}); Caketum Golkar Setya Novanto Dikabarkan Bagi-Bagi Dolar AS di Jatim | BeritaSimalungun
Home » » Caketum Golkar Setya Novanto Dikabarkan Bagi-Bagi Dolar AS di Jatim

Caketum Golkar Setya Novanto Dikabarkan Bagi-Bagi Dolar AS di Jatim

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 11 May 2016 | 07:17

Caketum Golkar Setya Novanto Dikabarkan Bagi-Bagi Dolar AS di Jatim
Setya Novanto (tengah)/Foto: Ari Saputra
BERITASIMALUNGUN.COM, Surabaya-Calon Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dikabarkan bagi-bagi uang 10.000 Dolar Amerika Serikat (AS) ke pengurus DPD II Kabupaten/Kota se Jawa Timur.

Pembagian uang itu dilakukan ketika Novanto menggelar pertemuan dengan pengurus DPD II se Jatim, di Hotel Tunjungan, Surabaya, pada Jumat pekan lalu.

"Memang saya hadir," kata Wahid Nurrahman, Ketua DPD II PG Kabupaten Probolinggo, saat dihubungi wartawan pada Selasa (10/5/2016).

Wahid yang juga koordinator ketua-ketua DPD II Partai Golkar se Jawa Timur membenarkan adanya bagi-bagi uang dolar Amerika yang dilakukan caketum yang juga akrab disebut Setnov itu. Namun, dirinya membantah besarannya, karena nilainya tidak seperti yang dikabarkan USD 10.000 (sekitar Rp 130 juta).

"Ada lah, tapi enggak sebesar itu. Nggak etislah kalau saya sebutkan nilainya ke publik," tuturnya.

Ia menilai, pemberian uang itu bukan money politics dari kandidat calon ketua umum, karena pada saat pemberian di acara silaturrahim dengan pengurus DPD, Setnov belum ditetapkan sebagai calon ketua umum Partai Golkar.

"Biasa kan di Golkar, kalau pengurus di atasnya silaturahim dengan pengurus di bawahnya, kemudian memberikan uang transport," tuturnya.

"Saya kalau silaturahim dengan pengurus di kecamatan juga memberikan uang transport. Jadi ini bukan money politics," tegasnya.

Wahid yang juga ditunjuk DPP sebagai Ketua Panitia Wilayah Penyampaian.visi misi delapan caketum Golkar wilayah Jawa-Kalimantan di Surabaya, menegaskan, meski menerima uang dollar Amerika, belum tentu  DPD-DPD II memilih Setnov di Munaslub Golkar di Bali pada 15-17 Mei mendatang.

"Kita akan melihat dulu penyampaian visi misi para kadindat nanti di Surabaya," tandasnya.

Sementara itu, Yusuf Wibisono mantan Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Timur menyayangkan rumor pemberian uang dollar dan dianggap sebagai uang transport.

"Model-model pragmatisme ini akan merusaka Partai Golkar ke depan," katanya.

Yusuf yang sekarang di Departemen Komunikasi, Media dan Pembentukan Opini DPP PG menegaskan, jangan sampai di daerah dibudayakan memberikan dollar sebagai uang transport.

"Calon ketua umum memberikan uang ke DPD-DPD bisa merusak dan menghancurkan Golkar. Kalau dengan cara seperti ini, ke depan Golkar bisa rusak dan kehilangan kader-kadernya," jelasnya. 

Timses Novanto: Tak Ada Bagi-bagi Dolar AS di Jatim!

Timses Novanto: Tak Ada Bagi-bagi Dolar AS di Jatim!
Setya Novanto (Foto: Ari Saputra)
Tim Sukses Calon Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto membantah keras soal kabar adanya bagi-bagi uang 10 Dolar Amerika Serikat (AS) ke pengurus DPD II Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Itu hanya kabar tak jelas.

"Tidak ada. Saya pastikan tidak ada itu," kata anggota Tim Sukses Novanto, Nurul Arifin, kepada detikcom, Rabu (11/5/2016).

Dikabarkan sebelumnya, pembagian uang dilakukan saat Novanto menggelar pertemuan dengan pengurus DPD II se-Jatim di Hotel Tunjungan, Syurabaya, Jumat (6/5) pekan lalu. Nurul Arifin menyatakan kabar itu tidaklah benar karena Novanto berkomitmen menjalankan politik yang bersih.

"Kami ingin membangun 'clean democracy' di dalam tubuh Golkar," kata Nurul.

(Baca juga: Caketum Golkar Setya Novanto Dikabarkan Bagi-bagi Dolar AS di Jatim)
http://news.detik.com/berita/3207408/caketum-golkar-setya-novanto-dikabarkan-bagi-bagi-dolar-as-di-jatim

Pihak Novanto tak akan terpengaruh dengan kabar berbau money politics itu. Isu-isu miring demikian menurutnya tak perlu ditanggapi berlebihan.

"Dan juga tidak ingin terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas," kata Nurul.  

Ketahuan! Caketum Golkar Tertangkap Basah Bertemu Pemilik Suara di Hotel


Ketahuan! Caketum Golkar Tertangkap Basah Bertemu Pemilik Suara di Hotel
Foto: Foto: Grafis oleh Mindra Purnomo
Komite Etik Munaslub Golkar memergoki salah satu caketum bertemu dengan pengurus daerah di sebuah hotel di Jakarta. Padahal, caketum dilarang berinteraksi dengan pemilik suara di luar kampanye.

"Ini tertangkap tangan. Anggota komite etik melihat pertemuan seorang caketum dengan seorang ketua DPD I Kalbar," kata Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar, Lawrence Siburian kepada wartawan, Selasa (10/5/2016).

Lawrence menuturkan bahwa pertemuan itu berlangsung siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasinya yaitu di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Namun dia enggan mengungkap identitas caketum itu.

"Anggota kita melihat pertemuan itu bersama 2 saksi. Ada fotonya. Tapi tidak lihat ada transaksi keuangan," ujarnya.

Meski tidak ada politik uang, Lawrence menuturkan bahwa bukan berarti pertemuan dibolehkan. Sesuai aturan, interaksi antara caketum dan pengurus daerah hanya pada masa kampanye.

"Kalau mau ketemu silakan, tapi pas kampanye. Kan kampanye ada 3 zona di Medan, Surabaya, dan Bali," ucap Lawrence.

Berdasarkan temuan ini, komite etik akan langsung bergerak. "Kita akan proses. Kita lihat bagaimana menyidangkannya," pungkasnya.

Komite Etik Panggil Caketum Golkar yang Bertemu Pemilik Suara di Hotel

Komite Etik Panggil Caketum Golkar yang Bertemu Pemilik Suara di Hotel
Foto: Foto: Grafis oleh Mindra Purnomo
Komite Etik Munaslub Golkar menangkap basah pertemuan antara caketum dan pengurus daerah yang merupakan pemilik suara. Kedua belah pihak akan dipanggil untuk penelusuran.

"Akan kita panggil dan kita dengar pengakuannya. Ada bukti awal, sekarang kita sedang melengkapi bukti baru," kata Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar, Lawrence Siburian dalam perbincangan, Selasa (10/5/2016).

Pertemuan antar caketum dan pengurus daerah itu berlangsung di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, siang tadi. Lawrence menyebut tidak ada transaksi uang dalam pertemuan itu.

"Kita akan gelar persidangan untuk mengecek apakah terjadi pelanggaran kode etik atau tidak," ungkapnya.

Komite etik memiliki saksi dan bukti kuat dalam temuan ini. Penelusuran pun akan dilakukan secara cepat karena Munaslub sendiri tinggal hitungan hari.

"Bisa jadi sidang dalam 1-2 hari ini," ucap Lawrence.

Caketum memang diberi waktu khusus untuk bertemu dengan para pengurus daerah yaitu saat kampanye. Di luar masa itu, pertemuan yang dikoordinir sendiri dilarang.

"Kalau mau ketemu silakan, tapi pas kampanye. Kan kampanye ada 3 zona di Medan, Surabaya, dan Bali," pungkasnya. (***)


(Sumber: Detik.com)
Share this article :

Post a Comment