}); 5 PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Medan | BeritaSimalungun
Home » , , » 5 PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Medan

5 PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Medan

Written By Beritasimalungun on Saturday, 4 April 2020 | 17:38

Pasien Positif Covid-19 Indonesia Tembus Angka 2.092 Orang
Achmad Yurianto. ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Medan, BS - Lima pasien dalam pengawasan terkait penularan virus corona penyebab Covid-19 di Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia pada Sabtu (4/4/2020). Demikian disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara Aris Yudhariansyah.

"Hari ini ada lima PDP Covid-19 meninggal di Medan," katanya yang dihubungi melalui telepon seluler.

Lima pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia itu, menurut dia, menjalani perawatan di lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Medan.

Aris tidak menyebut secara rinci identitas dan rumah sakit tempat lima pasien tersebut menjalani perawatan.

"Yang pasti lima PDP itu dari lima rumah sakit di Medan," katanya.

Sampel dari sebagian PDP yang meninggal dunia itu, kata dia, telah dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk diperiksa guna memastikan apakah mereka terinfeksi virus corona.

"Sebagian sudah kirim sampelnya," kata Aris.

Tembus Angka 2.092 Orang

Terpisah, Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) masih terus bertambah dari hari ke hari. Kasus positif pada Sabtu (4/4/2020) bertambah 106 orang, sehingga jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2.092 orang.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 16 orang menjadi 150 orang dan pasien meninggal bertambah 10 orang sehingga totalnya menjadi 191 orang.

"Pemeriksaan molekuler PCR sudah kita lakukan pada 7.896 kasus di 120 kabupaten/kota," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Ia menyebut, sebaran kasus muncul akibat pergerakan orang dengan kasus positif Covid-19 tanpa gejala dari kota-kota besar ke daerah atau kota sekitarnya.

"Ini meyakinkan kita untuk tetap tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang benar. Jangan melakukan perjalanan entah itu ke kampung (mudik), ke rumah saudara, atau ke tempat lain untuk menghentikan penyebaran virus," paparnya.

Ancaman lain, lanjutnya, di masa pancaroba di beberapa kota adalah demam berdarah dengue (DBD). Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, tidak hanya untuk mencegah penularan Covid-19 tetapi juga untuk membersihkan sarang nyamuk mengantisipasi DBD. (*)



Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Post a comment