Home » , , , , » Melalui FKMA 2018 di Sumenep, Raja Simalungun dan Promosi Tarian Simalungun

Melalui FKMA 2018 di Sumenep, Raja Simalungun dan Promosi Tarian Simalungun

Written By Berita Simalungun on Monday, 29 October 2018 | 15:34

Dalam rangka Pagelaran Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) Se-Asean dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, turut serta hadir 7 Kerajaan Simalungun, Minggu (28/10/2018). Foto-Foto dari GWA-FDS.
Sumenep, BS–Dalam rangka Pagelaran Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) Se-Asean dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, turut serta hadir 7 Kerajaan Simalungun, Minggu (28/10/2018).

Seperti dilansir
Javanetwork.co.id, tampak hadir para tokoh dari Kerajaan Simalungun yang ikut memeriahkan dan menyemarakkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Tampak Tokoh Kerajaan Simalungun yang hadir diantaranya, AKBP Elisben Purba, Julvanal Sinaga, Sarmedi Purba, Jordiman Purba, Sony Bonata Purba Pakpak.

Selain itu, hadir juga perwakilan Raja Panei Simalungun beserta rombongan Pemerintahan Daerah Kabupaten Simalungun yang langsung direkomendasikan oleh Bupati Simalungun JR Saragih.

Tingkat kehadiran dari para tokoh dan Raja Simalungun, merupakan salah satu bentuk apresiasi dan pendukungan penuh terhadap budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Simalungun, yang nantinya bisa membawa Kebudayaan Simalungun ke tingkat Nasional.

Dalam pertunjukan nya, Tarian Taruhan yang dimiliki oleh Kerajaan Simalungun mampu menghipnotis ribuan pasang mata para peserta festival.

Tim Promosi Kebudayaan 7 Kerajaan Simalungun dan Komunitas Patunggung Simalungun yang mengakomodir langsung di kegiatan (FKMA) ini menyatakan, pihak panitia FKMA dan Keraton Sumenep mengapresiasi ke ikut sertaan Kerajaan Simalungun pada kesempatan ini. 

Sedangkan Kerajaan Simalungun berasal dari Sumatera, dan menampilkan sebagai salah satu kerajaan yang dihormati. terlihat saat pada saat di undangan Royal Dinner yang dilaksanakan di Keraton Sumenep.

Salah satu tokoh Kerajaan Simalungun Elisben Purba menuturkan, pada kegiatan FKMA 2018 ini, Simalungan menunjuukan eksistensinya di kancah Nasional. 

Pada kesempatan ini, dalam Keikutsertaan merupakan satu promosi dan pelestarian budaya simalungun, dan diharapkan FKMA selanjutnya dapat dilaksanakan di Simalungun,” ungkapnya.

Presiden Jokowi

Jarang-jarang saya mengenakan busana seperti ini: beskap hitam bercorak keemasan dengan mahkota seolah seorang raja. Lalu, bersama Ibu Negara, diarak dengan kereta yang dihela dua ekor kuda. Tumben? FB Presiden Joko Widodo
Pagelaran FKMA Se-Asean dan FSKN di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, yang diikuti oleh 58 Karaton sebagai Dewan Karaton, 230 Kerajaan dan 80 Lembaga adat sebagai calon anggota FSKN. Kegiatan tersebut yang bertempat di depan masjid Jamik Sumenep, (28/10/2018).
Dalam kunjunganya, di acara FKMA dan FSKN Bapak Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo yang di damping oleh Gubernur Jatim Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum beserta Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Arip Rahman, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Lucky Hermawan.

Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) Se-Asean dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) resmi di buka oleh Presiden Joko Widodo yang ditandai dengan pemukulan gong, didampingi oleh Ketua FKMA, Gunbernur Jawa Timur H. Soekarwo dan Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Presiden Joko Widodo dalam sambutanya mengatakan, mengajak kepada seluruh Raja, Pangeran, Ratu, dan Permaisuri peserta FKMA dan FSKN untuk terus menjaga kerukunan antar ummat beragama, menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Sebab, FKMA dan FSKN ini bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda yang serentak dilaksanakan diseluruh tanah air.

“Menjaga kerukanan, persaudraan, dan kesatuan Bangsa merupakan aset terbesar bangsa ini,” kata Joko Widodo Presiden RI saat memberikan sambutan di depan para Raja, Ratu, Pangeran, dan Permaisuri, minggu (28/10/2018).

Pada kesempatan ini, sudah jelas terlihat perbedaan antar suku, agama, bahasa dan adat istiadatnya. Bahkan, tradisi masing masing tidak sama. Maka, kita semua patutlah bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan Anugrahnya kepada Negara kita, Negara Indonesia tercinta ini.

“Di era teknologi saat ini, bangsa kita boleh maju. Namun jangan sampai kita mundur dalam kebudayaan, sebab aset terbesar bangsa kita adalah adat dan budaya,” jelasnya.

Ditegaskan, kearifan lokal yag dimiliki Negara Indonesia merupakan akar kuat kemajuan Bangsa Indonesai. Nilai nilai kebudayaan kita jaga untuk persatuan dan kesatuan Bangsa, ini potensi besar dan kekuatan Bangsa.

“Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama, adat istiadat, budaya dan bahasa, ini merupakan kekuatan untuk kemajuan Bangsa,” katanya.

Joko Widodo: Jarang-jarang saya mengenakan busana seperti ini: beskap hitam bercorak keemasan dengan mahkota seolah seorang raja. Lalu, bersama Ibu Negara, diarak dengan kereta yang dihela dua ekor kuda. Tumben?

Ini memang di acara Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN 2018 di Alun-alun Kabupaten Sumenep, Madura, kemarin. Pada festival yang berlangsung sampai 31 Oktober ini, hadir para raja dan sultan dari keraton se-Nusantara dan dari beberapa negara tetangga.

Melalui festival ini, kita ingin meningkatkan peran keraton sebagai pelestari warisan budaya bangsa dan meningkatkan perekonomian daerah dari sisi pariwisata.

Jangan sampai Indonesia maju dalam teknologi tapi mundur dalam kebudayaan.


Jordiman Purba: Bagi kami, gonrang Simalungun sudah bergema dan tarian Simalungun sudah ditampilkan dihadapan Presiden Jokowi dan Masyarakat Adat se Asean di Sumenep dalam rangka FKMA V, cukup sudah membayar kelelahan setahun mempersiapkannya.

Salut atas upaya korlap, botou Anita Martha Hutagalung, yg telah mengupayakan 7 Kerajaan Simalungun diurutan kedua dalam kirab, setelah tuan rumah.

Apakah masih dilanjutkan ke Festival Keraton Nusantara XII di Pagaruyung akhir Nopember 2018, bp Jabetson Purba Sigumonrong dan adinda Uttok Sondi ?

Untuk menjadikan 7 Kerajaan Simalungun tuan rumah Festival Keraton Nusantara XIV tahun 2020 masih terbuka. Tapi secara pribadi, menurutku kita sudah tidak pantas lagi "tedek2" supaya itu terealisasi.
(Asenk Lee Saragih)








 



Sumenep 27-10-2018-Sebelum Kirab dimulai. Foto-foto FB Coriana Julvida Saragih



















Sumenep 27-10-2018-Sebelum Kirab dimulai. Foto-foto FB Coriana Julvida Saragih





 
Share this article :

Post a Comment