. Jalan Nanggaraja-Rakut Besi Rusak Parah, Warga Sebut Bupati Simalungun "Sontoloyo" | BeritaSimalungun
Home » , » Jalan Nanggaraja-Rakut Besi Rusak Parah, Warga Sebut Bupati Simalungun "Sontoloyo"

Jalan Nanggaraja-Rakut Besi Rusak Parah, Warga Sebut Bupati Simalungun "Sontoloyo"

Written By Beritasimalungun on Monday, 6 July 2015 | 12:20

03-07-2015-all_bown-0006
Jalan penghubung Desa Nanggaraja menuju Desa Rakut Besi, Nagori Siboras, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun rusak parah. IST
BERITASIMALUNGUN.COM, Silimakuta-Jalan penghubung Desa Nanggaraja menuju Desa Rakut Besi, Nagori Siboras, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun rusak parah. Kondisi ini menyebabkan jarak tempuh jadi lambat yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit menjadi 45 menit. Karena emosional warga menyebut Bupati Simalungun JR Saragih "Sontoloyo" selama 5 tahun.

Pantauan sepanjang jalan terdapat puluhan titik kubangan air memenuhi badan jalan. Tidak hanya itu, ratusan titik jalan berlubang dan batu berdiameter 10-20 cm juga berserak di badan jalan layaknya jalur motocross. Bahkan jumlah titik jalan yang berlubang sudah tidak terhitung lagi.

Kondisi ini membuat jalan menuju desa tersebut menjadi sulit untuk dilewati kendaraan bermotor, sehingga dari  Saribudolok menuju desa tersebut semestinya bisa ditembuh dengan waktu 20 menit menjadi 45 menit.

Sementara itu, warga setempat mengharapkan kepada pemerintah agar jalan itu segera diperbaiki. Sebab, jalan ini merupakan jalan utama bagi warga desa untuk beraktifitas sehari-hari, khususnya untuk mendukung roda perekonomian.

“Jika jalan rusak seperti ini kami tidak bisa beraktifitas. Terlebih saat hari hujan. Pengangkutan hasil tani kami menjadi terganggu. Selain itu, yang kami sedihkan kalau hari hujan, kami sulit untuk mendapatkan angkutan umum,” jelas Sahdan Girsang, Hermand Sipayung, dan Crispo Sipayung di Desa Rakut Besi. 

Akses jalan sepanjang 6 kilometer tersebut sudah sejak 10 tahun lalu belum pernah tersentuh pembangunan. Padahal jalan tersebut menjadi jalur alternatif terdekat warga dari beberapa desa lainnya menuju Saribudolok.

Ironisnya, untuk mengangkut hasil pertanian ke Pasar STA Saribudolok, mereka harus berkeliling melewati Tigaraja lantaran jalan tersebut sudah rusak parah. Sehingga harus memakan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan melintasi jalan dari Rakut Besi menuju Desa Nanggaraja untuk sampai di Pasar STA Saribudolok.

“Untuk memasarkan hasil pertanian, kita terpaksa melewati jalan menuju Tigaraja. Otomatis biaya pun bertambah,” tambah mereka. Bahkan, sambung Sahdan, meski kondisi jalan sangat buruk, namun masih banyak warga yang tetap menggunakan jalan tersebut untuk mempercepat penjualan hasil pertanian sampai di pasar.

Masyarakat berharap agar Pemkab Simalungun melalui dinas terkait untuk segera memperbaiki ruas jalan. “Makin lama dibiarkan seperti itu, kondisi jalan akan semakin buruk dan otomatis akan memutus hubungan ekonomi di daerah ini,” tandasnya.

Jembatan di Silinduk Butuh Pembatas Jalan


Sementara itu, masyarakat Nagori Silinduk, Kecamatan Tapian Dolok mengeluhkan hal berbeda. Masyarakat mengeluhkan jembatan yang belum memiliki pembatas jalan.


Andre, salah seorang warga mengatakan, belum adanya pembatas jembatan dikhawatirkan bisa berdampak buruk terhadap masyarakat. Apalagi, kawasan tersebut cukup rawan dan belum disertai penerangan jalan.

“Memang belum ada korban. Tapi, kalau bisa dipasanglah pembatasnya. Karena di bawah jembatan itu ada irigasi persawahan,” ucapnya.

Pengamatan menunjukkan, kondisi jembatan sepanjang kurang lebih dua meter dan lebar dua meter tersebut belum disertai pembatas dan penerangan. Selain itu, kondisi jalan didekat jembatan juga rusak. Sayang, Kadis PU Bina Marga Simalungun J Gurning belum memberikan keterangan terkait kondisi ini. Sebab, telepon seluler bersangkutan sedang tidak aktif. (MSC)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.