Br Sitopu Saat Kotbah Pesta Minggu GKPS Ke 58, Minggu 13 Maret 2016 di GKPS Jambi. Foto Asenk Lee Saragih. |
BERITASIMALUNGHUN.COM-Setiap orang boleh menjadi guru,tetapi hanya orang-orang spesial yang mampu menjadi guru yang hebat! "One of the truest marks of a great teacher is the ability to bring out
the best in students. A great teacher recognizes their students’
potential to become great people, and they inspire them to be just
that". (Teach.com)
Salah satu ciri paling benar dari seorang guru yang hebat adalah
kemampuannya memberikan yang terbaik bagi siswanya. Seorang guru yang
hebat mengakui potensi siswanya untuk menjadi orang-orang hebat, dan
mereka menginspirasi mereka untuk menjadi orang hebat.
"Mama,
guruku gitu deh ih!. Aku tidak pernah diperhatikan. Yang disuruh cuma
anaknya aja, atau keluarganya, atau murid-murid yang disukainya saja".
Kasihan benar si anak, dan gurunya pasti bukan guru yang hebat.
Guru yang hebat tidak melakukan diskriminasi--dia melihat seluruh
muridnya berpotensi, tidak hanya melakukan transfer pengetahuan, atau
sekedar memenuhi target kurikulum, tetapi menginspirasi, memberi
semangat, membesarkan hati siswanya.
Jadi kalau ada guru yang
meremehkan siswanya, maka ia bukan guru yang hebat. Apalagi guru yang
diskriminatif, sehingga hanya menampilkan anak- yang disukainya
saja,tidak memberikan kesempatan kepada anak-anak yang lain.
Kalau ada guru yang membuat siswanya jadi kurang bersemangat, itu bukan guru yang hebat.
Sebagai seorang Kristen, kita meneladani cara mengajar Yesus. Yesus adalah contoh guru yang hebat, pengajar yang luar biasa.
Murid-muridnya adalah para nelayan, serta para pekerja kasar, bahkan
kotor, ada yang ambisi dll. Tidak ada yang terbesar di antara para
muridnya.
Simon Petrus (nelayan di Kapernaum), Andreas (murid
Yohanes Pembabtis). Yakobus (pemikir dan orang yang kasar), Yohannes
anak Zebedeus (baru melewati masa remaja, berasal dari keluarga kaya),
Filipus, Natanael/Bartolomeus, Tomas, Matius (pemungut cukai), Jakobus
anak Alfeus, Thadeus, Simon Orang Zelot, dan Judas Iskariot.
Yesus dalam waktu 3 tahun dengan khotbah dan teladan yang diberikannya,
mampu mendidik, menginspirasi mereka dari yang tidak ada apa-apanya,
menjadi murid-murid yang hebat.
Murid-muridnya mampu berempati,
bersemangat, taat, disiplin , berdedikasi tinggi, kreatif, memilki iman
yang luar biasa meneladani gurunya.
Mereka tidak hanya dididik
mengetahui kebenaran, tetapi mereka hidup di atas kebenaran dan rela
mati demi kebenaran yang diajarkan gurunya. Bukan sebaliknya,
menggunakan ilmunya untuk membelokkan kebenaran.
Semuanya mati
martir setelah mendapat siksaan. (Kecuali Judas bunuh diri, setelah
menyesali perbuatannya mengkhianati Yesus). Mereka adalah korban
penolakan dunia atas kebenaran sejati!
Yesus adalah guru yang hebat: khotbahNya adalah kebenaran, Dialah kebenaran itu sendiri. Teladan yang sempurna.
Tentu tidak ada orang yang seperti Dia. Kita hanya mampu meniru, meneladani cara mengajarNya. Itupun cuma sedikit saja, dan yang terjadi justru terus menerus menyimpang dan menyimpang.
Hanya karena Kasih Karunianyalah kita masih mampu mengajar, dan belajar, belajar, belajar, belajar terus! Guru yang baik, juga dilakoni Anne Sullivan yang mendidik Hellen
Keller, orang yang buta dan tuli sejak usia 19 bulan, menjadi seorang
yang hebat. Hellen Keller masuk 18 orang berpengaruh di seluruh dunia. Selamat hari Minggu. (St Jannerson Girsang)
0 Comments