. RHS dan Makna Berbagi Takjil Dibulan Ramadhan 1441 H | BeritaSimalungun
Home » , , » RHS dan Makna Berbagi Takjil Dibulan Ramadhan 1441 H

RHS dan Makna Berbagi Takjil Dibulan Ramadhan 1441 H

Written By Beritasimalungun on Saturday, 9 May 2020 | 15:09

Aksi sosial berbagi Takjil dan Masker sejak hari pertama 4 Mei 2020 hingga 8 Mei 2020 Kecamatan Siantar, Gunung Maligas, Gunung Malela, Bandar Huluan, Kecamatan Bandar dan Kecamatan Bosar Maligas.(Tim Center RHS)
Pematangraya, BS-Meski hanya makanan kecil, ada jaminan pahala bagi mereka yang mau berbagi takjil. Bahkan, kadar pahala itu hampir menyamai pahala orang yang berpuasa. Ramadan adalah bulan penuh berkah dan keutamaan. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk meraih keutamaan tersebut, salah satunya dengan berbagi takjil.

Takjil merupakan makanan kecil yang dikonsumsi saat berbuka puasa. Biasanya, takjil terdiri dari makanan manis maupun gurih. Meski hanya makanan kecil, ada jaminan pahala bagi mereka yang mau berbagi takjil. Bahkan, kadar pahala itu hampir menyamai pahala orang yang berpuasa.

Dilansir dari nu.or.id, Syeikh Said Muhammad Ba'asyin menjelaskan dalam kitab Busyral Karim tentang keutamaan berbagi takjil.


“Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah, 'Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang diberi takjil'."

Dalam menjalankan puasa, seseorang terlarang untuk melakukan segala hal yang bisa membatalkan, seperti ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, dan lain sebagainya. Jika yang diberi takjil berlaku demikian, ini tidak akan mengurangi pahala yang didapat oleh pemberi takjil.

Berangkat dari “Marhaban ya Ramadhan 1441 H” di Bulan Suci penuh kedamaian ini, Tim RHS berbagi Takjil dan Masker di Kabupaten Simalungun.

Ketua Tim RHS Center Chrismes Haloho, SIP mengatakan, aksi sosial berbagi takjil dan masker ini sudah dimulai sejak hari pertama 4 Mei 2020 lalu di Kecamatan Siantar, Kabubaten Simalungun.

Selanjutnya hari kedua 5 Mei 2020 pembagian takjil dan masker di Kecamatan Gunung Maligas. Hari ke tiga 6 Mei 2020 pembagian takjil dan masker di Kecamatan Gunung Malela. Hari ke empat 7 Mei 2020 pembagian takjil dan masker di Kecamatan Bandar Huluan.

Kemudian pembagian takjil dan masker oleh Tim Center RHS pada hari ke lima 8 Mei 2020 di Kecamatan Bandar. Pada hari ke lima ini, kegiatan Tim RHS berbagi masker dan takjil sangat diapresiasi warga.

“Luar biasa buat Tim RHS KorWil 3 Bapak Benfri Sinaga dan Hernando Sinaga. Semua kegiatan hari ini,berjalan dengan baik dan lancar. Mantap, tetap semangat,” ujar Chrismes Haloho.

Selanjutnya Tim RHS berbagi Takjil dan Masker pada hari ke enam, 8 Mei 2020 dilaksanakan di Kecamatan Bosar Maligas.

Menurut Chrismes Haloho, di bulan Ramadan 1441 H Tahun 2020 ini, RHS Centre juga telah membagikan takjil berbuka puasa, diupayakan, takjil itu setiap harinya di satu kecamatan.

“Kami juga membagikan takjil dan kami upaya akan berlangsung terus hingga akhir bulan Ramadan ini, minimal satu kecamatan setiap harinya," ungkap Chrismes Haloho.

Menurut Chrismes Haloho, Tim Center RHS telah membagikan 35 ribu unit masker dan sarung tangan di 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Simalungun.

Dampak dari  Covid-19 ini sudah sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat ini. “Semoga Covid-19 ini segera berlalu, agar kehidupan sosial masyarakat kembali normal. Sehingga tidak ada lagi pembatasan sosial dan rasa khawatir berlebih dari masyarakat ketika berinteraksi,” ujarnya.

Ditengah pandemic Covid-19, Tim, Relawan, Simpatisan RHS terus bergerak bersosialisasi dengan aksi sosial kepada masyarakat Kabupaten Simalungun pada khususnya. (Asenk Lee Saragih) 


Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.