. Krisis Malu yang Memalukan | BeritaSimalungun
Home » , , » Krisis Malu yang Memalukan

Krisis Malu yang Memalukan

Written By Beritasimalungun on Sunday, 26 July 2020 | 07:05

St Irjen Pol (P) Drs Maruli Wagner Damanik MAP dan Istri Tercinta Br Purba Pakpak.(IST)

Oleh: Wagner Damanik
Beritasimalungun-Tidak dapat dipungkiri kehilangan rasa malu dapat menghancurkan kedudukan seseorang, termasuk negeri ini. Kita tengah dilanda krisis malu sampai-sampai tidak tahu malu. 

Kondisi ini sering kita jumpai di tahun politik, orang tidak lagi merasa malu bertanya “Jelas do, Cair do, Wani piro? 

Masyarakat menganggap politik uang sudah paketan dengan Pilkada, artinya masyarakat taunya setiap tiba masa Pilkada pasti terima uang, padahal tindakan tersebut salah satu bentuk tindak pidana Pilkada. 

Hal ini juga terjadi pada tersangka kasus korupsi baik kepala daerah maupun Anggota DPR/DPRD ketika ditangkap dan digiring ke KPK masih mampu melambaikan tangannya sembari melempar senyum ke khalayak, seolah-olah tidak ada rasa malu, mereka mempertontonkan tindakan yang sangat memalukan.

Terlalu sedikit kita mau bercermin untuk melihat wajah rupa kita. Mochtar Lubis menyebutkan bangsa ini bersifat hipokrit alias munafik, enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, percaya pada takhayul dan berkarakter lemah. 

Pernyataan di atas, seharusnya kita bisa mengintropeksi diri agar tidak melakukan tindakan yang memalukan. 

Ingat !!! setiap tindakanmu akan berimplikasi kepada istri, anak dan keluarga. Terlampau mahal harga yang harus ditanggung oleh karena perbuatanmu sendiri, mereka yang akan menanggung malu.

Kita sepakat krisis malu yang memalukan ini merupakan penyakit yang harus dihilangkan. 

Oleh karena itu dibutuhkan pemimpin yang berintegritas dan berkarakter kuat, jauh dari tindakan “malu-maluin”. Pemimpin yang lahir dari proses yang memalukan, akan berpotensi kuat melakukan tindakan yang malu-maluin seperti apa yang dipertontonkan sekarang ini.

Sadari bahwasanya hidup ini hanya sementara, mari kita tobat bersama sesuai dengan lagu “Andai Ku Tahu” #SimalungunUnggul. (Penulis Adalah Calon Bupati Simalungun)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.