Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Radjamin Purba Sosok Yang Dirindukan Simalungun

St Irjen Pol (P) Drs Maruli Wagner Damanim MAP berfoto di depan Tugu Brigjen TNI Purn Anumerta Radjamin Purba, SH di Kampus Universitas Simalungun (USI) Kota Pematangsiantar. (Dok WD) 
Oleh: Wagner Damanik

Beritasimlaungun-Pagi yang cerah di Kampus Universitas Simalungun (USI) hari ini, seperti biasanya saya dan istri selalu jalan pagi untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh di tengah gejolak pandemi Covid-19. 

Di gerbang kampus berdiri tegak Tugu Brigjen TNI Purn Anumerta Radjamin Purba, SH dengan uhir (ornamen) Simalungun menghiasi sekelilingnya. 

Hal ini mengingatkan saya tentang seorang tokoh sekaligus pemimpin Simalungun pada masanya yaitu Bupati Simalungun periode 1960 s.d 1973 yang oleh semua kalangan menyebutnya pemimpin yang fenomenal, bahkan tak heran kalau beliau juga disebut ” Pelopor Pembangunan Simalungun”

Julukan yang wajar untuk sosok pemimpin yang satu ini dan kini banyak orang merindukan pemimpin seperti beliau. Pemimpin yang berbuat dan memikirkan masa depan Simalungun bukan sekedar pemimpin “parbual-bualan” (kaya wacana, miskin realita). 

Sosok beliau, baik dari segi pemikiran, formulasi konsep dan implementasinya senantiasa berorientasi jauh ke depan (strategis) dengan mengutamakan pembangunan jangka panjang yang akan menjadi “blueprint” (landasan utama) bagi pemimpin dan generasi muda Simalungun saat ini.

Beberapa hasil pemikiran dan implementasi konsep beliau sampai sekarang masih bertahan utuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Simalungun. 

Di bidang pendidikan Radjamin Purba SH adalah pendiri USI (18 September 1965), dengan maksud agar putra-putri Simalungun semakin banyak yang sarjana (Zaman itu orang Simalungun yang sarjana masih sangat langka. Sangkin langkanya setiap orang Simalungun yang dapat gelar sarjana dilakukan acara penepungtawaran sebagai ucapan syukur oleh Partuha Maujana Simalungun). 

Bidang pengayaan spritual, beliau juga menyediakan tanah untuk fasilitas pembangunan Kantor Pusat GKPS yang berada di Jalan Pdt J Wismar Saragih Pematangsiantar.

Kita masih bisa saksikan sekarang ini. Penyediaan tanah bagi pendidikan dan rumah ibadah dilakukannya tanpa sedikitpun berniat untuk menjadikan miliknya. 

Selain itu, dibidang budaya dan pembangunan ekonomi pemerintahan, beliau melakukan restrukturisasi desa-desa dengan mendasari kearifan lokal guna mengoptimalkan peran desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Hal ini terbukti berhasil dimana pada masa itu Simalungun menjadi pusat produksi beras sehingga mendapat julukan sebagai lumbung beras Sumatera Utara. Dan banyak lagi prestasi lainnya yang ditorehkan beliau di Simalungun pada masanya.

Dari metode kepemimpinan beliau, benarlah Radjamin Purba menjadi sosok pemimpin yang dirindukan saat ini. Kini dibutuhkan pemimpin yang dapat menjadi panutan bagi masyarakat Simalungun. 

Pemimpin yang mengutamakan kemajuan masyarakatnya tanpa memikirkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. 

Jauh sebelum Radjamin Purba muncul, Raja Sang Naualuh Damanik sebagai pendiri Simalungun sudah meletakkan sifat-sifat dasar pemimpin Simalungun yaitu mengasihi, melayani, jujur, berani, bertanggungjawab, teguh pendirian, saling menghormati, dan membangun.

Delapan keutamaan inilah yang mewarnai kepemimpinan seorang yang bernama Rajamin Purba sehingga masyarakat Simalungun menaruh hormat dan memberikan penghargaan yang besar buat sang pemimpin. 

Beliau juga sangat menghormati dengan membumikan falsafah “Habonarondo Bona, Hajungkaton Do Sapata” dalam setiap perilaku dan tindakannya selama memimpin di Simalungun.

Setiap saya beranjak dari kampus tersebut, selalu muncul dibenak saya ” Akankah muncul pemimpin di Simalungun, layaknya seperti Radjamin Purba di era yang akan datang ? 

Tentu hal ini dapat terwujud apabila masyarakat sepakat/”sapanriah” memilih pemimpinnya dengan melihat rekam jejak dan integritas para kandidat yang akan bertarung di Pilkada nanti. 

Jangan gadaikan Simalungun ini hanya karena sesuatu yang mungkin enaknya sesaat namun menderita selama lima tahun ke depan.

Mari kita belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu dan semakin cerdaslah memilih pemimpin. Suara rakyat adalah suara Tuhan (Vox populi vox dei). #SalamSimalungunUnggul. (Penulis Adalah Balonbud Pilkada Simalungun) 

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments