}); Simalungun Harus Bangga, JR Saragih Maju di Pilgubsu 2018 | BeritaSimalungun
Home » , , , » Simalungun Harus Bangga, JR Saragih Maju di Pilgubsu 2018

Simalungun Harus Bangga, JR Saragih Maju di Pilgubsu 2018

Written By Beritasimalungun on Monday, 8 January 2018 | 11:14

JR Saragih Berpasangan dengan Ance Selian 
 
Bupati Simalungun JR Saragih (Kemeja Putih) Photo Bersama dengan Ephorus (Pimpinan Tinggi) GKPS Pdt Martin Rumanja Purba (kedua dari kiri) dan St Irjen Pol Drs Wagner Maruli Damanik MAP (Ketum-Pesparawi Wanita GKPS Se Indonesia) saat Ibadah Pesta Padua Suara Gerejawi (Pesparawi) Wanita GKPS Se Indonesia di Balai Bolon GKPS Jalan Pendeta J Wismas Saragih Kota Pematangsiantar, Minggu 8 Oktober 2018. Photo Asenk Lee Saragih
BeritaSimalungun-Masyarakat Simalungun, Marga Parsadaan Naimbaton (Parna), Orang Batak, Jemaat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) harus bangga, salah satu Putra Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih dipercayakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk diusung di Pilkada Gubernur Sumatera Utara Juni 2018. JR Saragih harus bersaing meraih simpatik masyarakat pemilih di 25 Kabupaten, 8 Kota se Sumatera Utara. 

JR Saragih (Ketum DPD Partai Demokrat Provinsi Sumut) berpasangan dengan Ance Selian (Ketum DPW PKB Sumut). Walau JR Saragih bersama tim harus "tergopoh-gopoh" untuk memperoleh koalisi partai sebagai syarat untuk bisa mendantar maju di Pilkada Gubernur Sumut Juni 2018, namun jerih payah  JR Saragih dapat ‘perahu’ tiga partai politik yakni, Partai Demokrat sebanyak 14 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 3 kursi dan Partai Keadilan dan Persatuan Indoensia (PKPI), 3 kursi, dengan total 20 kursi. 


Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan 17 pasangan calon (paslon) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang diusung dan didukung Demokrat, di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Minggu (7/1/2018).
Di Sumatera Utara (Sumut), Bupati Simalungung JR Saragih berpasangan dengan Ance Selian. JR merupakan ketua DPD Demokrat Sumut. Koalisinya Demokrat, PKB dan PKPI.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Johalim Purba sebelumnya mengatakan, JR Saragih sudah positif akan maju dalam Pilgub 2018 dengan tiga koalisi parpol. JR Saragih disebut sudah memegang tiga surat rekomendasi masing-masing ketua umum dan sekjen parpol pengusungnya. 

“Benar, hari ini kita pastikan beliau maju sebagai petarung dalam Pilgub 2018 setelah memastikan meraih dukungan PKB dan PKPI serta Demokrat,” kata Johalim. 

Johalim mengakui, cukup melelahkan bagi pihaknya mendapatkan dukungan tiga parpol terutama PKB dan PKPI. Melalui perjuangan yang tiada henti dan berkat kegigihan yang ada pada seluruh tim terutama JR Saragih, surat rekomendasi dukungan PKB dan PKPI sudah di tangan JR Saragih melengkapi rekomendasi dari Partai Demokrat. 

“Berkat perjuangan yang sangat gigih, melelahkan namun penuh keyakinan, ini kita raih. Kita berharap akan menjadi modal untuk memenangkan pertarungan dalam Pilgub kali ini,” terangnya. 

JR Saragih sempat ke Jakarta guna membawa rekomendasi dukungan dari koalisi parpol. Johalim memastikan, JR Saragih diusung sebagai calon gubernur dan calon wakilnya, Ance Selian yang merupakan Ketua DPW PKB Sumut. 

“Kita rencanakan akan langsung menyampaikan pendaftaran ke KPU Sumut pada 8 Januari 2018. Masing-masing ketua dan sekeretaris parpol koalisi yang akan menghantarkan langsung surat formulir pendaftaran pasangan JR Saragih-Ance Seilan,” sebut Johalim Purba. 

JR Saragih akan bersaing dengan Edy Rahmayadi, mantan Pangkostrad yang juga sudah dideklerasikan partai pengusung yakni Partai Golkar, PKS, Gerindra, PAN, NasDem, Perindo, Minggu (7/1/2018). Edy Rahmayadi berpasangan dengan Musa Rajekshah alias Ijeck .

Kelihaian JR Saragih dalam berpolitik juga akan diuji untuk menyaingi usungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menunjuk Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane (Sihar Sitompul) untuk menjadi cawagub mendampingi Djarot Saiful Hidayat di Pilgubsu Juni 2018.

Pengumuman Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitompul  di Pilgubsu Juni 2018, diumumkan Mega di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018) siang. Dia kemudian menyebutkan nama Sihar Sitorus, yang diketahui bekerja bersama Puan di Kementerian PMK. Dia merupakan putra dari DL Sitorus.

“Sihar Pangihutan. Saya kenalnya Sihar Sitorus. Dari 2014 dia simpatisan, lalu masuk, jadi salah satu jurkam. Inilah pasangan Sumut yang harus kita fight. Sihar ini ikut Mbak Puan di Kemenko PMK. Lalu saya bilang, 'saya ambil Sihar ya', 'jangan dong, Ma, saya perlu dia juga' kata Mbak Puan," ujar Mega.

Dua pesaing berat JR Saragih, dinilai belum memahami betul seluk beluk perpolitikan di Sumatera Utara. Sementara JR Saragih sudah mumpuni dengan pengalaman dua periode menjabat Bupati Simalungun. 

Sudah saatnya JR Saragih mendapat dukungan masyarakat Sumut, khususnya Orang Batak, Orang Simalungun dan Jemaat GKPS di Sumut. Biaya dan modal politik yang telah dikeluarkan JR Saragih sejak sosialisasi maju Pilgubsu 2018 dengan slogan “Semangat Baru Sumut”, harus dibayar mahal dengan merebut Sumut 1. 

Terlepas dari kritik pedas kepada JR Saragih selama memimpin Kabupaten Simalungun, kini JR Saragih harus didorong untuk merebut kekuasaan yang lebih besar menjadi Gubernur Sumatera Utara. Hal ini juga akan menjadi bukti sejarah kali pertama Putra Simalungun menduduki kursi Gubernur Sumatera Utara. 

Jumlah mata pilih di Sumut yang mencapai 10,2 Juta, setengahnya harus ditelusuri oleh Tim JR Saragih agar menyakinkan mereka untuk memilih JR Saragih bisa membawa “Semangat Baru Sumut”. Komunikasi media massa dan media sosial oleh Tim JR Saragih juga harus berubah dengan melakukan penulisan-penulisan fakta dan sosialisasi yang jujur dan transparan. 

Tim publikasi sosial media dan media massa JR Saragih juga harus kreatif dalam “menjual” JR Saragih kepada 10,2 Juta pemilih Pilkada Gubernur Sumatera Utara Juni 2018. Semoga Tim Kreatif Komunikasi JR Saragih mampu menguasai setengah daerah pemilihan dari 33 kabupaten kota se Sumatera Utara. Semoga.  




Jejak Perjalanan Hidup JR Saragih


Jopinus Ramli Saragih lahir di Medan, Indonesia, 10 November 1968 merupakan salah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Saat ini dia duduk sebagai Bupati Simalungun Periode 2010–2015-2021.



Jopinus Ramli Saragih atau dikenal dengan JR Saragih melewatkan masa kecil dengan tidak mudah. Pada tahun 1969, saat masih belum genap berumur 1 tahun, ayahandanya meninggal dunia. Usia yang seharusnya dihabiskan dengan merasakan kasih sayang orangtua. 


Kemudian JR Saragih dititipkan kepada neneknya yaitu (alm) Tapi br Purba (Ibunda Rasen Saragih) yang tinggal di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Kasih sayang seorang nenek ia rasakan hingga ia mengenyam pendidikan kelas IV sekolah dasar. Ia pun memutuskan meninggalkan Raya, bertekad melanjutkan sekolah di Kutambaru, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo. Di kampung "Kalimbubu", keluarga dari Ibu nya "Sembiring Milala". Pendidikan kemudian ia lanjutkan di Kutambaru.

Sejak kecil, kerja keras sudah melekat pada dirinya. Tempaan hidup dan kenyataan yang ia hadapi, mengharuskan JR Saragih memenuhi kebutuhan hidup dengan berdikari. Namun ia tidak menyerah. Ia sadar, pendidikan adalah kunci untuk perubahan masa depan. 

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi di kemudian hari, untuk berbisnis di bidang pendidikan. Ia yakin, nasib akan diubah oleh diri sendiri, salah satunya dengan mengenyam pendidikan yang baik.

Pada usia yang masih belia, JR Saragih secara mandiri mencari biaya pendidikan tanpa kenal menyerah, meski ia saat itu harus bekerja serabutan. Menyemir sepatu, menjadi kernet bus Simas dan Sepadan ia jalani dengan keteguhan hati. Dorongan kuat untuk mengubah nasib, menjadikan JR Saragih muda tanpa malu mencari sepeser uang, untuk kehidupan sehari-hari serta biaya pendidikan.

Pada tahun 1984 JR Saragih berhasil menamatkan pendidikan SMP dari sekolahnya di Kutambaru , Kecamatan Munthe,Kabupaten Tanah Karo. Ia pun memutuskan untuk merantau ke Jakarta , untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di tahun 1984.

Di Ibukota, JR Saragih tinggal di rumah abangnya yang tertua selama 6 bulan. Kemandirian yang telah tertanam sejak belia, menjadikan JR Saragih mengambil keputusan untuk hidup mandiri. Ia pun untuk memilih kos di Jakarta dan melanjutkan pendidikan ke SMA-1 Prasasti di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lagi-lagi, untuk mencukupi kebutuhan dan biaya sekolahnya JR Saragih bekerja serabutan. Pekerjaan sebagai buruh galian pasir pernah ia lakoni sepulang sekolah. Siapa sangka, pekerjaan ini yang kemudian menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan karirnya di bidang militer.

Saat itu JR Saragih bekerja sebagai buruh galian pasir milik Puskopad (Pusat Koperasi Angkatan Darat). Beberapa lama bekerja memeras keringat dengan menambang pasir, JR Saragih mendapat tawaran bekerja paruh waktu di Pusat Primer Koperasi Mabes TNI AD. 

Tawaran ini, ternyata menjadi titik balik kehidupan JR Saragih. Kegigihan, sikap pantang menyerah dan kerja keras yang ia tunjukkan menjadikan banyak petinggi TNI AD yang simpatik atas kegigihannya tetap bersekolah dengan menjalani berbagai pekerjaan kasar.

Karier Militer JR Saragih

Persinggungan dengan orang-orang di institusi militer (TNI) Puskopad, memuluskan jalan untuk terpilih sebagai atlet menembak. Prestasi inilah yang lantas memuluskan karirnya untuk terjun dan berkiprah di dunia militer. Tekad semakin bulat, disertai keyakinan, bahwa militer adalah pilihan dan jalan hidupnya.

Lulus dari SMA-1 Prasasti, Jakarta Pusat, JR Saragih memutuskan mencoba peruntungan dengan mengikuti tes Akademi Militer. Buah kerja kerasnya tidak sia-sia. Ia diterima sebagai taruna di kampus Akademi Militer (Akmil) di lembah Tidar, Magelang,Jawa Tengah yang dibiayai oleh negara.

JR Saragih menempuh pendidikan di Akmil Magelang dan menamatkan pendidikan militernya pada tahun1990-an. Ia juga memperoleh beasiswa di Akademi Beasiswa dari Akmil.

Selama setahun, kedisiplinan dan keberanian yang identik dengan seorang personil militer kian menempa pribadi JR Saragih.

Bulan Desember 2001 menjadi momen penting bagi kehidupan JR Saragih. Ia berkenalan dengan dr Erunita Anggraini br Tarigan Girsang, Sp.K.K. (putri dari pasangan Prof.dr.Pangarapan Tarigan,Sp.PD. dan Rehna Ginting). Setelah menemukan banyak kecocokan dalam beberapa kali pertemuan, keduanya memutuskan untuk menikah tepatnya pada Juni 2002. 

Setahun berselang, tepatnya pada 16 Juli 2003, pasangan JR Saragih dan Erunita Anggraini Tarigan dikaruniai seorang putri yang diberi nama Efarina Margaretha Saragih. Memiliki pasangan seorang dokter, adalah seperti botol bertemu tutup. Tak hanya mendapatkan pasangan hidup, ia pun mendapatkan partner yang tepat untuk berdiskusi dalam mengembangkan bisnis di bidang kesehatan.

Terbukti dengan lahirnya Akademi Keperawatan Efarina Etaham yang juga berada di Kabupaten Purwakarta. Tujuannya adalah untuk mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga perawat. Khususnya untuk RS Efarina Etaham ataupun rumah sakit lain.

Keyakinan bahwa pendidikan menjadi kunci utama bagi perubahan diwujudkan secara nyata dengan mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan pada tahun 2011. Inilah bukti nyata pandangan jauh ke depan seorang JR Saragih, yang memiliki perhatian khusus kepada bidang pendidikan.

Intuisi bisnis JR Saragih juga menjadikan RS Efarina Etaham Purwakarta menjadi menjalin kerja sama dengan PT Jamsostek (Persero) di tahun 2011. RS Efarina Etaham meluncurkan produk pelayanan kesehatan berupa paviliun khusus bagi peserta Jamsostek yang diberi nama Trauma Center Jamsostek. Dengan jalinan kerja sama ini, perusahaan atau keluarga pasien tidak perlu mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan.

Karier Politik

Sebagai seorang pelaku usaha, tentunya secara materi ia tidaklah kurang. Bukti nyata kerja keras dan pantang menyerah, berbanding terbalik dengan kehidupan yang ia jalani saat kanak-kanak dan juga remaja. Meski usahanya berkembang di tanah Parahiyangan, kegelisahan sebagai seorang putera asli Sumatera Utara kian kerap mengetuk hati dan nuraninya.

Pembangunan tanah Jawa yang ia saksikan demikian pesat, tidak selaras dengan perkembangan yang ia lihat di tanah kelahirannya. Nuraninya merasa terpanggil untuk membangun tanah kelahiran, ikatan emosional yang tidak akan pernah pudar meski ia sudah berkelana ke bumi Pasundan. 

Simalungun, tempat ia ditempa menjadi pribadi tangguh saat kecil, dengan budaya dan karakteristik Sumatera Utara yang dikenal tangguh dan pekerja keras. 

Ia ingin kembali, mengabdi dan berbakti ke tanah kelahiran yang ia cintai. Tanah kelahiran yang ia kenal dengan budaya yang demikian kaya, dan menjadi memori masa kanak-kanak dan akan terus terpatri dalam diri JR Saragih dan sukses juga meraih Ketua Umum DPD Partai Demokrat Provinsi Sumut.

Darah dan nafasnya, seiring perjalanan merantau ke belahan lain nusantara, adalah tetap di tanah kelahirannya yang telah memberikan kesempatan untuk menghirup nafas, sekaligus memberi pondasi awal pada makna kerja keras dan kedisiplinan. 

Hal itulah yang mendorong dirinya bertarung di tahun 2010 dengan maju ke arena pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Simalungun, dipasangkan dengan Hj.Nurhayaty Damanik. dan akhirnya terpilih menjadi Bupati Simalungun periode 2010-2015.

Pada pilkada serentak tahun 2015, JR Saragih kembali terpilih dengan Amran Sinaga sebagai wakilnya. Pada periode kedua ini, JR berhasil meraih 120.625 suara (34,69%). Mengalahkan empat pasangan lainnya. JR Saragih-Amran Sinaga mengusung visi “Terwujudnya Masyarakat dan Kabupaten Simalungun Yang Mandiri, Tenteram dan Berseri” (Mantab).

“Saya mencalonkan diri karena ingin memberi yang terbaik bagi masyarakat. Saya ingin rakyat sejahtera. Kalau masyarakat sudah melihat kerja kita baik, maka Partai Demokrat pasti akan bernasib baik,” ujar JR Saragih menggarisbawahi.

JR Saragih merumuskan satu platform “Semangat Baru SUMUT”, dengan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sumut, karena dengan menjabat sebagai Gubernur-lah perubahan tersebut bisa terprogram, terlaksana dan terpimpin dengan baik. Berpasangan dengan Ance Selian (Ketua DPW PKB Sumut) semoga JR Saragih bisa mencapai cita-cita Kursi Sumut 1. Semoga. (Berbagai Sumber/ Asenk Lee Saragih)
    

*Info Pilkada Gubernur Sumut Juni 2018*


1. Djarot Syaiful Hidayat - Sihar Sitorus diusung koalisi parpol PDIP (16 kursi), Hanura (10 kursi) dan PPP (4 kursi) total 30 kursi.


2. Edy Rahmayadi - Ijeck diusung koalisi parpol Golkar (17 kursi), Gerindra (13 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 Kursi) dan Nasdem (5 kursi) total 50 kursi.


3. JR Saragih - Ance diusung koalisi parpol Demokrat (14 kursi), pkpi (3 kursi) dan pkb (3 kursi) total 20 kursi.  


1.Djarot -Sihar

2. Edi- Injek

Share this article :

Post a Comment