanan yang mereka kemas dan siap ditawarkan kepada wisatawan . Peran tour operator sangat strategis untuk menciptakan satu daerah menjadi daerah tujuan wisata.

Selama ini pemerintah kota Pematangsiantar kurang memberi perhatian untuk menjadikan Pematangsiantar menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW). 

Para wisatawan masih sebatas menjadikan kota ini sebagai tempat persinggahan saja sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke satu daerah wisata. Hal tersebut terlihat jelas dengan minimnya promosi promosi , belum tertatanya dengan baik objek objek wisata yang dimiliki termasuk salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Pematangsiantar yakni Pusat Pasar Horas. 

Jika benar-benar dibina dan dikelola dengan baik, Pasar Horas ini mampu mengimbangi tempat tempat berbelanja yang ada di daerah tujuan wisata lainnya yang ada di Indonesia bahkan di luar negeri. 

Dapat di pertimbangkan penambahan nama Pasar Horas Wisata untuk lebih menarik minat wisatawan dan tentu setelah terlabih dahulu memenuhi kriteria kriteria sesuai standard Pariwisata khususnya Kebersihan dan Kenyamanan . 

Semoga kota Pematangsiantar yang terkenal dengan moda transportasi becak BSA 500cc ke depannya bisa hadir sebagi salah satu Daearah Tujuan Wisata (DTW) di Sumatera Utara. (BS)



Share this article :

Post a Comment