}); BUNTU MENULIS (?) | BeritaSimalungun
Home » » BUNTU MENULIS (?)

BUNTU MENULIS (?)

Written By Beritasimalungun on Thursday, 31 March 2016 | 16:41

Jannerson Girsang dan Istri

"Saya tekun dan disiplin menulis setiap hari, sehingga lancar menulis. Walau hasilnya tidak sebaik atau sepopuler penulis terkenal. Tidak sehebat para guru besar idola saya seperti pak Albiner Siagian, atau Posman Sibuea. atauGuru Etos Jansen Sinamo yang tulisan-tulisannya banyak menghiasi media nasional dan menulis buku-buku yang dibaca banyak orang.

Saya tidak peduli itu!. Saya menulis karena saya senang menulis.Lagi pula, seandainya tidak menulis, banyak orang sudah melupakan saya. Dengan menulis, makin banyak orang yang menganl dan mengingat saya.

Saya menulis topik apa saja, hal-hal yang meresahkan hati, menginspirasi yang muncul setiap saat. Sebab, dengan menulis saya sedang menenangkan hati saya, menciptakan keabadian, sesuatu yang dapat dibaca dan bermanfaat bagi orang sepanjang masa. Bukankah itu upah terbesar selama kita hidup?" (Jannerson Girsang, Ge eR nih).

Itulah energi yang mendorong saya menulis tiap hari!
Saya ingat nasehat Walter Benjamin: "Jangan pernah berhenti menulis sebab anda akan meninggalkan ide-ide. Isi kekosongan inspirasi dengan menyalin dengan rapi apa yang sudah ditulis”.

Menulis adalah kewajiban bagi penulis, seperti dikatakan William Styron. "Kewajiban penulis adalah terus menulis.".
Buntu menulis?.

Anda sudah pengen menulis sesuatu tetapi selalu ada gangguan?. Sehingga, berbulan-bulan hanya mampu menulis sampai pada pendahuluan saja.

Dengarlah nasehat para penulis terkenal di bawah ini. Simaklah bahwa penulis besarpun mengatakan menulis itu bukan hal yang mudah.

"Hal termudah dilakukan di dunia ini bukanlah menulis.". (William Goldman).

"Kita tidak bisa sebaik apa yang kita inginkan, dengan demikian pertanyaannya, bagaimana kita mengatasi keburukan kita?" (Nick Hornby).

"Anda jangan mulai menulis hal-hal yang baik. Anda mulai menulis omong kosong dan berpikir tentang hal-hal yang baik itu, Dan, kemudian secara bertahap Anda mendapatkan/menuliskan hal yang lebih baik. Itulah sebabnya saya mengatakan salah satu ciri yang paling penting dalam menulis adalah ketekunan." (Octavia Butler)".

"Orang-orang mengalami writer’s block (buntu menulis) bukan karena mereka tidak bisa menulis, tetapi karena mereka putus asa menulis dengan baik (maunya tulisannya seperti orang terkenal) dan fasih (eloquent)." (Anna Quindlen Butler)".

"Kalau saya menunggu sempurna, maka saya tidak akan pernah menulis sebuah katapun". (Margaret Atwood).
"Agar bisa menulis, adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis.". (Gertrude Stein).

"Membaca banyak. Menulis banyak. Bersenang-senanglah". (Daniel Pinkwater). Buntu menulis?. Tulislah kisah tentang Buntu Menulis!. Semoga tidak buntu lagi.Lanjutkan! (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment