. NUKILAN DARI “MEREKA DAN BANG SAHALA" | BeritaSimalungun
Home » , » NUKILAN DARI “MEREKA DAN BANG SAHALA"

NUKILAN DARI “MEREKA DAN BANG SAHALA"

Written By Beritasimalungun on Sunday, 26 May 2019 | 05:37

Kolase FB
Beritasimalungun-“Ajaibnya, tiga tahun terakhir, saya tidak lagi berprofesi sebagai jurnalis namun prinsip dan nilai yang ditanamkan oleh Pak Sahala masih saja relevan dalam keseharian saya bekerja. Kali ini bukanlah detail tentang titik koma namun ketelitian, disiplin dan konsistensi yang dia ajarkan jadi pedoman saya.” - Teguh Wicaksono.

“Beliau juga memberikan teladan yang sangat penting, yaitu tidak pernah terlambat. Bukankah wartawan (dan semua profesi lain pun) mesti menepati tenggat? Untuk bisa masuk kelasnya, toleransi telat maksimal adalah 15 menit. Dan itu membuat saya beberapa kali tidak bisa masuk kelasnya. Tapi tenggat adalah tenggat, yang mau tidak mau mesti ditepati.” - Feby Indirani.

"Membaca koran dan membaca buku, kata Pak Sahala waktu itu, bisa memperkaya kosa kata dan tentu menambah referensi. Menulis butuh ‘bensin’ dan ‘bensin’ itu didapat dari referensi bacaan, tontonan, dan hasil wawancara. Keharusan membaca buku membuat saya sering menyambangi Pasar Palasari. Jangan mengaku pernah kuliah di Bandung kalau tak pernah ke Palasari! Di situlah kami dulu mencari buku-buku untuk referensi kuliah Pak Sahala dan mengerjakan tugas-tugas kuliah." - Yuyuk Andriati.

“Tunggu, jangan émosi dulu. IQ sekolam 200 yang bisanya cuma bang bong bang bong, mana ngerti soal begituan. Mesti keluar kolam butek kalo mau paham. Lagi-lagi ada alasannya kenapa saya ngomong gitu. Entah kapan belajarnya, Pak Sahala tau-tau mahir bahasa Sunda. Disebut mahir karena bahasa Sundanya lengkap dengan undak-usuknya. Dulu saya jipér ketemu Pak Sahala karena takut bahasa Indonésia saya dikoréksi. Saking jipérnya sampé mikir, jangan-jangan koran ”PR” yang tiap pagi dianter ke rumah Pak Sahala juga habis dicorat-corét. Sekarang saya jipér bahasa Sunda saya yang dikoréksi.” - Rahim Asyik. 

Sumber: FB Yus Ariyanto bersama Sahala Tua Saragih.
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.