}); Catatan: Jhon Elyaman Saragih II dengan title "Live in Concert" (Kuakui....Kuakui) | BeritaSimalungun
Home » , , » Catatan: Jhon Elyaman Saragih II dengan title "Live in Concert" (Kuakui....Kuakui)

Catatan: Jhon Elyaman Saragih II dengan title "Live in Concert" (Kuakui....Kuakui)

Written By Beritasimalungun on Sunday, 12 November 2017 | 19:19

Kuakui.......Kuakui.....Catatan Jhon Elyaman Saragih II dengan title "Live in Concert".(Istimewa)
BeritaSimalungun-Konser musik Simalungun Jhon Elyaman Saragih  dengan title "Live in Concert" telah usai Sabtu 4 November 2017 lalu. Suksesnya konser itu tak terlepas dari orang-orang dibelakang layar. Berikut ini catatan paska konser itu yang dikutip dari Sosial media (Sosmed) FB.

Agust Juvenly Purba: 6 November Pukul 22:28WIB


KUAKUI.......KUAKUI.......

Di saat lagu ke-17 pada session 2 dinyanyikan, jujur saya harap harap cemas, mengingat lagu itu sengaja dibuat dengan musik minim hanya dengan lead piano dan sordam dengan nada dasar tinggi yang saya yakin kebanyakan penyanyi akan menyerah menyanyikannya. 


Dari awal lagu dinyanyikan saya sudah terbawa suasana, dan begitu part refrain dinyanyikan...saya bertepuk tangan sendiri dipojok belakang panggung yang gelap. Terdengar sangat jelas dan bening dengan nada sangat tinggi. "Ulang mambur iluhmu......." vokal "u" yang saya tau sangat susah dinyanyikan dengan "chest voice" atau "belting" bukan dengan falseto. 

Kuakui....kuakui.....legitimasi memilih lawei Jhon Elyaman Saragih II dengan title "Live in Concert" bukanlah menjadi sembarangan dan "pajago-jagohon". Kuakui......kuakui......mungkin beliau lah salah satu yang terbaik atau bahkan yang terbaik penyanyi yang dimiliki Simalungun. 

Tak terasa tangan saya kembali bertepuk setelah lagu selesai dinyanyikan. Lupa sejenak mau melakukan apa di belakang panggung. Itu lagu yang dinyanyikan setelah lebih dari 10 lagu di yanyikan sebelumnya. Dan suaranya tetap "martimus".

Ikut "hesek" di belakang panggung malam itu, tak membuat saya tidak ikut menikmati. Saya menikmati. Meskipun hati kecil saya terus mengatakan bahwa jujur, rasanya bisa lebih baik dari ini penyelenggaraannya. 

Tetapi seperti terjebak dalam "mitra kerja" yang baru dikenal. Spesifikasi sound dan lighting dengan operator pada malam itu terasa sangat sangat tidak sesuai yang dijanjikan. Mulai dari check sound di pagi hari, emosi sudah sampai di ubun-ubun sampai segala upaya dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada. 

Multimedia yang.......ngurut dada.....bahkan yang sudah disiapkan dengan file HD semua, jadi tak berfungsi maksimal. Semua mulut sudah komplain sampai semua petugas sudah salah tingkah, operator sound yang sudah pucat pasi karena mendapat tekanan yang sangat besar untungnya belum pingsan. Waktu terus berjalan dan "Show Must Go On". 

Waktu yang tersisa dimanfaatin untuk meminimalkan kekurangan, penambahan speaker dan sound dan semua peralatan mic dimaksimalkan. Ya.....pada akhirnya....ketika acara dimulai, untuk penonton yang sangat peka dengan sound....complaining begins. Pori au pe tongon. Mau tidak mau harus diterima dengan lapang dada. 

Sungguh pengalaman yang berharga. Sekelas acara kecil kecilan aja, let say.....pesta olob olob, kita sangat memperhatikan sound, malah di acara sebesar ini seperti tidak berdaya. (Note....di akhir acara pihak gedung minta maaf dan memberikan kompensasi. Apapun ceritanya.....konser itu sudah usai, kompensasi terasa tak bisa mengembalikan rasa dengan baik).

Kembali lagi ke 'All talents'. Jhon Elyaman Saragih telah memberikan kemampuan terbaiknya. Dan memang sangat baik. Begitu juga dengan "talents" yang lain yang saya kira sudah memberikan kemampuan terbaiknya. 

Yanci Sinaga II yang all out dan gaya panggung yang tidak kalah dengan artis papan atas Indonesia, Sumani D Purba Full yang mengelaborasi lagu dengan penuh penghayatan dengan improve yang baik dan tidak berlebihan membuat lagu "Langkahkon ma da inang" terasa lebih menyayat meskipun tidak ada acara pengantin pengantinan. 

Elvan Adventri Saragih Garingging dengan suara khas dan kejeniusannya memainkan nada penyanyi zaman now, Rando Sembiring yang cengkok simalungunnya membuat telinga ketagihan, dan Irvan Sipayung yang juga all out di panggung besar pertamanya. Last but not least, De Rapstar.....yang...ehm.....tak usah dibahas lagi trio yang satu ini. Ga usahlah kupuji ya Sion Damanik Sion Dmk Damanik Franto Purba Franto Purbq. Orang lain aja yang muji.

Pemusik Simalungun yang sangat bertalenta seperti Roi Josen Pindo Purba Sigumonrong dan Triadil Saragih beserta teman teman lainnya. Dalam kolaborasi mereka yang pertama ini masih terkesan "malu-malu' dan saling "marsipasangapan" masih terasa sampai ke panggung. 

Dengan kolaborasi yang terus menerus, mereka akan jadi pemusik Simalungun yang nantinya saya yakin melahirkan karya karya yang luar biasa. Butuh kesatuan hati, komunikasi, dan kedisiplinan yang sangat tinggi menuju ke level yang lebih tinggi. Membangun integritas pribadi. 

Kata-kata bahwa "penggiat seni Simalungun susah dipersatukan" semoga kedepannya bisa terkikis dan saling mendukung dalam kolaborasi yang lebih baik. Saya yakin kedepannya, pasti akan tercipta kolaborasi yang lebih berwarna. Buat yang kurang sreg denga aransemen yang mereka buat, buat saya pribadi terkadang perlu bereksperimen untuk menghasilkan yang terbaik. 

Tidak gampang memang menyatukan musik tradisional Simalungun dengan musik modern. Tidak bisa dipungkiri, musik Simalungun juga harus berkembang, tanpa meninggalkan ciri aslinya. Inilah tantangannya.

Di akhir acara tanpa sadar mulut saya berucap......"loja do hape na marsimalungun on". Sesadar-sadarnya saya tahu akan hal itu. Tidak gampang memang. Butuh hati dan kesabaran yang lebih lebar, dan tidak pernah terpikir untuk "mangalai hu ngadol". 

Saya tau persis semua yang terlibat dalam konser kali ini sangat jauh dengan sifat buruk yang satu ini. Malahan pengorbanan waktu tenaga dan lain lain yang tidak sedikit. Ketika itu masih ada dan belum hilang, kita akan terus tertinggal.

Akhirnya, apapun ceritanya. Dengan segala kelebihan dan kekuranganya kita semua sudah berbuat. Yang hadir sebagai penonton sudah berbuat dengan segala bentuk apresiasinya, kritiknya, masukannya. Terima kasih. 

Semoga konser ini dapat menginspirasi pelaku pelaku seni yang lain untum berbuat. Contoh yang baik dan tingkatkan, yang kurang jangan ulangi lagi. Dengan tulus kami ucapkan, terima kasih.

Thanks to bro Andre Sinaga. Tak ada keraguan sedikitpun kalau kau sudah mau turun tangan. Terima kasih untuk waktu yang kau berikan di tengah kesibukan yang luar biasa. Once again thanks.

Terima kasih kepada semua pendukung acara, backing vocal, dsn semua penari. Terima kasih kepada pendukung di FB ini meskipun tidak bisa hadir.

Special thanks to rekan se team Jan M Sitio Rias Damanik dan Hakimanda Purba. Sipata songon huting pako baliang ma hanami na opat. Margantih gantih. Saud do kan. Hahahahaha.......jora ma hita loh??

Siluk dob honsi salosei konser roh lawei Jhon Eyaman Saragih mandahop au dengan tulus mengatakan "tarima ma kasih da lawei" nini..........sama sama ningku. Ibagas uhurhu lebin dari sekedar sama sama lawei, karya mu mengisi kesimalungunan kami. Kami bangga.

Husungkun ia, boi do kepala tegak ham mulak? Dengan sangat tegak nini.
Malas uhur.

Kuakui...,.kuakui......

(Butuh 2 hari mengendapkan emosi baru bisa menulis ini)

Horas ma banta ganupan!

Jhon Elyaman Saragih: 8 November 2017

Pertunjukan itu pun telah usai,terlepas dari semua kekurangan dan kelebihan banyak hal positip yang bisa kudapat sebagai koreksi atau pun pembelajaran dimana ketika aku dihadapkan dgn musik di luar kebiasaan ku yg membuat semuanya seperti terasa berbeda,tp bagiku itu ok ok saja karna warna
itu perlu......

Diatei Tupa hubani nasian team musik Pindo Purba Sigumonrong Roy Purba dkk..... kalian luar biasa... kembangkan trus musik Simalungun

Buat hasoman artis artis na dihut berpartisipasi aku bangga sama kalian trima kasih bahat. Kekompakan kita menunjukkan suatu saat lagu lagu simalungin akan membahana ke seluruh penjuru dunia.

Yang sungguh tak terlupakan para penikmat penikmat lagu simalungun na roh bani panorang ai.... Diatei Tupa ma bapa inang lawei botou sanina haganup.Dukungan ni nasiam ai sungguh sangat berarti.Aha pelang hanami anggo lang dong nasiam....sahali nari Diatei Tupat ma

Hormat dan salutku hubani nasiam penyelenggara acara on KopitaCreative Kmc terus lah berbuat untuk simalungun tercinta halani kita diam pasti tenggelam.... Hubotoh do sonaha boratni perjuangan nasiam on ... hehehe.... Sahali nari salut bani nasiam

Dobni humbakku

Boras sapanjujungan
Iboan hupandudaan
Horas ma hita ganupan
Sai tong iramotiTuhan

Horas... Horas....Horass

Triadil Saragih: Taman Mini Indonesia Indah,
8 November pukul 12:09


Tak ada suku yang tertinggal jika tetab menjalin kebersamaan, persatuan, kerja sama dan sama sama bekerja mencapai sebuah tujuan, yaitu mengangkat nama baik Simalungun. 

Perkembangan dan kemajuan seni budaya dan Seniman Simalungun tidak terlepas dari dukungan masyarakat Simalungun dimana pun berada. Kita sangat bangga dengan kemajuan Seniman Simalungun dan Seni budaya Simalungun saat ini semakin bergelora khususnya di Ibu Kota Jakarta. 

Ini adalah peluang yang sangat besar bagi masyarakat Simalungun untuk semakin bersemangat lagi dalam menunjukkan karya karya dan kreatifitas anak muda Simalungun dan menunjukkan jati diri Simalungunnya di Negara kita Indonesia.

Ini semua tidak terlepas dari dukungan orang tua dan senior2 kami Simalungun yang sudah mendukung baik dengan doa maupun material, kami sangat berterimakasih atas semua dukungan orang tua dan senior2 kami, Semoga kedepannya Seniman seniman Simalungun Semakin berSemangat dan semakin kreatif.

Dan trimakasih buat semua kehadiran bapa inang dan senior2 kami yang sudah mengapresiasi para seniman lewat tepuk tangannya.

Terkhusus buat Tim KopitaCreative Kmc yang bersedia lelah dan ambil Resiko Besar membuat event ini, menghabiskan tenaga dan waktu bahkan Materi untuk bisa mensukseskan acara ini, sangat luar biasa, semoga Tuhan yang membalas semua kelelahan nasiam ai..

Akhir kata saya mewakili seluruh pengisi acara, Seniman, Artis dan para Player mengucapkan Trimakasih yang sebesar besarnya. Dan kami memohon dengan sangat atas segala kekurangan kami, semoga kedepannya Semakin baik lagi.

Horas ma banta haganupan.
Tuhan ma mamasu masu Simalungunta.
#SenimanSimalungunMaju.
#KopitaKreatifKeren.
#SimalungunJaya.

John E Saragih: 8 November pukul 11:17 ·

Banyak yang sudah meng-upload video Konser Jhon Elyaman Saragih di FB maupun di Youtube, namun siapa yang paling sibuk di belakang konser ini tidak pernah terekspos secara visual, saya sengaja upload video ini untuk meperkuat curhatan Sdr. Agust Juvenly Purba pada status FBnya. 

Semoga dengan video ini semua yang terlibat tetap mengingat betapa berat perjuangan team untuk terlaksananya konser ini. Istilahnya sudah “Habis Gas” dan bahkan “hampir suyuk”. 

Kondisi ini kira kira 3 jam sebelum mulai acara dimana settingan sound system belum mantap namun atas bantuan Anggota De’Rapstar khususnya sdr. Annes yang terus bekerja sama dengan operator sound akhirnya menemukan settingan yang mendekati ideal. 

Begitu Pula team musik Pindo Purba Sigumonrong, Triadil Saragih dan Roi Josen cs, yang beberapa kali mengkomplain operator sound system dimana speaker monitor di panggung tidak nyala yang mengakibatkan terhambatnya komunikasi dengan para Artis. 

Namun Puji Tuhan semua bisa teratasi dengan baik. Melihat kondisi mulai latihan sampai hari H, saya khawatir Pemusik-pemusik muda ini akan mengeluarkan kata-kata “ Jora ma au ...” namun setelah saya baca komen-komen mereka saya yakin untuk selanjutnya mereka makin semangat untuk mengulik aransemen yang lebih hebat lagi. 

Semoga melalui konser ini para Seniman Simalungun diamanapun berada dapat terinspirasi untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan kita khususnya Musik Simalungun yang begitu-begitu saja. (Berbagai Sumber/Asenk Lee) 


Share this article :

Post a Comment