. MENCOBLOS DENGAN RASA PESIMIS DAN TRAUMA | BeritaSimalungun
Home » , » MENCOBLOS DENGAN RASA PESIMIS DAN TRAUMA

MENCOBLOS DENGAN RASA PESIMIS DAN TRAUMA

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 9 December 2015 | 12:33


"Doaku: Semoga Coblosanku Bukan Koruptor!"
Hanya lima belas menit!

Menyusuri jalan aspal yang mulus ke TPS, mendaftar, mencoblos, celup kelingking ke tinta yang disediaKan, pulang. Itulah salah satu kegiatan kami hari ini, penentu nasib kota Medan lima tahun mendatang.

Saya agak pesimis dan trauma dalam Pilkada kali ini, Muncul bayangan Pilkada sepuluh tahun lalu. Kami begitu bersemangat memilih, lantas beberapa tahun kemudian, menyaksikan walikota kami masuk penjara.

Lantas 2010, kami ke TPS, meninggalkan pekerjaan. Nggak sampai dua tahun berkuasa, walikota yang kami pilih, masuk penjara lagi.
Memasuki TPS saya agak trauma.

"Apakah walikota yang kupilih, korupsi juga dan nanti masuk penjara?".

Saya tidak banyak berharap perbaikan signifikan bagi kota ini dengan terpilihnya kedua pasangan walikota Eldin Akhyar dan Ramadan-Eddi Kusuma ini.

Bahkan pasangan Ramadhan-Eddie Kusuma tidak bisa ikut memilih di kota Medan. Mereka tidak terdaftar sebagai pemilih tetap di kota ini.

"Karena belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), dipastikan Pasangan calon Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma tidak akan mencoblos besok di Pilkada Walikota Medan" seperti diberitakan Pos Kota.

Untuk mengurus administrasi dirinya saja mereka tidak peduli.
Dua kali kami memilih Walikota Medan, dua kali pula terpilih koruptor dan dua-duanya masuk penjara.

Dua walikota "koruptor" dan mantan penghuni Hotel Pro Deo (penjara) itu adalah Abdillah (2005-2010) dan Rahudman Harahap (2010-2015).

Semoga dalam Pilkada ketiga ini, kami bisa memilih Walikota yang "nggak usah muluk-muluklah". Jangan masuk penjara ajapun sudah syukur.

Tuhan memberkati semua pemilih dan kedua pasangan Walikota.
Siapapun yang terpilih, kami berpesan: "JANGAN KORUPSI". Hanya itu saja. (Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.