}); Hodong-hodong (Alat Musik Tradisional Simalungun) | BeritaSimalungun
Home » , , , » Hodong-hodong (Alat Musik Tradisional Simalungun)

Hodong-hodong (Alat Musik Tradisional Simalungun)

Written By Beritasimalungun on Thursday, 21 November 2019 | 07:53

Oleh: Triadil Saragih
 
Beritasimalungun-Hodong-hodong adalah alat musik sejenis genggong yang terbuat dari pelepah enau yang dialis halus sedemikian rupa sehingga merupakan sepotong papan tipis yang panjangnya kira kira lima sampai delapan senti meter. 

Pada bagian tengah dibuat lidah suara yang dibelah namu tidak terlepas dari bagian potongan induk. Pada bagian ujung alat ini sebelah kanan diikat dengan tali yang dibuat dengan benang dipintal yang panjangnya kira kira delapan sampai sepuluh sentimeter. 

Sebagai resonatornya adalah mulut yang dapat menghasilkan nada. Hodong-hodong dipergunakan sebagai alat komunikasi seorang pemuda kepada kekasihnya dan sebagai hiburan ketika senggang. 

Pada zaman dahulu hodong hodong digunakan sebagai penanda bahwa pemuda sudah datang secara diam diam. Karena hubungan yang tidak direstui oleh keluarga sang wanita, maka si pemudapun dating secara diam diam dari jendela kamar sang wanita. Ketika si pria sudah sampai, ia langsung memainkan hodong hodong, pertanda ia sudah sampai.

Cara memainkan hodong-hodong adalah mula mula merapatkan alat tersebut ke mulut. Tangan kiri memegang teguh tali pengikat hodong-hodong kemudian tangan kanan memegang tali sebelah kanan dan disentak-sentak sesuai dengan lagu yang diinginkan. 

Untuk mendapatkan nada yang baik, alat ini ditempatkan diantara bibir atas dan bibir bawah kemudian membuka mulut berulang-ulang. Tinggi rendahnya bunyi hodong-hodong ditentukan oleh lebar sempitnya mulut dan kerongkongan. 

Permainan yang dianggap baik adalah bilamana bunyi yang dihasilkan dari alat ini dapat didengar dari jarak lima meter dan mempunyai irama lagu. 

Dahulu alat ini digunakan sebagai alat komunikasi antar pemuda dan pemudi yang berhadapan muka ataupun bersebelahan dinding. #MariterusLestarikanKekayaanBudayaKita. (BS-Penulis Adalah Seniman Simalungun)
Share this article :

Post a Comment