. "Kulihat Minang Dari Wajah Buya Syafii" | BeritaSimalungun
Home » » "Kulihat Minang Dari Wajah Buya Syafii"

"Kulihat Minang Dari Wajah Buya Syafii"

Written By Beritasimalungun on Friday, 27 March 2020 | 12:12

KULIHAT MINANG DARI WAJAH BUYA SYAFII.
Oleh: Denny Siregar

Beritasimalungun-Seorang teman membuat status..Dia bertanya, "Kenapa orang Minang sangat membenci Jokowi, ya ?"

Pertanyaanya yang polos dan spontan, sebagai reaksi begitu banyaknya akun dengan nama "minang" yang menghujat Jokowi sejak Pilpres, dan memfitnah almarhumah ibunda Jokowi.

Saya harus sangat tidak setuju dengan teman saya itu. Meski ternyata fakta juga bicara berbeda.

Kata "minang" berasal dari Minangkabau, yaitu suku-suku yang bermukim banyak di Sumatera. Tapi semakin kesini pengertian awam semakin sempit, urang awak selalu disamakan dengan orang Padang, atau orang Sumbar.

Kalau kita memakai orang Padang dan Sumbar sebagai salah satu patokan, memang dalam sejarahnya di Pilpres, Jokowi kalah telak baik di kotanya maupun di provinsinya.

Saya tidak mau berteori konspirasi kenapa Jokowi kalah disana, karena bisa saja ketidaksukaan pada Jokowi akibat dari provokasi politik.

Ketidaksetujuan saya pada teman saya itu, karena saya juga banyak teman orang Padang atau orang Minang, yang sangat baik, jauh dari perilaku seperti yang muncul di medsos penuh caci maki itu.

Ada Jeffri Geovannie, pendiri PSI. Asal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Nasionalismenya jangan ditanyakan untuk negeri ini.

Ada lagi teman saya yang bandel banget, yaitu Ade Armando, dosen di UI. Dia orang Minang juga. Mau debat tentang Pancasila ma dia ? Wah, dia ada di barisan paling depan melawan kelompok radikal di negeri ini.

Dan orang Minang yang paling saya kagumi dan saya jadikan panutan adalah Ahmad Syafii Maarif, atau biasa dipanggil Buya Syafii.

Beliaulah karakter asli orang Minang, yang relijius, terpelajar dengan ahlak yang luar biasa, sehingga ketika berdiri dihadapannya mendadak kaki kita terasa lumpuh ingin bersimpuh dan ingin mencium tangannya.

Tidak pantas jika kita ingin mendiskreditkan orang Minang dari akun-akun medsos tanpa nama itu, tanpa melihat siapa orang Minang sesungguhnya.

Di wajah Buyalah, saya melihat wajah asli Minang. Sosok sederhana, lurus, ulet dengan wawasan seluas samudera ketika berbicara tentang apa saja..

Ah, saya jadi kangen dengan beliau. Ingin seruput kopi lagi dan berbincang banyak hal dengannya..

Sehat selalu ya, bapakku... ❤️❤️ Denny Siregar.(*)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.