Home » , , » Warga Pesisir Danau Toba Keluhkan Penaburan Bibit Ikan Bawal Mini di Danau Toba

Warga Pesisir Danau Toba Keluhkan Penaburan Bibit Ikan Bawal Mini di Danau Toba

Written By Berita Simalungun on Monday, 29 October 2018 | 09:20

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih
Hutaimbaru, BS
-Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur
oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau busuk. 

Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (21/10/2018). Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.

"Ini bibit ikan bawal mini yang ditabur pemerintah. karena ombak dibawa arus ke tepi pantai. Puluhan ribu mati karena tak tahan melawan ombak. Keberadaan ikan bawal mini ini juga tak menguntungkan bagi warga pesisir Danau Toba. karena ikannya tak mau besar dan tak ada nilai ekonomisnya," ujar Lamhot Saragih, warga Desa Hutaimbaru, Minggu (21/10/2018). 

Menurut Lamhot Saragih, sebaiknya pemerintah menabut ikan mas, mujahir atau ikan "Pora-Pora" yang bisa menjadi mata pencaharian warga pesisir Danau Toba jika ikannya sudah besar. 

Dikatakan, kini ada kebijakan di Desa Hutaimbaru bahwa pendatang tidak boleh memanah ikan di perairan Desa Hutaimbaru. Bahkan untuk menjala ikan "daoton" juga harus ukuran 4 sekilo untuk ikan nila. 

"Sekarang ada larangan bagi orang luar untuk menjala ikan semua jenis dan ukuran di kampung ini. Sekarang menangkap ikan hanya boleh lewat memancing alami dan tidak boleh pakai jaring ukuran mata kecil. Ini sudah kesepakatan warga desa ini. Menangkap ikan hanya boleh lewat memancing alami dan jaring ukuran besar," ujar lamhot Saragih didampingi Lahihamson Haloho. (Asenk Lee)
Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih

Puluhan ribu bibit ikan bawal mini yang ditabur oleh Pemerintah di Danau Toba baru-baru ini mendadak mati. Bahkan kematian puluhan ribu anak ikan yang dibawa arus ke bibir pantai Danau Toba menimbulkan aroma bau. Seperti yang tampak di tepi pantai Danau Toba di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Minggu 21 Oktober 2018. Puluhan ribu anak ikan bawal mini mati dan menimbulkan bau tak sedap.Foto Asenk Lee Saragih
Share this article :

Post a Comment