. SETYA NOVANTO MUNDUR: "HAPPY ENDING," KATA KETUA SIDANG MKD | BeritaSimalungun
Home » , » SETYA NOVANTO MUNDUR: "HAPPY ENDING," KATA KETUA SIDANG MKD

SETYA NOVANTO MUNDUR: "HAPPY ENDING," KATA KETUA SIDANG MKD

Written By Beritasimalungun on Thursday, 17 December 2015 | 07:43

GOOGLE
BERITASIMALUNGUN.COM-"Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth" (Buddha). Tiga hal yang tidak bertahan lama tersembunyi: matahari, bulan dan kebenaran.

Sepandai-pandai Setya Novanto dan kelompoknya berkelit atas pelanggaran etika yang dilakukannya, ternyata kandas juga hari ini.
"Sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat jatuh juga," demikian pepatah populer yang saya pelajari dalam pelajaran bahasa Indonesia ketika di Sekolah Dasar!

Membela kebohongan tidak pernah menang! Meski itu dilakukan oleh penguasa berpengaruh dan orang banyak duit.

Kita menjadi semakin yakin bahwa uang yang berjibun, tidak serta merta mendapat dukungan. Manusia Indonesia makin rasional. Sudah mulai mampu membedakan yang baik dan yang buruk.

Punya kuasa, punya uang jangan sombong dan seenaknya melakukan sesuatu yang melanggar etik.

Hari ini, jutaan rakyat Indonesia yang mengikuti persidangan MKD menunggu hasil dengan waswas. Rakyat sempat meragukan MKD tidak netral, masuk angin karena persidangan yang penuh kontroversi!

Akhirnya, hari ini jawabannya jelas.

Setya Novanto, "orang kuat di Indonesia" versi Donald Thrump, hari ini *Rabu, 16 Desember) mengundurkan diri dari Ketua DPR RI.

Pengunduran diri itu dilakukannya di tengah keputusan akhir MKD soal kasus papa minta saham. Bunyi suratnya seperti dikutip media adalah sebagai berikut.

"Sehubungan dengan perkembangan pengaduan pelanggaran etika di Mahkamah Kebenaran DPR RI. maka untuk menjaga harkat dan martabat DPR RI serta menjaga serta kehormatan DPR RI dan menciptakan ketenangan masyarakat, dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPR RI periode keanggotaan 2014-2019.

Demikian pengunduran diri ini saya buat dengan tulus. Semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara dan rakyat Indonesia".

Pengunduran diri Setya Novanto tentunya sangat menggembirakan masyarakat Indonesia yang cinta kebenaran. ingin clean government, yang bukan hanya cinta uang, tanpa peduli martabat dan kehormatan.

"Memenuhi harapan masyarakat" kata Jusuf Kalla.

"Keadaan menjadi lebih tenang," ujar Luhut Panjaitan.

"Perselingkuhan antara legislatif dan eksekutif jangan terus berlangsung" kata Faisal Akbar, anggota MKD yang dipecat menjelang putusan akhir terhadap Setya Novanto.

"Pengakuan kekalahan" kata Yunarto Wijaya, pengamat politik dalam wawancara di Metro TV malam ini.

Happy Ending!. itu menurut Ketua Sidang MKD yang menutup sidang dengan mangatakan: "Baik, terima kasih untuk rekan-rekan media atas peliputannya, dan kita berakhir dengan happy ending. Alham...du...lillah," disambut oleh para awak media, mengikuti suara ketua sidang.

Cuma rakyat masih bertanya bagaiman Reza Khalid, teman Setya Novanto dalam pertemuan segitiga dalam rekaman Papa Minta Saham.

Pria yang dikenal sebagai raja minyak, dan dijadikan saksi oleh MKD dalam kasus ini, menurut pemerintah, lari ke luar Indonesia. Dan mengabaikan panggilan MKD dalam sidang.
Mungkin ingin bebas dengan caranya sendiri.

Tentu dia juga kaget, karena selama ini Reza dijuluki orang tidak tersentuh hukum. Tapi, kali ini dia kena batunya!
Ketika wartawan bertanya tentang Reza, Kapolri menjawab: "Posisinya sebagai apa?".

Artinya dia masih bisa lolos dalam sidang etik. Rakyat berharap, kasus ini tidak hanya soal etik saja, dan kalau ada unsur pidananya agar ditindaklanjuti.

Rakyat tentu berharap Kejaksaan Agung dan Kepolisian bekerjalah dengan tulus, tanpa tekanan, tanpa kepentingan, kecuali kepentingan bangsa Indonesia. 

Kasus Setya Novanto memberi pelajaran yang sangat berharga bagi bangsa ini. Sekali lagi, "Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth" (Buddha). (Jannerson Girsang)
SETYA NOVANTO MUNDUR: "HAPPY ENDING," KATA KETUA SIDANG MKD
Share this article :

Post a Comment

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.