}); Berpikir 21 Kali Memilih JR Saragih | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Berpikir 21 Kali Memilih JR Saragih

Berpikir 21 Kali Memilih JR Saragih

Written By Beritasimalungun on Sunday, 7 February 2016 | 22:17

Eks Pasar Los Saribudolok yang dibongkar oleh JR Saragih dan kini masih terbengkalai tanpa diketahui peruntukan lahan ini. gambar diabadikan 30 Desember 2015. Foto Asenk Lee Saragih.

BERITASIMALUNGUN.COM-Kepemimpinan JR Saragih sebagai Bupati Simalungun Periode 2010-2015 sudah berakhir Oktober 2015 lalu. Kini pada Pilkada tertunda Simalungun JR Saragih kembali ikut sebagai peserta Pilkada Simalungun yang akan dilaksanakan Rabu 10 Februari 2016. Pilkada Simalungun seyogyanya dilaksanakan bersama Pilkada Serantak 9 Desember 2015 lalu, namun karena calon Wakil Bupati pendamping JR Saragih Ir Amran Sinaga ternyata sebagai terpidana 4 tahun penjara oleh Vonis MA.

Namun demikian, dengan berbagai upaya yang dilakukan JR Saragih, akhirnya pasangan mereka diikutsertakan lagi pada Pilkada susulan, walau sebelumnya KPU telah mencoret mereka dari peserta Paslon Pilkada Simalungun.

Sebelum melakukan pencoblosan Rabu 10 Februari 2016, setidaknya pemilih berpikir 21 kali untuk mencoblos JR Saragih. Setidaknya catatan dibawah ini membuka mata pemilih Pilkada Simalungun untuk menentukan pilihannya kepada JR Saragih.
Ini catatan “kejahatan” Kebijakan JR Saragih saat menjabat sebagai Bupati Simlaungun.

1.Keuangan Pemda APBD Simalungun T.A 2013 hasil pemeriksaan BPK , Disklamer (di tolak).

2.Keuangan Pemda APBD Simalungun T.A 2015 utang Rp 430 miliar.

3.Aset kantor bupati yang baru di bangun di Raya, tanah + 5 HA diberikan kepada Kodim seharga Rp 50 M tidak ada persetujuan DPRD.

4.Aset EX kantor bupati, kantor DPRD, kantor" dinas di Jalan Asahan di kontrakkan kepada STTC selama 30 tahun tanpa persetujuan DPRD.

5.Tanah di Sianak-anak Kecematan Nagori Dolok seluas 8000 + HA, diberikan kepada TNI tanpa persetujuan DPRD.

6.Membangun Bandara dari dana APBP Rp 50 miliar, namun gagal habis, tidak berhasil.

7.Kantor Bupati Simalungun di pindahkan ke depan ruko, hotel, sekolah, aula JR Saragih untuk kepentingan usaha kelompoknya sendiri. Dengan alasan pembangunan/ibukota kabupaten data ruang pembangunan dirubah sendiri tanpa persetujuan DPRD.

8.Pekan Seribudolok dirubah dan dipindahkan untuk kepentingan pribadi usahanya dan untuk memajukan sekolahnya. Pembangunan sekolah2 nya seluas 7 HA 100 lokal telah dibangun di kaki gunung Singgalang.

9.Harta JR Saragih selama 5 tahun “mencuri” di Simalungun Rp 1 triliun memiskin kan Simalungun.

10. JR Saragih menang PTTUN dan MA ada indikasi menyuap.

11.Amran Sinaga terpidana selama 4 tahun akan di tangkap.

12.Maksud JR Saragih mengambil Amran Sinaga jadi pasangan nya, biar Amran ditangkap usai Pilkada dan dia main tunggal kembali. Karena NURIATI DAMANIK selama 5 tahun tidak diberikan kewenangan.

13.Jangan pilih koruptor dan terpidana JR Sragih dan Amran Sinaga.

14. Jr JALAN RUSAK SEMUA kecuali RAYA dari 31 kecamatan.

15.Pergantian SKPD Semaugue.

16.Pergantian kepala sekolah suka-suka.

17.Pengadaan HONOR 15000 ribu orang tersendat anggaran, gaji honor 1.500.000 /perbulan ,perbulan mengeluarkan anggaran 22.500.000.000 sementara dia mendapatkan keuntungan dari masuk nya tenaga honorer 10-25 juta x 15000 orang. 150.000.000.000. Tapi anggara dari honorer tersebut ludas juga dimakan.

18.Perusak Gunung.

19.Perusak hutan.

20.Gaji sertifikasi Guru sering Macet.

21.Kepemimpinan selama 5 tahun disebut otoriter.


AYO BAPAK" DAN IBU" JANGAN PILIH JOLMA RAKUS DAN SEORANG TERPIDANA PILIHLAH CALON BUPATI YANG BISA MENGAYOMI BERSERTAKAN VISI DAN MISI. (Berbagai Sumber/Lee) 
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

9 February 2016 at 10:01

Kepada penulis dan sumber penulisan.
"Jika memang betul beliau melakukan tindakan yg disebut diatas, laporkan saja kepada pihak yg berwajib supaya dilakukan pemeriksaan, dan kalau terbukti beliau bisa ditindak tetapi apabila anda tidak bisa membuktikan, apakah anda siap digugat balik atas dasar pencorengan nama baik?"
Di negara kita memang bebas mengemukakan pendapat tetapi bukan berarti asal berbicara apalagi memfitnah.

Post a Comment