. Selingkuhi Bendahara Gereja, Pendeta di Bekasi Dibui 6 Bulan | BeritaSimalungun
Home » » Selingkuhi Bendahara Gereja, Pendeta di Bekasi Dibui 6 Bulan

Selingkuhi Bendahara Gereja, Pendeta di Bekasi Dibui 6 Bulan

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 21 October 2014 | 20:05

BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-Tokoh agama yang seharusnya memberikan suri teladan bagi ummat malah sebaliknya. Seorang pendeta di Bekasi, AAP (55), menyelingkuhi bendahara gereja LS. AAP pun harus mendekam di bui selama 6 bulan.

Kasus bermula saat AAP dipercaya menjadi pendeta di Tambun, Bekasi, pada 1996. Di waktu yang sama, LS juga diangkat menjadi bendahara gereja. Dalam perjalanannya, komunikasi AAP dan LS tidak hanya berjalan secara profesional, tetapi juga melibatkan perasaan sehingga AAP menyatakan jatuh cinta kepada LS. Padahal AAP telah beristrikan EL yang dinikahinya pada 1989.

Cinta terlarang itu membutakan AAP dan LS dan mengesampingkan moral yang harus mereka junjung. Pada November 2006, mereka chek in di sebuah hotel di Bekasi dan terjadilah perbuatan ilegal tersebut.

Ternyata perbuatan itu dilakukan berulang-ulang. Berdasarkan kuitansi pembayaran hotel, mereka tidur satu kamar di hotel pada 25 Juni 2007, 31 Juli 2007, 8 Februari 2007, 2 Maret 2007, 14 Mei 2007. Hal itu diulangi pada 2008 selama dua kali dan pada 2009 selama dua kali.

Istri yang curiga dengan perilaku suaminya lalu mencari jejak perselingkuhan AAP. Setelah didapati bukti-bukti check in hotel, sang istri lalu mempolisikan AAP. Untuk mendesak proses penyidikan, sang istri juga mengantongi surat dari Komnas HAM untuk mempercepat kasus itu.
Pada 1 Maret 2011, Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menjatuhkan hukuman kepada AAP selama 5 bulan penjara. Hukuman ini diperberat menjadi 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung pada 19 Maret 2012. Atas vonis itu, AAP lalu kasasi tapi kandas.

“Tidak dapat menerima permohonan kasasi," putus majelis sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (21/10).


Duduk sebagai ketua majelis Dr Zaharuddin Utama dengan anggota Dr Dudu Duswara Machmudin dan Dr Sofyan Sitompul. Dalam putusan yang diketok pada 12 Februari 2013 itu, mereka menjelaskan tidak bisa menerima kasasi karena berdasarkan UU MA, perkara pidana yang ancamannya maksimal 1 tahun penjara tidak bisa diajukan kasasi. Adapun perkara pidana a quo (pasal perzinaan) diancam pidana penjara paling lama 9 bulan penjara.(dtk/lee)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.