}); Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi! (BJ Habibie Dalam Kenangan) | BeritaSimalungun
Home » , , » Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi! (BJ Habibie Dalam Kenangan)

Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi! (BJ Habibie Dalam Kenangan)

Written By Beritasimalungun on Thursday, 12 September 2019 | 09:28

INMEMORIAM: Bapak Presiden RI Ke 3 BJ Habibie wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, Rabu Pukul 18.05 WIB, kata putra kedua Habibie Thareq Kemal Habibie. Tim dokter kepresidenan, menurut Thareq, sudah bekerja dengan baik selama Habibie dirawat mulai 1 September 2019. (Foto Istimewa)
Beritasimalungun-Sebuah panggilan terlebih untuk negara adalah pengabdian. Pak BJ Habibie pernah menikmati pendidikan yang baik dan ditawarkan fasilitas yang baik ketika di Jerman. Panggilan jiwanya adalah berbuat bagi negaranya.

Hidup di dalam kehidupan masa Orde Baru, tapi panggilan jiwanya untuk negara begitu jelas. Mengabdi sebagai Anak Bangsa, mengabdi sebagai birokrat tetapi ketika saatnya tidak lagi terpanggil melalui kepemimpinan tertinggi, kecintaannya pada negaranya jelas, tidak memaksakan diri tampil untuk kedua kali.

Hidup adalah kesempatan, inilah yang telah diteladankan sosok pak BJ Habibie di mata saya. Dengan segala daya, karya dan kesempatan yang ada, tujuannya memenuhi panggilan ibu pertiwi.

Dan kemarin Rabu 11 September 2019 Pukul 18.05 WIB sosok pejuang intelektual Muslim tersebut memenuhi panggilan Ibu Pertiwi yang terakhir, kembali pulang ke pangkuan-Nya. 

Jika Paulus pernah berkata dalam 1 Korintus 9:26: Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." telah ditunjukkannya dengan nyata.

Maka dengan tulus kami sampaikan, Selamat jalan, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi yang sangat bapak cintai, dan kami akan meneladani kegigihan dan keteguhan pelayanan dan pengabdian bapak pada Ibu Pertiwi.

Sehingga kami generasi muda, mengingat bahwa prestasi setinggi apapun yang dapat kami gapai di Negeri orang akan kami dedikasikan hanta untuk memenuhi panggilan Ibu Pertiwi dengan segala talenta yang Tuhan anugrahkan.

(Quote: "IQ jenius tidak berguna jika tidak dibarengi dengan usaha dan kerja keras".

"Dengan kejeniusan, kita dapat menerima imbalan yang besar tapi kejeniusan tanpa pengabdian dan kerja keras tidak ada apa-apanya", terimakasih buah-buah pikiran bapak).

(Perasaan dan pikiran sebutir debu yang Tuhan beri nafas kehidupan, Sibolga - 12 September 2019-Penulis Pdt Grubert KD Manihuruk)
Share this article :

Post a Comment