}); Multi Etnis Berangkatkan (Paborhaton) JR Saragih Menuju Sumut 1 | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Multi Etnis Berangkatkan (Paborhaton) JR Saragih Menuju Sumut 1

Multi Etnis Berangkatkan (Paborhaton) JR Saragih Menuju Sumut 1

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 31 January 2018 | 10:30


Jopinus Ramli Saragih dan istrinya bernama Erunita Tarigan dalam acara Paborhatan di Pematang Raya Simalungun. (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)
BeritaSimalungun, Raya-Bupati Simalungun, JR Saragih yang juga merupakan Bakal Calon Gubernur Sumut tampak gagah mengenakan pakaian adat Simalungun di hadapan ribuan warga dari berbagai daerah yang datang ke Pematangraya untuk mengikuti upacara Adat Paborhaton jelang Pulgub Sumut, Sabtu (27/1/2018).

Semua perwakilan suku di Sumut turut hadir dalam acara itu. Begitu pula istri JR Saragih Erunita Tarigan, dan anaknya Efarina Margaretha Saragih.

“Hidup Pak JR, Hidup Semangat Baru Sumut,” teriak warga yang mengiringi langkah JR menuju lokasi pelaksanaan Paborhaton di Lapangan SMP Negeri 1 Simalungun.

Hadirin yang turut dalam acara terlihat mengenakan baju adat Jawa, Melayu, Toba, Karo, Mandailing, Pakphak dan Tionghoa.

Paborhaton adalah ritual adat Batak yang berarti pemberangkatan dengan berkat. Paborhaton ini dilakukan sebelum pemberangkatan Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih. Ia akan melakukan prosesi pemotongan satu kerbau dan tujuh Sapi.

“Kepala kerbau ini nantinya akan diberikan kepada Bapak JR sebagai tanda penghormatan bagi masyarakat atas kinerjanya dan agar bisa menggapai keinginannya, prosesi ini dinamakan Jambar,” ucap Sekjen DPP Partuha Maujana Simalungun Cak Paten Purba di Pematang Raya.

Diperkirakan lebih dari 5.000 warga hadir dalam acara adat Paborhaton (Pemberkatan) ini.

“Alangkah senangnya kita pada Bapak yang akan menjadi Gubernur Sumatera Utara, Semoga Allah merestui langkah. Subhanallah, Bismillahirrohmanirrohiim,” kata pemuka agama yang mewakili umat Islam di atas panggung Paborhaton di SMPN 1 Raya, Simalungun.

Selanjutnya, perwakilan tokoh adat juga memberikan restu dengan menabur beras ke arah kepala JR Saragih dan istrinya.

“Horas. Hidup Pak JR jadi Gubernur Sumatera Utara. Hidup Semangat Baru Sumut,” teriakan warga di depan panggung.

Ritual Paborhaton 

JR Saragih menyembeli satu kerbau persiapan acara Paborhaton, Jumat (26/1/2018). (Internet)
Bupati Simalungun, JR Saragih yang ikut dalam kontestasi Pilgub Sumut 2018, maju sebagai bakal calon Gubernur berpasangan dengan Ance Selian dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Dijadwalkan, masyarakat akan melepas keduanya dengan ritual adat Paborhaton. Paborhaton adalah ritual adat Batak yang berarti pemberangkatan dengan berkat.

Paborhaton ini dilakukan sebelum pemberangkatan Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih. Ia akan melakukan prosesi pemotongan satu kerbau dan tujuh Sapi.

“Kepala kerbau ini nantinya akan diberikan kepada Bapak JR sebagai tanda penghormatan bagi masyarakat atas kinerjanya dan agar bisa menggapai keinginannya, prosesi ini dinamakan Jambar,” ucap Sekjen DPP Partuha Maujana Simalungun Cak Paten Purba di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (26/1/2018).

Dijelaskan Cak Paten Purba bahwa pemotongan satu kerbau merupakan simbol kekuatan bagi masyarakat Sumatera Utara. Dalam prosesi ini diberikan sebuah kain sarun yang akan dilaksanakan sebelum matahari sempurna berada di puncak.

“Prosesi pemberangkatan ini dilakukan pada pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB atau pada saat sebelum matahari berada di puncaknya. Bagi masyarakat Sumatera Utara, prosesi ini menyimbolkan adanya tahapan menuju cita-cita yang diinginkan,” jelasnya Cak Paten Purba.

Ketua Panitia Parborhaton, John Sabiden Purba menyampaikan bahwa prosesi menghantarkan JR Saragih dan Ance juga akan dihadirkan seluruh etnis yang ada di Sumatera Utara mulai dari Pakphak, Toba, Karo, Mandailing, Jawa, Melayu serta Tionghoa.

Sebelum menuju lokasi, maka JR Saragih akan diberikan pakaian adat yang terdiri dari topi, baju, pedang yang memiliki arti pemimpin tertinggi di Simalungun yang akan berjuang menuju arah yang lebih tinggi dengan harapan bisa meraih kemenangan.

“Bapak JR dan Ance akan berjalan kaki menuju lokasi acara kemudian disambut tarian tor-tor Dihar yang selanjutnya akan diberikan kain ulos Hiou Pamotting,” urainya.

Kemudian, setelah berada di lokasi maka JR Saragih dan Ance akan dipanggil oleh tokoh adat serta rohaniawan, selanjutnya diberikan makanan khas berupa ayam di binatur yang ditaruh di atas pinggan (piring) besar serta nitak berupa beras yang ditumbuk yang di dalamnya ada bumbu-bumbu rempah tradisional. Makanan ini nantinya diberikan oleh masyarakat.

“Dayok "Binatur" merupakan tradisi khas Simalungun yang mempunyai arti agar hidupnya teratur, bisa mencapai cita-cita yang diinginkan serta diberikan kekuatan dalam menjalankan hidup,” tuturnya. (BS)

Share this article :

Post a Comment