}); MALAM MINGGU KAKEK NENEK: BAHAGIA! | BeritaSimalungun
Home » , , » MALAM MINGGU KAKEK NENEK: BAHAGIA!

MALAM MINGGU KAKEK NENEK: BAHAGIA!

Written By Beritasimalungun on Monday, 18 April 2016 | 16:36

St Jannerson Girsang & Istri Tercinta
BERITASIMALUNGUN.COM-Suaminya baru saja tiba di rumah, pulang dari kantor. Matahari sudah bersembunyi di ufuk barat.

Tidak seperti kebanyakan kantor sekarang ini hari Sabtu libur, kantor suaminya buka setengah hari. Namun, tetap saja malam tiba di rumah, karena ada saja aktivitasnya di luar kantor.

Malam minggu, adalah hari istirahat bagi pasangan ini. Mereka selalu melewatkan malam minggu dengan kegiatan yang menyenangkan.

"Ayo potong rambut dan cuci muka Mak!," kata sang suami. Rambutnya yang berombak sudah dua bulan tidak tersentuh gunting. Terlihat sudah tidak rapi lagi.

"Kebetulan sekali Pak. Rambutkupun sudah panjang dan pengen cuci muka juga biar tampil rapi besok di gereja," balas sang istri, sambil memeluk suaminya.

Lalu dengan muka berbinar-binar dia terlihat masuk ke kamar, mengganti pakaian dasternya. Sedikit terlihat seksi dengan T-Shirt dan celana pendek.

Beberapa menit kemudian, keduanya tampak keluar rumah dengan sepeda motor Varionya. Rumahnya tipe 36 di kompleks perumnas itu ditinggal kosong, dan beberapa lampu terlihat menyala.

Pasangan ini sudah bertahun-tahun tinggal berdua,karena anak-anaknya sudah semuanya berada di luar kota mereka tinggal.

Rumah mereka sering seolah tidak berpenghuni, Kalaupun mereka di rumah, pintu depan selalu tertutup. Banyak tikus di got depan rumahnya. Kalau pintunya terbuka tikus bisa masuk rumah.

"Eh tutup pintunya, nanti masuk tikus" demikian istrinya sering mengingatkan suaminya kalau pintu depan rumah terbuka. Kebetulan salonnya sudah mulai sepi. Hanya satu orang wanita yang sedang dipotong rambutnya. Sehingga mereka tidak lama menunggu.

Sang istri langsung terbaring di tempat cuci muka, sementara sang suami duduk di kursi menghadap meja kaca. Tukang salon--yang sudah menjadi langganan mereka selama lebih dari dua puluh tahun itu, memotong rambut suami.

Terlihat mereka asyik ngobrol berempat. Ruangan salon yang terbuka, jarak tempat potong rambut dan cuci muka tidak terlalu jauh, dan bisa saling melihat satu sama lain, mebuat mereka leluasa dan santai ngobrol.

Beberapa menit kemudian, tukang salon dengan cekatan terlihat mencat rambut sang suami.

Potong rambut dan cat rambut selesai!.

Sang suami pindah ke tempat cuci rambut, yang bartolak belakang dengan istrinya. Istri sudah terlelap, karena tukang salon mencuci mukanya sambil memijit pelan-pelan.

Sang suami mulai proses cuci muka. Tukang salon yang menjadi langganan mereka itu sudah paham betul. Kalau cuci muka tetap melakukan pijitan di wajah.

Sang suami juga ikut tertidur. Mungkin sudah capek seharian bekerja! Keduanya melupakan kepenatan sehari dengan mengeluarkan sedikit uang untuk mereka berdua.

Pasti jauh sekal lebih murah dari belanja seorang suami jalan sendiri ke kafe, apalagi pergi bersama wanita lain. "Bangun-bangun," kata tukang salon.

Ternyata mereka sudah berada di salon itu selama 1,5 jam. Tampak pasangan itu berbincang sebenatar dengan tukang salon. Istrinya terlihat membayar uang potong rambut, cuci muka, dan cat rambut suaminya. Kemudian mereka meninggalkan salon, dan kembali ke rumah.

"Ngg....nggggg" terdengar bunyi sepeda motor Vario, alat transportasi satu-satunya yang mereka miliki. Hanya lima menit, mereka sudah tiba di rumah!

Di ruang kerja sang suami, terlihat keduanya bercengkerama sebentar. Sang istri menghidupkan televisi. "Samadikun Hatono, buron BLBI selama 13 tahun tertangkap di Tiongkok," demikian berita di TV swasta itu.

:"Wah, Dia tidak bisa lagi seperti kita ya Pak," kata istrinya.
Memang, Samadikun Hartono tidak mungkin seperti mereka malam ini. Dia bersiap-siap masuk ke penjara, ruangan yang pengap. Tidak lagi bisa menikmati malam minggu bersama istrinya. .
"Lebih baik hidup yang sederhana asal bisa menikmati hidup," kata istri kepada suaminya bangga.

"Ya..ya..ya. Lebih enak hidup sederhana, bisa menikmati hidup tanpa dibatasi jeruji besi,"kata suaminya. Mereka kemudian putar channel. Nonton D Academy 3, Indosiar!. Siaran yang penuh dengan hiburan. Tidak ada diskusi yang menegangkan saraf seperti di JLC, tidak ada hujat menghujat.

"Wah, udah jam 21.00 rupanya. Lapar. Ma makan yuk,". Sang istri menyiapkan makanan yang sudah dimasaknya sejak tadi siang. Nasi, sayur putih dan ikan basah sambal.

Lalu keduanya menikmati sajian televisi malam minggu. Ada Ariel "Noah", Iwan Falls cs, penyanyi-penyanyi legendaris negeri ini, dalam acara Bangkit untuk Satu.  Keduanya menikmati Malam minggu dengan apa yang mereka miliki, mempersiapkan diri mereka ke kebaktian Minggu besok hari. (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment