}); JR Saragih di FKN XI Cirebon | BeritaSimalungun
Home » , , , » JR Saragih di FKN XI Cirebon

JR Saragih di FKN XI Cirebon

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 12 September 2017 | 09:08


BeritaSimalungun-MENDENGAR kabar bahwa Bupati Simalungun, JR Saragih, sudah hampir 100% akan hadir di Festival Keraton Nusantara XI di Kota Cirebon, Jawa Barat, 15-19 September 2007 ini, panitia KPK7 KS (Kerjasama Persiapan Keikutsertaan 7 Kerajaan Simalungun) merasakan adanya pompaan semangat baru. 

Sri Sultan S Saragih (Sanggar Rayantara) telah mengawali pembukaan akses ke panitia festival setelah “ipaingkat” dr Sarmedi Purba, SpOG dari Pematang Siantar. 

Layaknya gelindingan bola salju, Uttok Sondi dan Jordi Purba dari Patunggung Simalungun, Jakarta, meresponsnya. Jadilah terbentuk “panitia kecil” di Jakarta, Purwakarta, Cirebon (bersama masyarakat Simalungun di “kota udang” ini), dan Pematang Siantar sendiri. 

Setelah agak alot, maju-mundur, dan yakin – tak yakin, akhirnya dari 7 (tujuh) kerajaan/keraton di Simalungun, terkonfirmasilah kepesertaan 3 (tiga) kerajaan ke sana, yakni kerajaan Siantar (Damanik), Raya (Saragih Garingging), dan Dolog Silou (Purba Tambak). 

Itu pun baru sebatas peninjau. Sementara yang 4 (empat) lagi: kerajaan Panei (Purba Dasuha), Tanoh Jawa (Sinaga), Silimakuta (Girsang), dan Purba (Purba Pakpak), kali ini blm memungkinkan, karena satu dan lain hal.  

Di sana, ketiga kerajaan itu, ikutlah dalam kirab. Dalam kirab itu, akan tampak plank nama rombongan 3 (mudah2an bisa ke-tujuh-tujuhnya) kerajaan Simalungun. Akan ada “panortor” (penari), “upas” (hulubalang, bodyguard) raja di barisan depan, dan rombongan raja-raja beserta “siminik”-nya ikut di belakang. Akan tampak kembali kejayaan kerajaan-kerajaan Simalungun yg “benar-benar kerajaan” (seperti kesultanan/imperium/kingdom) itu. .
Tidak apa-apa, bahwa HaMaS (Harajaon Marpitu Simalungun), PMS (Partuha Maujana Simalungun), HMSI (Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia), IKEIS, Pasingkat, GKPS (tetap ada urusannya utk ini), dan termasuk pewaris kerajaan2 Simalungun blm merespons “event” ini secara gegap-gempita, sementara ini bisalah kita maklumi. 

Tapi marilah menggunakan momentum ini sebagai awal untuk ber-sama2 “patunggungkon Simalungun”, menggali falsafah Habonaron do Bona itu, dan mengembalikan jatidiri Simalungun yang terampas Revsos 1946. . 

Walau dari kebutuhan dana yang sekitar Rp 50 juta itu baru terkumpul belum sampai separuhnya, tapi kepesertaan 3 kerajaan itu saja sudah sangat membahagiakan. 

Ada kok masyarakat Simalungun BIASA yg mewakafkan diri utk “patunggungkon Simalungun” ini (yang –kalau kita lihat– mereka-mereka itu tampak kayak kurang kerjaan); tokoh-tokoh seperti dr Sarmedi, Irjenpol Wagner Damanik, dr Paulus (Damanik), dan manajemen RS Vita Insani Pematang Siantar; serta masyarakat yg rindu akan “Simalungun Baru” (alih-alih "Simdo" = Simalungun dokah-dokah atau Simalungun yang omong doang). 

Pak Bupati JR Saragih, tangkaplah semangat baru “marsimalungun” ini dan gelindingkanlah bola salju ini sehingga makin besar dan makin besar, ber-gulung-gulung, serta melindas apa dan siapa saja yang mencoba menghambat gelindingannya. 

Bakar dar kobarkanlah semangat baru ini dan jangan biarkan meredup lagi dan… akhirnya padam. Tarik lagilah Sultan Saragih ke Simalungun, perhatikan sedikit saja di (dan/atau org mcm dia), & asuhlah, agar dia mau pulang dari sana, krn selama ini, di sini, dia ter-lunta2. . 

Dia boleh di sana, jika dan hanya jika, dia memang mempersunting putri keraton yang kelak akan kita “bulangi” di samping dia yang mengenakan gotong BATIK yang pastinya dulu, dulu sekali, dibawa dari sana juga. . Saya kok jadi melankolik gini ya??? 

Air mata saya tertahan, krn “dalamnya” perasaan saya, dan msh ada "Simalungun Mid Dragon Coffee" beberapa teguk lagi yang akan menahan butiran2 hangat itu turun dari pelupuk mata. . Ai Nang oi…! . 

(Catatan: efek Bius Cantik yang kami nikmati di tempatnya Bang Pardi Purba sudah hilang, sehing pastinya, ini saya tulis dalam keadaan sadar se-sadar-sadarnya, sehat, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun juga). (BS-Rikarson J Purba)
Share this article :

Post a Comment