. Putusan Panitia Angket Akan Diuji Mahkamah Agung | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Putusan Panitia Angket Akan Diuji Mahkamah Agung

Putusan Panitia Angket Akan Diuji Mahkamah Agung

Written By Beritasimalungun on Monday, 30 July 2018 | 07:50

Perwakilan etnis Simalungun sedang melakukan dengar pendapat dengan Panitia Hak Angket DPRD Siantar, Senin (2/7/2018).

BeritaSimalungun, Siantar-Penugasan yang diberikan oleh DPRD Kota Pematangsiantar melalui sidang paripurna tertanggal 25 Mei 2018 lalu, terhadap sembilan orang panitia hak angket untuk melakukan penyelidikan pada Hefriansyah SE MM sebagai Walikota Pematangsiantar karna telah ditemukan bukti awal terjadinya penistaan terhadap Etnis Simalungun.

Kuasa hukum Presidium Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei (GSMH) Sepriandison Saragih SH mengatakan, hak angket DPRD Kota Pematangsiantar diatur dengan tegas dalam Pasal 159 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Selain itu, hak angket DPRD kota juga ditegaskan dalam Pasal 371 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Oleh sebab itu, dasar hukumnya sangatlah kuat.

Pada tahap penyelidikan, Panitia Hak Angket melakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) terhadap pelapor dan terlapor, demikian upaya masukan-masukan lain untuk mengambil keputusan sesuai dengan batasan waktu yang diberikan pada Panitia Hak Angket sesuai dengan undang-undang yaitu berakhir tanggal 25 Juli 2018.

Panitia angket telah menyerahkan hasilnya pada tanggal 25 Juli 2018 yang langsung diserahkan Oberlin Malau, sebagai Ketua Panitia Hak Angket.

“Jika penistaan Etnis Simalungun dapat dibuktikan melalui proses penyelidikan, serta cukup alasan dan bukti DPRD atas keputusannya, maka selanjutnya akan diuji di Mahkamah Agung,” kata Sepriandi.

Dijelaskan Sepriandi, setelah melakukan penyelidikan, DPRD menemukan dan menyimpulkan adanya kebijakan atas jabatan sebagai Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, yang telah bertentangan dengan Undang-undang Dasar dan peraturan perundang-undang yang berlaku, dimana tindakan tersebut telah berdampak pada kehidupan masyarakat luas, maka hal ini akan berujung pada pemakzulan Walikota Pematangsiantar.

Selanjutnya apabila berlanjut ke Mahkamah Agung (MA), maka masa kerja MA untuk memeriksa, mengadili dan memutus pendapat DPRD dimaksud dibatasi paling lambat 30 hari. Kemudian, jika putusannya sama dengan pendapat DPRD, misalnya mengusulkan pemberhentian Walikota, maka Mendagri melalui kewenangannya wajib memberhentikannya paling lama 30 hari sejak menerima usulan DPRD.

Proses terbentuknya Hak Angket ini, harus dipahami sebagai bentuk edukasi hukum sehingga tingkat pemahaman masyarakat mengenai hukum dan politik semakin lebih baik. Ini merupakan sesuatu yang sangat positif dalam membangun tatanan bernegara.

“Tanggung jawab selanjutnya yang harus dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Pematangsiantar sesuai perturan dan perundang-undangan atas hasil keputusan Panitia Hak Angket yang telah diserahkan pada Ketua DPRD harus diberitahukan di sidang paripurna karna secara filosofinya keputusan pembentukan dan penghunjukan panitia Hak Angket melalui mekanisme sidang Paripurna, dengan demikian sahnya temuan penyelidikan dan keputusannya panitia Hak Angket harus disampaikan pada sidang paripurna DPRD,”katanya.

Dengan demikian, lanjut Sepriandison, sebagai pelapor yaitu dari lembaga Partuha Maujana Simalungun (PMS), Presidium Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei (GSMH), Insititusi, dan Elemen-elemen Simalungun serta Etnis lainya yang mendukung gerakan ini mengharapkan agar ketua DPRD Kota Pemetangsiantar segera melakukan sidang Paripurna sesuai dengan surat permintaan yang telah disampaikan, 3 x 24 jam masa kerja dihitung dari tanggal surat diberikan.

“Jikalau permintaan sidang paripurna tidak dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang kami minta, GSMH akan kembali melakukan aksi dengan peserta yang lebih banyak lagi. Untuk seluruh masyarakat kami harapkan senantiasa menjaga kenyamanan dan kekondusifan kota Pematangsiantar,” pungkasnya.(BS)


Sumber: MetroSiantar.com 
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.