. Rumah Roboh Tertimpa Pohon | BeritaSimalungun
Home » » Rumah Roboh Tertimpa Pohon

Rumah Roboh Tertimpa Pohon

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 28 June 2012 | 05:02

Empat Balita Selamat dari Maut
(Foto: Eko) ROBOH- Rumah Horas Simanjuntak yang roboh tertimpa pohon bambu dihantam hujan lebat dan angin kencang, Jumat lalu.(Foto: Eko) ROBOH- Rumah Horas Simanjuntak yang roboh tertimpa pohon bambu dihantam hujan lebat dan angin kencang, Jumat lalu.SIANTAR- Akibat hujan lebat disertai angin kencang Jumat lalu, rumah Horas Simanjuntak (50)-Magdalena boru Manalu (50) yang memiliki 11 anak roboh tertimpa pohon bambu yang tumbuh di samping rumahnya, di Jalan Damar Laut, Kelurahan Kahean, Siantar Utara. Empat anaknya nyaris kehilangan nyawa akibat robohnya rumah itu.

Kepada METRO, Senin (25/6) sekitar pukul 17.30 WIB, Magdalena yang bekerja sebagai pedagang buah musiman di bus, baru saja kembali dari Medan karena ada urusan keluarga. Merasa lelah selama perjalanan, Magdalena tidur pulas dan 4 orang anaknya yang masih balita. Sementara dua anaknya sedang bermain di luar rumah dan Horas, suaminya, sedang bekerja di terminal sebagai agen bus Tao Toba Indah jurusan Medan-Tarutung.

Awal hujan lebat itu turun, Magdalena juga tidak begitu mengetahui karena sudah pulas tertidur dimanjakan angin yang dingin. Namun tak lama kemudian dia terbangun untuk menghidupkan senter dan ditaruh di atas lemari pakaian. Sementara Horas beserta dua anaknya belum pulang. 

Magdalena pun melanjutkan tidurnya.
Tiba-tiba, sekira pukul 21.30 WIB, Magdalena mendengar suara benturan keras dan lampu senter sudah terguling akbiat tertimpa pohon bambu besar. Seketika itu juga Magdalena mencari keempat anaknya, yakni Manjur Roki ,Ebri dan Iman yang ikut tidur. Upaya pencarian pertama, dia hanya menemukan 2 anak dan langsung mendobrak dinding tepas rumahnya untuk mengeluarkan mereka.

Sementara yang dua lagi masih berada di dalam. Segera Magdalena menuju rumah RT Kahean Nelson Simanjuntak guna meminta pertolongan karena rumahnya sudah roboh tertimpa pohon. “Pak, tolong batu kami. Bambu di samping rumah kami roboh tertimpa pohon. Dua lagi anakku di dalam (rumah) sudah tidak tahu lagi bagaimana keadannya. Entah sudah meninggal, saya tak tahu,” ujar Magdalena dalam bahasa Batak.

Namun saat itu Nelson tak bisa membantu karena kandang ternak miliknya pun rusak dan ternaknya bermatian. Kesal permohonannya tak ditanggapi, Magdalena kembali ke rumahnya untuk mencari dua anaknya yang belum dia temukan sembari berteriak minta tolong. Namun tak seorang pun warga yang mendengar teriakan itu, mungkin karena suara hujan lebat disertai angin kencang itu.

Setelah kembali ke rumah yang sudah tertimpa pohon bambu itu, dia mencari dua anaknya. Setelah dicek, kedua anaknya itu sudah terjepit timpahan lemari pakaian. Magdalena pun berupa sekuat tenaga menarik keduanya keluar sambil berdoa meminta pertolongan.

Sejurus kemudian, api berkobar dari dalam rumahnya yang menjilat kain kering di lemari. Namun akhirnya dia berhasil menemukan dua anaknya tersebut dan mengantarkan mereka ke rumah A Sihotang, Jalan Damar Laut, Kelurahan Kahean, Siantar Utara, yang letaknya di atas rumah mereka. Di sana dia minta tolong agar keempat anaknya dapat tinggal sementara di sana.

Magdalena kembali lagi ke rumah itu, berupaya mematikan api yang menyala di dalam rumah dengan cara menyiram menggunakan ember. Tidak lama kemudian api padam. Namun, rumah dan seisinya rusak parah.
Atas kejadian ini, pasangan suami istri (pasutri) ini mengharapkan kepada pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pematangsiantar untuk memberikan bantuan kepada mereka yang tertimpa bencana.

Sementara Lurah Kahean J Silitonga mengatakan, setelah mendapat kabar bahwa rumah Horas Simanjuntak roboh tertimpa pohon bamboo, dia langsung menugaskan pegawainya mengecek kondisi rumah tersebut. Hanya saja ketika para pegawai kelurahan mendatangi rumah itu, yang bersangkutan sedang tidak berada di sana. (MSC)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.