. Drama Penyaliban Yesus Warnai Jumat Agung di GKPS Jambi | BeritaSimalungun
Home » , , » Drama Penyaliban Yesus Warnai Jumat Agung di GKPS Jambi

Drama Penyaliban Yesus Warnai Jumat Agung di GKPS Jambi

Written By Beritasimalungun on Saturday, 31 March 2018 | 06:48

Drama Penyaliban Yesus diperankan Pemuda GKPS Tanah Kanaan Jambi. Umat diharapkan tetap mengingat kasih setia dan pengorbanan Yesus Kristus menyelamatkan manusia dari dosa. 

BeritaSimalungun, Jambi - Drama singkat penyaliban Tuhan Yesus Kristus mewarnai peringatan wafatnya Isa Almasih atau Jumat Agung di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi, Jumat (30/3/2018). Pementasan drama penyaliban Yesus digelar untuk mengingatkan umat Kristen tentang sengsara Yesus di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari jerat dosa.

“Gereja kami mementaskan drama penyaliban Yesus pada ibadat Jumat Agung, siang. Pementasan drama penyaliban Yesus tersebut diperankan para Pemuda GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi. Drama mengenai penyaliban Yesus tersebut menjadi renungan bagi umat agar tetap mengingat kasih setia dan pengorbanan Yesus Kristus menyelamatkan manusia dari genggaman dosa,” kata St Radesman Saragih, Pimpinan Majelis GKPS Jambi, Jumat (30/3/2018).

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemuda GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi atas penampilan drama singkat penyaliban Yesus dalam ibadah Jumat Agung. Sekitar 230 Jemaat GKPS Jambi menghadiri Ibadah Jumat Agung tersebut.  

Pemeran Drama Penyaliban Yesus Kristus dari Pemuda GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi Saat Ibadah Jumat Agung di GKPS Jambi, Jumat (30/3/2018).
Menurut St Radesman Saragih SSos, pementasan drama penyaliban Yesus pada peringatan Jumat Agung di GKPS Jambi diharapkan bisa semakin menyentuh hati umat agar mereka semakin mampu menunjukkan kasih dan pengorbanan menolong sesama, seperti yang telah dilakukan Yesus yang rela mati di kayu salib demi menyelamatkan umat manusia.

Drama penyaliban Yesus pada peringatan Jumat Agung sekaligus menjadi khotbah yang hidup. Melalui pementasan drama penyaliban tersebut, ibadat Jumat Agung tidak dilaksanakan sekadar seremonial belaka.

Untuk memberikan makna yang lebih dalam mengenai kisah sengsara Yesus, lanjuta St Radesman Saragih, perayaan Jumat Agung di GKPS Jambi juga diisi dengan perjamuan kudus atau dalam bahasa Simalungun di GKPS disebutkan Horja Banggal Napassing (HBN).

“Melalui perjamuan kudus tersebut, umat diharapkan semakin meningkatkan tali kasih kepada sesama seperti yang dilakukan Yesus kepada murid-muridnya,” katanya.

Sementara itu, Pendeta GKPS Resort Jambi Pdt Riando Tondang STh dalam Kotbahnya mengatakan, pementasan drama kisah penyaliban Yesus Kristus pada ibadat Jumat Agung diharapkan menggugah umat agar lebih mampu membangun solidaritas hidup bermasyarakat, seperti solidaritas Yesus kepada manusia.

Pdt Riando Tondang STh mengambil Nats Firman Tuhan dari Injil Yohannes 19: 28-37. Dalam kotbahnya Pdt Riando Tondang mengatakan lewat ibadat Jumat Agung ini, mengingatkan kembali penderitaan Yesus Kristus di Kayu Salib untuk menebus dosa manusia.

Pdt Riando Tondang STh juga menggambarkan realita kehidupan manusia saat ini, yang semuanya serba isntan dan kurang berani menghadapi penderitaan. 

“Mungkin kita sudah mengetahui saat ini, misalnya soal seorang ibu yang melahirkan, dan bukan lagi normal. Namun kini tanggal kelahiran anakpun bisa dibuat lewat operasi ceras. Kecanggihan teknologi saat ini, sudah mengkesampingkan kodrat pada manusia. Melalui drama pementasan kisah sengsara Yesus oleh PGKPS Tanah Kanaan Kota Jambi, umat Kristiani di Jambi diharapka semakin menyadari bahwa kematian Yesus Kristus di kayu salib merupakan lambang solidaritas Allah kepada manusia berdosa. Yesus yang tidak berdosa berkorban nyawa hanya untuk menyelamatkan manusia dari dosa,” katanya.

Ibadah Jumat Agung di GKPS Jambi dimulai Pukul 13.00 WIB dan berakhir Pukul 15.00 WIB. Ibadah diisi dengan Votum-Introitus, Kidung Pujian, Pembacaan Firman Tuhan dari Injil Matius 27: 1-10, Markus 15: 21-22, Yohannes 19: 19-24, Yohannes 19:25-27, Lukas 23: 39-43, Markus 15: 33-39 dan Refleksi 7 Perkataan Yesus di Kayu Salib. Ibadah ditutup dengan Doa Penutup oleh Pdt Riando Tondang STh. (BS-Asenk Lee)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.