. Monumen KM Sinar Bangun, Kapal Arwah di Tepian Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Monumen KM Sinar Bangun, Kapal Arwah di Tepian Danau Toba

Monumen KM Sinar Bangun, Kapal Arwah di Tepian Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Friday, 3 May 2019 | 23:24

Monumen KM Sinar Bangun yang dibangun di dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun diresmikan Kamis, 2 Mei 2019. (Foto: Tagar/Fernandho Pasaribu)

Tigaras, BS - Pembuatan monumen replika KM Sinar Bangun tak hanya sekadar simbol begitu saja. Setiap pembangunan monumen memiliki arti penting.

Pembangunan monumen kapal yang karam di Danau Toba tersebut, dipercayakan kepada Yori Antar dari PT Han Awal & Partners Architect, salah satu arsitek terkenal Tanah Air.

Yori menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan untuk mendirikan monumen sangat kokoh. Cat tahan cuaca hujan dan panas, sehingga tak mudah rusak dan menggunakan motif khas Batak.

"Kita menggunakan bahan baja setebal 12 mili dengan pembuatan selama dua bulan. Dengan teknik pengecatan menggunakan powder coating yang kuat dengan cuaca. Di samping kiri dan kanan dibuat menggunakan baja dengan motif Ulos karena memang diminta," ucapnya.

Meskipun diharuskan agar cepat selesai, Yori sepertinya tak menghiraukan itu demi membuat monumen bagus dan tahan lama. Karena menurutnya, membangun monumen harus memikirkan durasi umur dari bangunan.

"Kesulitan perencanaan awal saja, karena kita harus memikirkan ini bukan hanya setahun dua tahun. Jangan sampai setahun nanti akan apa kita kan malu. Kita harus pikirkan panjang supaya ini akan abadi," katanya.

"Materialnya sendiri bisa kita lihat adalah material yang awet. Sebetulnya waktu itu diminta secepat mungkin. Tapi ini kan momen harus lama jadi harus bagus. Tapi misi dari monumen itu hari ini tercapai," tambah Yori.

Ini kita menyebutkan kapal arwah. Kapal yang menghantarkan jiwa-jiwa ke tempat yang abadi, maka dibikin setransparan mungkin menyatu dengan langit dan awan

Dia menjelaskan, ada tiga misi yang dirancang untuk monumen, agar dapat memberikan makna. Pertama, monumen kesedihan, tempat ziarah buat masyarakat yang keluarganya menjadi korban. Kedua, monumen harus menjadi peringatan buat semua pihak, kelayakan kapal, prosedur, persyaratan faktor keamanan dan sebagainya.

"Makanya disebut monumen peringatan," terangnya.

Ketiga, monumen harus bisa menjadi landmark kawasan, sekaligus menjadi wisata. Bisa disebut wisata religi atau wisata ziarah buat para keluarga korban.

"Tapi ini belum selesai. Nanti saya berharap banyak pohon yang rindang. Tentunya warga bisa duduk-duduk sambil melihat Danau Toba ini," jelasnya.

Selanjutnya ungkap Yori, posisi replika kapal sengaja dibuat miring. Lantai monumen dibuatkan koordinat arah jatuhnya KM Sinar Bangun.

"Terus kalau posisi arah kapal ini adalah posisi arah kapal tenggelam, makanya agak miring. Nanti juga di lantainya itu ada tulisan berapa ratus meter koordinat dan segala macam arah kapal ini tenggelam. Juga ada story kapal tenggelam dan daftar nama-nama korban yang dibuat di sini," terangnya.

Putra dari almarhum Han Awal, arsitek legendaris di dunia, ini memberikan arti yang unik dengan monumen yang baru saja diresmikan.

"Ini kita menyebutkan kapal arwah. Kapal yang menghantarkan jiwa-jiwa ke tempat yang abadi, maka dibikin setransparan mungkin menyatu dengan langit dan awan. Jadi coba kita lihat ketika ada awan, kapal ini nyaris tidak ada atau antara ada dan tiada. Kemudian kalau malam dia menyala transparan juga," ungkapnya.

"Makanya kita lihat ada dua bentuk, yang pertama warna hitam yang merupakan kedukaan. Kedua, kapal yang transparan. Itu sebagai kapal yang menghantarkan jiwa-jiwa ke tempat yang abadi," tutupnya.(*)

Sumber: Tagar.id
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.