. Kaldera Toba Segera Menjadi Geopark Global | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Kaldera Toba Segera Menjadi Geopark Global

Kaldera Toba Segera Menjadi Geopark Global

Written By Beritasimalungun on Friday, 19 January 2018 | 12:01


Ignasius Jonan. (B1/Primus Dorimulu) 
BeritaSimalungun, Parapat, Simalungun - Tahun ini Kaldera Toba yang indah diharapkan menjadi geopark global UNESCO. Status ini penting untuk meningkatkan daya tarik Danau Toba sebagai destinasi baru pariwisata di luar Bali. Dari sejumlah daerah di Indonesia dengan sejarah geologi yang menawan, baru Batur dan Gunung Sewu yang masuk geopark global di bawah supervisi UNESCO.

Tahun lalu, 2017, Pemerintah Indonesia mengajukan lagi Kaldera Toba kepada UNESCO agar mendapat status geopark global. Usulan pertama diajukan tahun 2014, tetapi ditolak pada 2015.

“Mudah-mudahan tahun ini, status geopark global itu diberikan UNESCO," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat meresmikan Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (18/1/2018 ).

Kaldera Toba memiliki aneka ragam kekayaan geologi, biologi, dan budaya bernilai tinggi. Akibat letusan supervolcano, 74.000 tahun yang lalu, terbentuklah kaldera raksasa berukuran 90 km x 30 km. Di kaldera ini terdapat danau vulkanik terbesar di dunia seluas 1.130 km persegi yang dikenal sebagai Danau Toba. Dengan kedalaman hingga 500 meter, danau ini menampung 240 km kubik air hujan setiap tahun.

Dinding Toba tersusun oleh berbagai jenis batuan tua yang terdiri atas batuan sedimen berusia lebih dai 300 juta tahun. Batuan ini merupakan batuan dasar pembentuk Pulau Sumatera. Kaldera Toba merupakan yang termuda di dunia. Proses ini ditandai oleh terbentuknya Pulau Samosir di tengah Danau Toba sekitar 33.000 tahun lalu.

Kaldera Toba sudah masuk geopark nasional dan kini tengah diupayakan untuk masuk geopark global di bawah supervisi UNESCO agar bisa menarik minat wisatawan. Hingga Mei 2017, terdapat 127 geopark global UNESCO. Di Indonesia baru dua kawasan yang masuk geopark global UNESCO.

Geopark global versi UNESCO adalah manajemen kawasan geologi dengan konsep menyeluruh dan terpadu bertujuan untuk memberikan pendidikan konservasi serta pembangunan berkelanjutan. 

Geopark global UNESCO menggunakan semua aspek warisan alam dan budaya di kawasan ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan isu utama yang dihadapi masyarakat. Isu utama itu, antara lain penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, pengurangan dampak perubahan iklim, dan penurunan risiko bencana alam.

Selain Toba, Pemerintah Indonesia sedang berusaha untuk mendapatkan status geopark global bagi Rinjani, Ciletuh (Pelabuhan Ratu), dan Merangin (Jambi).

Jonan mengatakan kementerian yang dipimpinnya terlibat penuh untuk memberikan informasi penting tentang peristiwa geologi masa lalu untuk menunjang pariwisata.

Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba, dan Badan Geologi Kementerian ESDM. "Kementerian ESDM yang memiliki informasi dan kami mendukung penuh program ini demi kemajuan pariwisata," papar Jonan.

Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika di NTB merupakan tiga dari 10 daerah tujuan wisata proritas yang mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Tiga daerah tujuan wisata ini dinilai lebih cepat mendatangkan wisatawan. Ditunjang Bandara Silangit, Toba akan berkembang pesat. Jarak Silangit-Toba sekitar 80 km, ditempuh dalam dua setengah jam. Setiap hari, ada penerbangan langsung Jakarta-Silangit oleh Sriwijaya, Citilink, dan Garuda.(BS)


Sumber: Beritasatu.com

Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.