. Sanggar Rayantara: Hari Pahlawan Kami Masih Main Teater dalam Tradisi Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , , , » Sanggar Rayantara: Hari Pahlawan Kami Masih Main Teater dalam Tradisi Simalungun

Sanggar Rayantara: Hari Pahlawan Kami Masih Main Teater dalam Tradisi Simalungun

Written By Beritasimalungun on Monday, 30 October 2017 | 23:08

BeritaSimalungun-Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017 , Sanggar Budaya Rayantara bekerja sama dengan teater krayon UKI, mengundang saudara dan keluarga bersama menyaksikan : Pementasan Teater Tradisional Simalungun, "Raja Raya, Tuan Rondahaim Saragih".

"Tak pernah takluk, musuh hanya sampai di perbatasan"

Hari/tgl : Sabtu, 11 Nov 2017
Pukul : 15.00 - selesai
Tempat. : Anjungan Sumut TMII, Rumah Adat Simalungun, Cipayung Jakarta Timur.

Run Down :
15.00 - 16.00 : Coffe Time & Musik Simalungun
16.00 - 17.00 : Pertunjukan Teater
17.00 - 18.00 : Dialog budaya, "Hari Pahlawan dan inspirasi seni tradisi dalam kancah nasional" (BeKraf)
*dalam konfirmasi
TIKET
@Rp. 25.000 (pelajar dan mahasiswa)
@Rp. 50.000 (umum)
# duduk dan berdiri bebas di teater arena Rumah Bolon Simalungun

@Rp. 100.000 (VIP - duduk baris depan)
* semua tiket sudah termasuk free masuk pintu gerbang TMII, free kopi teh dan snack
*dapat dibeli saat hari "H" di pintu masuk gerbang TMII
Cp. Ira Simarmata Hp. 085275144428
Jhon H Sumbayak Hp. 082365161526

Ide cerita : Op. Raminah Garingging
Sutradara : Sultan Saragih

Pembina :
Betelman Purba Hp. 081311322844
Heberadh Saragih Hp. 081282771150
(Anjungan Sumut TMII)

Pemain :
Ira Simarmata
Putra Simarmata
Jhon Herpiando Sumbayak
Wita Sinaga
Susi Sinaga
Bryant Purba Tambak
Andre Purba Dasuha
Sepri Tondang
Dedi Sipayung
San Fransisco Garingging

Teater Krayon
Jepson Aritonang, Boncu dkk

Tata Panggung : Kukuh Jejaring Teater Jakarta Timur, Deria Aritonang
Dokumentasi : Alfredo Purba Sigumonrong
Design grafis : Tejo Priyono
Tata rias : Sri Steph Salon

Sinopsis

Raja Raya, Tuan Rondahaim ketika masih berkuasa memiliki putri yang sangat dimanja. Sampai suatu saat, harimau terlihat menari di halaman istana. Kabar itu disampaikan ke Raja, dan menurut penglihatan Raja, akan ada peperangan dan lawan memiliki senjata mesiu dan memiliki mata bontar (putih).

Ahkirnya Tuan Rondahaim memutuskan untuk langsung memerangi musuh di perbatasan, walau saat itu dirinya dibujuk Puang Bolon (permaisuri) untuk tidak pergi berperang. Dengan bimbingan penasehat spritual kerajaan, Guru Raya, Raja akhirnya diberangkatkan melalui proses adat dengan harapan pasukan kerajaan menang di peperangan. Kepada putrinya, Raja berpesan agar lebih waspada dan hati-hati.


Pasukan Belanda (Silopak Mata), saat itu telah berusaha masuk menuju ibukota kerajaan, Pematang Raya. Namun saat berada di hutan, Tuan Rondahaim Saragih dan pasukannya terus mengecoh atas bantuan burung. Burung yang dalam bahasa Simalungun disebut Tullik, terus berbunyi di atas rimbunan tempat pasukan Tuan Rondahaim bersembunyi. 

Sehingga pasukan Belanda lengah dan tidak menyangka ada pasukan kerajaan Raya di bawah rimbunan pohon. Dalam jarak yang dekat, pasukan Tuan Rondahaim menghunuskan golok dan bambu runcing ke pasukan Belanda, sehingga pasukan mereka kocar-kacir.

Namun, saat Tuan Rondahaim dan pasukannya berperang secara gerilya di hutan, penghianatan terjadi. Todot, salah satu anggota keluarga kerajaan yang memiliki pasukan, bekerjasama dengan musuh melakukan propaganda di istana. Dikabarkan Raja dan pasukannya telah hancur, dan Raja sendiri tewas. Informasi ini menyebabkan timbul perpecahan di istana.

Saat Tuan Rondahaim dalam perjalanan pulang, dia mendapat firasat tidak baik terjadi di istana. Rondahaim memerintahkan mata-mata masuk ke istana untuk memastikan yang terjadi. Dan akhirnya Todot berhasil ditangkap dan dihukum dengan cara mengikat tubuhnya di batang pohon, dan menempatkannya di lapangan agar dilihat orang. 

Dibiarkan terkena terik matahari dan guyuran hujan, hingga meninggal. Sejak Todot meninggal, dari kalangan istana muncul istilah untuk Tuan Rondahaim yakni Tuan Namabajan. Diartikan tegas, menghukum yang salah, tanpa memandang kedudukannya.
 
Didukung Oleh :
PMS DKI JAKARTA
IKEIS DKI Jakarta
BeKraf
MARZETA APARTEMEN Center Point Bekasi
Sekolah Pelayaran AMC Cirebon
RS Vita Insani Siantar
PT Lovely Holidays Tour n Travel
Yayasan Pencinta Danau Toba
Konsentra Sumut
Mafioso 93 Smandoe siantar
KopitaCreative Kmc
Kopi Darat Simalungun

Selamat Menyaksikan
Salam Budaya !


 
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.