. ๐™†๐™ช๐™ฃ๐™Ÿ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ž ๐™‹๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ง๐™–๐™Ÿ๐™ž๐™ฃ ๐™๐™š๐™ฃ๐™ช๐™ฃ ๐™ƒ๐™ž๐™ค๐™ช, ๐™‚๐™š๐™—๐™ง๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™‹ ๐™‹๐™†๐™† ๐™†๐™–๐™—๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฉ๐™š๐™ฃ ๐™Ž๐™ž๐™ข๐™–๐™ก๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข ๐™ˆ๐™š๐™ก๐™š๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐˜ฝ๐™ช๐™™๐™–๐™ฎ๐™– | BeritaSimalungun
Home » , , , , » ๐™†๐™ช๐™ฃ๐™Ÿ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ž ๐™‹๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ง๐™–๐™Ÿ๐™ž๐™ฃ ๐™๐™š๐™ฃ๐™ช๐™ฃ ๐™ƒ๐™ž๐™ค๐™ช, ๐™‚๐™š๐™—๐™ง๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™‹ ๐™‹๐™†๐™† ๐™†๐™–๐™—๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฉ๐™š๐™ฃ ๐™Ž๐™ž๐™ข๐™–๐™ก๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข ๐™ˆ๐™š๐™ก๐™š๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐˜ฝ๐™ช๐™™๐™–๐™ฎ๐™–

๐™†๐™ช๐™ฃ๐™Ÿ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ž ๐™‹๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ง๐™–๐™Ÿ๐™ž๐™ฃ ๐™๐™š๐™ฃ๐™ช๐™ฃ ๐™ƒ๐™ž๐™ค๐™ช, ๐™‚๐™š๐™—๐™ง๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™‹ ๐™‹๐™†๐™† ๐™†๐™–๐™—๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฉ๐™š๐™ฃ ๐™Ž๐™ž๐™ข๐™–๐™ก๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข ๐™ˆ๐™š๐™ก๐™š๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐˜ฝ๐™ช๐™™๐™–๐™ฎ๐™–

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 8 June 2021 | 12:10

๐™†๐™ช๐™ฃ๐™Ÿ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ž ๐™‹๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ง๐™–๐™Ÿ๐™ž๐™ฃ ๐™๐™š๐™ฃ๐™ช๐™ฃ ๐™ƒ๐™ž๐™ค๐™ช, ๐™‚๐™š๐™—๐™ง๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™‹ ๐™‹๐™†๐™† ๐™†๐™–๐™—๐™ช๐™ฅ๐™–๐™ฉ๐™š๐™ฃ ๐™Ž๐™ž๐™ข๐™–๐™ก๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข ๐™ˆ๐™š๐™ก๐™š๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐˜ฝ๐™ช๐™™๐™–๐™ฎ๐™–.

Pamatangraya, BS-Tim Penggerak PKK Kabupaten Simalungun di bawah kendali Ibu Ratnawati Radiapoh Hasiholan Sinaga, terus melakukan inovasi dan kreasi dalam rangka menjaga dan melestarikan tenun hiou sebagai kekayaan budaya Kabupaten Simalungun.

Sebuah gebrakan yang patut diberi apresiasi yakni beliau terus melakukan kunjungan ke para pengrajin yang ada di Kabupaten Simalungun baru-baru ini.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk melestarikan karya seni budaya yang ada di Kabupaten Simalungun   dengan mencari dan mengunjungi para pengrajin yang nantinya akan menjadi instruktur pelatihan yang nantinya akan melatih para generasi muda Simalungun untuk pelestarian budaya." ungkap Ibu Ratnawati.

Hal itu dilakukan demi menanamkan rasa cinta dan rasa memiliki tenun hiou Simalungun bagi generasi muda sejak dini, karena menurutnya Simalungun memiliki karya budaya yang luar biasa.

“Ini upaya kita untuk melestarikan tenun hiou Simalungun, karena kalau tidak dilestarikan maka satu kali kelak tidak ada lagi tenun hiou, yang ada hanyalah hasil printing dari pabrik yang meniru keunikan motif tenun hiou Simalungun”, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para pengrajin juga memaparkan bahwa mereka dulunya pernah melatih 14 orang anak SMA tetapi setelah tamat dan sudah ada yang menikah, anak tersebut tidak melanjutkan kegiatan menenun. Dan untuk menghasilkan sebuah tenunan hiou biasanya dikerjakan dalam waktu kurang lebih 4 hari.

“Siswa mesti pintar menenun, untuk melestarikan warisan nenek moyang, selain melestarikan budaya tetapi berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif”, ungkap Ibu br Simarmata.

Beliau juga mengatakan bahwa hiou yang mereka buat pernah meraih juara pada ajang Festival Ulos yang dilaksanakan di daerah Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir.

“Besar harapan kami, Ibu selaku ketua PKK Kabupaten Simalungun dapat mensupport kegiatan kami dan jangan hanya sekadar hangat-hangat di awal saja. Kain tenun ini harus bisa kita lestarikan, ditambah lagi kami kemarin pernah menjadi Juara dalam Festival Ulos yang dilaksanakan di Kabupaten Samosir.”, terang Ibu br Simarmata.

Ibu Ratnawati br Sidabutar menjelaskan, bahwa budaya menenun harus dipertahankan dan dilestarikan karena dari sana juga bisa menghidupkan banyak orang.

“Tentu akan menghidupi para penenun itu sendiri, para pelaku ekonomi kreatif seperti pengusaha butik, designer, dan lainnya”, ungkapnya.

Karena itu, Istri dari Bupati Simalungun ini berkomitmen bahwa nantinya PKK bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pendidikan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membuka kelas tenun di sekolah-sekolah dan akan mempromosikan hasil hiou yang ditenun oleh para kaum muda. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan melestarikam budaya tenun yang hampir punah.(Didik S)






Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan โ€œMonumen Makam Hinalangโ€ (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun โ€œPatunggung Simalungunโ€
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.