. Surat Terbuka Untuk Radio Mora Sumut Soal Hilangnya Lembu Dari Tahanan Pengamanan PTPN IV Unit Kebun Mayang | BeritaSimalungun
Home » » Surat Terbuka Untuk Radio Mora Sumut Soal Hilangnya Lembu Dari Tahanan Pengamanan PTPN IV Unit Kebun Mayang

Surat Terbuka Untuk Radio Mora Sumut Soal Hilangnya Lembu Dari Tahanan Pengamanan PTPN IV Unit Kebun Mayang

Written By GKPS JAMBI on Saturday, 26 July 2014 | 09:44

Crew Radio Mora Sumut Bung JP dan Silver Silalahi sat singgah di Jambi usai bertolak dari Bandung-Jabar menuju Kota Siantar, Jumat 27 Juli 2014. Foto Asenk Lee Saragih.

KRONOLOGIS PENANGKAPAN SAMPAI HILANGNYA LEMBU SAYA DARI DALAM TAHANAN PENGAMANAN PTPN IV UNIT USAHA KEBUN MAYANG

Kepada YTH :Radio Mora FM
Nama saya : M.Parulian Doloksaribu
Alamat : Raja Maligas Dua, Kecamatan Hutabayu, Kabupaten Simalungun

Tanggal 15 maret 2014 pada pukul 20:15 Wib , lembu saya ditangkap oleh centeng afdeling 1 (satu) PTPN IV Unit usaha kebun mayang sebanyak 4 ekor diblok 011 afdeling 1 mayang karena masuk ke pinggiran tanaman Muda . Nama centeng yang menangkap lembu saya tersebut adalah :
             1. J.Sihombing (Danru)
             2. B. Purba
             3. M. Tambunan

Begitu lembu saya mereka (centeng) , j.sihombing langsung menelfon saya malam itu juga agar saya datang ke tempat penangkapan lembu saya yaitu diblok 011 dan saat itu J.sihombing meminta kepada saya agar damai dilapangan saja " bayar aja sama kami dendanya hari ini Rp 100.000/ekor x 4 = Rp 400.000 . karena bila nanti masalah ini sampai kekantor Papam , maka kau dikenakan denda Rp 300.000/ekor x 4 = Rp 1.200.000 " . 

Saat itu saya menolaknya dan menyarankan kepada J.sihombing agar lembu saya di bawak saja kekantor Papam dan suatu saat saya ada uang , pasti lembu ini akan saya tebus . Walaupun saya katakan Tidak , J.sihombing tidak habis akal dan menurunkan harga damai dari Rp 100.000/ekor menjadi Rp 50.000/ekor tetapi saya tetap menolaknya serta menyarankan agar lembu saya dibawak saja kekantor papam . Lalu saya meninggalkan mereka malam itu bersama lembu saya diblok 011 .
Pada tanggal 16 maret 2014 pada pukul 07:30 Wib saya mendatangi kantor Papam untuk melihat apakah lembu saya benar mereka antarkan kekantor Papam , tetapi lembu saya tidak ada sampai kekantor Papam . Lalu saya coba melihat lembu saya ke blok 011 tempat terjadinya penangkapan lembu saya malam itu tetapi lembu saya tidak juga saya temukan . 

Saat iti juga saya langsung menelefon J.sihombing untuk menanyakan dimana lembu saya , J.sihombing dengan santai mengatakan kepada saya " bukan urusanku mengangon lembu mu " sambil menutup telfonnya . Walaupun begitu saya coba cari terus dimana lembu saya dengan cara mengelilingi kebun afdeling 1 mayang tetapi tetap juga saya tidak menemukan lembu saya .
Pada tanggal 18 maret 2014 pukul 16:00 Wib saya menemukan lembu saya diblok 011 afdeling 1 mayang . Tetapi saat itu saya heran dan bingung kenapa lembu saya tinggal 3 ekor dan hilang 1 ekor , padahal lembu saya tidak mau berpisah yang artinya sudah satu group . 

Saat itu saya telefon J.sihombing untuk menanyakan mengapa lembu saya cuma ada 3 ekor dan kemana yang satu ekor lagi , tetapi jawaban J.sihombing tidak bisa diajak bicara dan dua hanya mengatakan " bukan urusanku mengangon lembumu " . Walaupun begitu saya tidak putus asa dan saya terus mencari lembu saya yang satu lagi sambil juga saya umbar saja lembu saya yang 3 ekor lagi dengan harapan manatau lembu saya bisa jumpa dengan temanya dan bisa kumpul jadi satu group lagi .
Tanggal 22 maret 2014 belum lagi saya temukan lembu saya yang hilang 1 ekor lagi , J.sihombing bersama security PTPN IV Unit Usaha kebun mayang kembali lagi menangkap lembu saya yang 3 ekor lagi yang kata J.sihombing lembu saya masuk ke areal tanaman muda . Saat lembu saya kembali ditangkap mereka , salah seorang dari mereka menelfon saya untuk datang ke lokasi penangkapan lembu saya dengan maksud damai di tempat . Tetapi ajakan damai melalui telefon dari mereka tidak saya tanggapi karena saya sudah trauma melihat mereka . 

Pada malam harinya saya mendatangi kantor Papam untuk melihat apakah lembu saya yang 3 ekor benar2 mereka amankan dan ternyata benar bahwa lembu saya yang 3 ekor saat itu sudah diamankan dan di tahan di dalam areal pekarangan PKS PTPN IV Unit Usaha Kebun Mayang yang dikelilingi tembok dan satu pintu keluar masuk melalui pos security dalam arti apabila saya sudah punya uang , saya sudah bisa tebus dendanya sesuai peraturan perusahaan .
Baru saja beberapa hari lembu saya berada di dalam areal PKS PTPN IV Unit usaha kebun mayang yang dalam pengawasan security , lembu saya kembali lagi hilang satu dari dalam areal PKS kebun mayang dan saat itu lembu saya jadi tinggal 2 ekor lagi . Saya heran bagaimana mungkin lembu saya bisa hilang dari pengawasan security dengan tembok keliling setinggi 2 Meter ? . Saya pun sudah cek ke kolam limbah manatau masuk kedalam tetapi bangkai nya pun tidak ada ? . 

Saat itu saya tanyai security yang jaga pos tetapi si security mengatakan tidak tau . Lalu saya menjumpai Papam PTPN IV unit usaha kebun mayang yang bernama Sumitro menanyakan kenapa lembu saya tinggal 2 ekor padahal saya mau tebus berapa semua dendanya tetapi lembu saya saat itu ditangkap ada 3 ekor dan pulang harus 3 ekor juga ? , lalut Papam ( Sumitro ) mengatakan kepada saya " coba cari dulu diluar , manatau lembumu keluar " . Mendengar jawaban papam saya jadi tambah bingung , bagaimana mungkin lembu saya bisa keluar satu ekor saja kenapa tidak semua ? Sementara pintu keluar masuk hanya melalui pos palang security ? . Walaupun begitu saya ikutin anjuran papam untuk mencari di luar manatau memang benar lembu saya bisa keluar sendiri .
Belum lagi dapat lembu yang hilang pertama dan yang dari dalam PKS , beberapa hari kemudian saya mendapat kabar dari teman bahwa lembu saya yang 2 ekor berada didalam PKS bahwa salah satunya kepala lembu saya koyak dan berdarah-darah sampai bau bangkai dan saya pun bergegas dari rumah untuk melihat pastinya keadaan lembu saya , ternyata benar bahwa lembu saya dalam keadaan terikat ke batang pohon sawit dan kepala induk lembu saya robek keliling sampai bau bangkai . 

Saya tanya kepada security yang jaga pos kenapa lembu saya bisa begini ? Si security marga hutapea mengatakan " saya tidak tau kenapa bisa begitu , yang saya tau lembumu sudah 3 hari terikat disitu " . Saya jadi berpikiran bahwa ada kesengajaan untuk mematikan lembu saya , walaupun begitu saya beri minum banyak lembu saya serta memutuskan talinya . 

Esok harinya saya menjumpai Papam menanyakan " bagaimana Pak sekarang status lembu saya yang hilang dari dalam PKS ini dan bagaimana kepala lembu saya bisa robek begini ? Pokoknya Sekarang saya mau tebus semua lembu saya " . Papam dengan santainya mengatakan kepada saya " silahkan aja lapor ke polisi , saya tidak takut " . Saya pun berpikir 2 kali untuk mengikuti jawaban papam , dengan harapan mungkin bapak ini pas lagi banyak masalah jadi mengatakan begitu makanya saya tunggu manatau ada niat baik .
Namun ternyata semuanya jauh dari harapan , harapan saya papam ada niat baik . Tetapi harapan saya terbalik karena beberapa hari kemudian saya mendapati bahwa lembu saya yang sisa 2 ekor lagi yang masih berada didalam areal PKS PTPN IV unit kebun mayang kembali lagi hilang semuanya dan saya tidak tau kemana . 

Apakah mungkin ini permainan mereka untuk membuat saya bingung agar mereka bisa menggelapkan dan menjual semua lembu saya karena baru2 ini saya mendengar bahwa security dan centeng Perkebunan PTPN IV Unit kebun mayang ketahuan massa bahwa keduanya mencuri lembu warga parbutaran di afdeling 4 PTPN IV unit usaha kebun mayang dan sampai saat ini masih diproses di kantor Polisi Sektor Bosar Maligas .
Pada tanggal 11 Juni 2014 saya berniat membuat pengaduan masalah lembu saya yang hilang ke kantor Polisi sektor Bosar maligas , tetapi laporan saya ditolak mentah2 oleh petugas Polsek Bosar Maligas bahkan yang membuat saya bingung sampai saat ini.

Saat itu juga waktu dikantor Polsek Bosar Maligas , saya di fitnah oleh Personel Polsek bosar maligas yang bernama lolorio Panjaitan yang mengatakan  saya hanya mau mengadu domba Polisi dengan Pihak perkebunan " anda jangan coba-coba mengadu domba polisi dengan pihak perkebunan , karena baru saja saya telefon Papam kebun mayang yang mengatakan bahwa lembumu tidak ada hilang bahkan sekarang masih di dalam areal Pabrik mayang " .
Sampai saat ini saya bingung mau mengadukan kemana masalah lembu saya ini , karena orang Polsek bosar maligas berani mengatakan bahwa lembu saya tidak hilang . Padahal sampai detik ini juga lembu saya benar-benar sudah tidak ada lagi dan hilang semuanya dari pengawasan security PTPN IV unit usaha kebun mayang . 

Beberapa kemudian Saya coba telefon lolorio panjaitan untuk mengatakan mana ada lembu saya dipabrik tetapi pihak polsek bosar maligas itu mengatakan kembali kepada saya " kalau memang tidak ada lembu mu disitu , buat aja pengaduanmu kekantor ". Saya jadi curiga melihat semua ini , saya jadi berpikir kembali apakah ada rencana lain mereka ini kepada saya ? . 

Saya mohon kepada Radio Mora maupun teman-teman pendengar Radio Mora kiranya dapat membantu saya dalam menghadapi masalah lembu saya ini , karena cuma ini harta saya dan cuma ini juga yang saya harapkan nantinya untuk saya jadikan simpanan agar nantinya saya bisa menyekolahkan anak-anak saya . Terimakasih
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.