. Polemik Sakit Babi | BeritaSimalungun
Home » , , » Polemik Sakit Babi

Polemik Sakit Babi

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 21 January 2020 | 11:47

Ternak Babi di Simalungun. Dok BS 
Oleh: Pdt Grubert KD Manihuruk STh 

Beritasimalungun-Tahukah kita, bahwa daging Babi yang dikonsumsi orang Batak Kristen bukan soal selera atau rasa. Tapi di dalamnya ada makna yang sangat dalam terlebih saat berkaitan dengan budaya.

1. Walaupun ada marga Batak yang makan daging kambing, lebih banyak makan daging Babi dan tidak pernah memaksa orang lain untuk mengkonsumsinya (benar bukan?)

2. Babi dipelihara di lingkungan Kristen Batak, dan jika hewan ini dipotong, ada di lingkungannya beragama lain yang harus steril dari daging Babi maka dipotong sembunyi-sembunyi (sopan kan?)

3. Karena Babi adalah hewan potong yang sangat besar dipakai dalam adat Batak, dikategorikan harga lebih murah dari Kerbau, bisa kita bayangkan kah? 

Jika satu keluarga menikahkan anaknya laki-laki memotong kerbau (harga paling murah Rp 20 Juta per ekor) secara adat, ketika orangtua dari anak yang menikah tersebut "sayur matua" (meninggal di usia yang telah sempurna dalam budaya Batak, "anak sudah menikah semua dan punya cucu") maka secara adat, adat sayur matua orangtua tersebut minimal juga memotong kerbau. 

Jika anak tersebut ekonominya pas-pasan dan dampak KB hanya berdua (2 bersaudara) mereka harus menjual apapun agar bisa memenuhi adat sayur matua orangtua mereka.

Nah... Dari segi sosio-kulturalnya (dalam adat Batak ada Tondong/Hula2, Sanina/Dongan Tubu, dan Boru Panogolan/Bere), saat Babi dimusnahkan, entah demi apapun alasannya, secara tidak langsung hendak merusak tatanan adat Batak. 

Bagaimana tidak, jika setiap adat Batak harus motong kerbau, bisa gawatlah keluarga yang ekonomi lemah. Ini dia intinya, tidak arif dan bijaksana, hanya karena ada 1 orang gila, lalu satu kampung dianggap gila. 

Masa, karena ada Babi terkena penyakit, jadi semua Babi dimusnahkan? (atau ada politik, kog Babi dipakai politik, ada politik Babi?)

Dalam budaya, adat Batak, tidak bisa tidak "adat harus dibayar". Bagi yang tidak beradat, ikan teri sambal kacang saja pun tidak apa-apa tapi intinya, jangan melihat daging babi sekedar konsumsi orang Batak, tapi juga menjaga harmoni kehidupan di dalam adat budaya orang Batak Kristen.(*)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.