. Sekjen PGI: BPODT Harus Stop Memaksakan Kehendak | BeritaSimalungun
Home » , , » Sekjen PGI: BPODT Harus Stop Memaksakan Kehendak

Sekjen PGI: BPODT Harus Stop Memaksakan Kehendak

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 17 September 2019 | 06:24

“Adanya beberapa orang yang walk out tidak diberitakan. Buat BODT itu tak masalah. Nanti BODT akan katakan, sudah ada musyawarah, persis cara-cara Orde Baru,” ujar Pdt. Gomar Gultom M.Th.
Jakarta- Bentrokan yang terjadi di Sigapiton, Toba Samosir, Sumatera Utara, antara masyarakat dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menarik perhatian berbagai kalangan, salah satunya Sekjen PGI Pdt. Gomar Gultom M.Th.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Sentana, ia menyatakan prihatin terhadap kejadian ini dan pemberitaan yang kurang lengkap akan kejadian sesungguhnya.

“Adanya beberapa orang yang walk out tidak diberitakan. Buat BODT itu tak masalah. Nanti BODT akan katakan, sudah ada musyawarah, persis cara-cara Orde Baru,” ujar Pdt. Gomar Gultom M.Th.

Menurut Pdt. Gomar, apabila sepakat menempuh jalur hukum, sepantasnya pembangunan jalan dihentikan sementara menunggu hasil proses hukum tersebut, bukannya dilanjutkan.

Ia pun menilai perjuangan masyarakat akan berat karena berada di posisi yang lemah.

“Pendekatan hukum formal akan menempatkan masyarakat pada posisi lemah. Negeri ini tak memberi ruang untuk kepemilikan tanah atas nama masyarakat adat, meskipun ada Keputusan MK no 35 tahun 2013 tapi prosesnya rumit, ” ujarnya menambahkan.

Ia juga prihatin dengan metode yang digunakan BPODT dalam memproses hal ini. “Saat masih menjabat Walikota Solo, Jokowi mau berlelah sampai 21 kali dialog dan musyawarah demi memindahkan pasar. Itu di tengah masyarakat Jawa yang paternalistik. Sungguh disayangkan di tengah masyarakat Batak yang egaliter, BODT memaksakan kehendak, bukan meniru cara Jokowi di Solo,” tutupnya.(BS-Rel)
 
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.