Info Terkini

10/recent/ticker-posts

JANGAN BIARKAN HATIMU BERDUKA

TELUK DANAU TOBA HARANGGAOL TANPA KERAMBA IKAN.
Pekerjaan paling sulit adalah membuat hati "suka cita" sepanjang hari. Tidak meyalahkan orang lain, dan selalu menginspirasi, menjadi berkat bagi yang lain.

Gubernur belum tentu lebih mudah merasakan suka cita dari tukang becak. Whitney Houston, penyanyi tenar, dan kaya sulit memperoleh suka cita, dan mati di kamar mandi karena kelebihan dosis obat.

Banyak artis kaya, orang miskin yang bunuh diri, karena mereka larut dalam duka citanya, tidak peduli dan mau belajar suka cita.

Suka cita datang dari dalam hati. Bukan karena pengaruh hal-hal yang tampak, tetapi dari hal-hal yang tidak bisa diraba dengan tangan, dilihat dengan mata dan didengar oleh telinga. Kaya, miskin, tenar akan menghadapi kesulitan yang sama meraih suka cita.

Itulah harta paling berharga dalam hidup, menurut Hellen Keller, tokoh berpangruh dunia, seorang yang buta dan tuli sejak usia 19 bulan.

Jagalah hatimu, jangan biarkan berduka. Karena hanya orang yang bersuka cita yang mampu memberi suka cita kepada orang lain.

Ketika Anda tidak bersuka cita, maka sekeliling Anda akan tertular, dengan apa yang Anda rasakan.

Dampak lebih buruk: Anda akan merasakan dua kali duka cita. Dari diri Anda dan sekeliling Anda. Tidak mampu menghagai diri, apalagi menghargai orang lain. Anda akan tersisih dari lingkungan, merasa sendiri di tengah keramaian.

Bersuka citalah dalam segala hal, kejarlah harta yang paling berharga itu,

"Hadapilah masalah hidup dirimu dan akuilah keberadaannya, tetapi jangan biarkan dirimu di kuasainya. Biarkanlah dirimu menyadari adanya pendidikan situasi berupa kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna" (Hellen Keller).

Kalau tidak menyadari pendidikan situasi (kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna), maka ketika Anda memperoleh Rp 1 miliarpun, sukacitanya hanya dua menit: saat mendengar Anda memperoleh Rp 1 miliar.

Ketika Anda memenangkan Pilkada (Gubernur, Bupati atau Walikota) sukacitanya hanya saat pengumuman menang, karena selebihnya, Anda pening,kalau tidak mampu mengalami pendidikan situasi keberadaan Anda.

Hellen Keller, orang yang tuli dan buta, sejak usia 19 bulan senantiasa belajar dari situasi. Mampu memaknai cacat (kekurangannya) sebagai anugerah.

Dia bisa bangkit dan menjadi PENULIS, AKTIVIS POLITIK, DOSEN, ADVOKAT bagi disabilitas, dan pembicara yang suaranya didengar dunia.

Keberadaan kita adalah anugerah Tuhan, bersyukurlah, bersuka citalah dalam segala hal, pancarkanlah itu kepada orang lain. Tidak mudah tentunya. Pendidikan situasi yang terus menerus! (Jannerson Girsang)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments