}); Bisnis Sex di Siantar Semakin Transparan | BeritaSimalungun
Home » , , » Bisnis Sex di Siantar Semakin Transparan

Bisnis Sex di Siantar Semakin Transparan

Written By Beritasimalungun on Monday, 19 September 2016 | 12:05

ilustrasi-Pelacuran-psk
Ilustrasi-Bisnis Sex di Siantar Semakin Transparan

Dari PSK Siswi, Kuliahan, Hingga Wanita Hamil Bisa Didatangkan ke Hotel Kelas Melati Siantar

BeritaSimalungun.com, Pematangsiantar-Bisnis hitam prostitusi terselubung di Kota Pematangsiantar kini semakin tak terkendali. Bahkan bisnis prostistusi ini sudah merambah hingga ke anak baru gede, oknum mahasiswa hingga wanita dewasa. 

Sebut saja namanya Bewo. Dari tampangnya, pria dekil ini sulit dipercaya menjadi seorang mucikari yang memiliki banyak relasi wanita berseragam sekolah, hingga hamil tua pun ada hingga wanita secantik Deby (sama samar).

“Tuh dia bang. Si Deby. Lihat aja sendiri. Mantapkan,” kata Bewo menunjuk ke arah seorang gadis belia yang duduk di kursi kaki lima ruang resepsionis hotel kelas melati kawasan Jalan Bali Kota Siantar saat diwawancarai posmetro medan (grup MetroSiantar.com) belum lama ini.

Sedari tadi, Bewo berbincang sedikit malu-malu saat ditemui. Maklum, dia harus lebih waspada dengan orang yang baru dikenalnya.

Sosok yang ditunjuk itu berpenampilan mungil gempal berkulit putih bersih, itu mengenakan rok mini dipadu kaus ketat selengan. Dengan rambut sedikit pirang diikat, terlihat sangat memikat. Wajahnya nampak masih remaja.

“Tapi dia udah ada yang boking bang. Kelas II SMA itu,” sergah Bewo berekspresi bangga.

Sejumlah nama cewek lain kemudian diobral Bewo. “Masih banyak kalau abang mau. SMP juga ada. Yang hamil tua pun ada bang, mana tau kalau abang kepingin,” cecar Bewo sambil senyum simpul.

Menurutnya, para PSK binaannya berasal dari beragam latar belakang status sosial. Ada anak sekolahan, mahasiswi, janda bahkan yang masih berstatus istri orang tersedia.

Biasanya, Bewo berdialog lebih dulu dengan calon penikmat arus bawah perut itu untuk memilih tipe wanita yang diinginkan.

“Kita harus tanyakan dulu mau yang gimana bang. Kan gak enak awak bawa tapi gak jadi,” tandas Bewo.

Di tengah perbincangan kami, seorang pria menumpang beca datang memasuki areal hotel. Bewo kemudian menyambut pria agak setengah tua itu. Terlihat Bewo kemudian mengode Deby.

Pria tua itu lalu masuk ke salah satu kamar hotel dan diikuti Deby dari belakang. Sekejap saja, setelah pelayan hotel mengantar handuk dan teko berikut dua gelas, pintu kamar ditutup dari dalam. Bewo kembali datang.

“Jadi abang mau yang kek mana?” tanya Bewo melanjutkan.

Sejuta alasan disampaikan kepada Bewo, agar tak begitu bersemangat menawarkan wanitanya. Alhasil, Bewo kembali larut dalam wawancara terselubung koran ini.

“Ya, aku nunggu sampai selesai bang. Karena tadi janjinya short time. Kalau sudah selesai, aku ngantar Deby pulang dulu, baru aku pulang ke rumah. Jadi abang kek mana? Ngamar gak? Biar kujemput yang lebih mantap,” sambung Bewo.

Menjadi mucikari dan beroperasi di hotel kelas melati, sudah bertahun-tahun digeluti Bewo. Pemilik hotel, seolah sengaja membiarkan Bewo bebas beraktivitas.

“Ya, kan saling menguntungkan bang. Pemilik hotel kamarnya disewa, awak dapat dikit-dikitlah,” celoteh Bewo tak merinci berapa yang bisa ia peroleh dari satu kali transaksi prostitusi.

“Lumayanlah bang, dari pada narik becak,” elaknya masih tak mau mengakui besaran rupiah yang bisa diperolehnya. Begitu pun, Bewo hanya berpesan jika hendak memesan PSK, bisa langsung menghubunginya atau minta nomornya dari pelayan hotel.

Mau minta sekali 5 bahkan 10 pun dia siap mendatangkannya. Ini menunjukkan eksistensinya sebagai mucikari.   

Salah seorang pengelola hotel kelas Melati di sekitar kawasan Jalan Bali, membenarkan jika mucikari seperti Bewo terpaksa harus dibina.

Sebab, demi menjaga pelayanan hotel tetap prima. Apalagi, sekarang menurut pengelola hotel yang namanya sengaja dirahasiakan, persaingan semakin tinggi sementara situasi ekonomi makin terpuruk.

“Semua hotel kelas melati di sini ada yang gitu-gituannya bang. Dari situnya diharapkan bang. Kalau kamar hotel nunggu ada yang nginap, mana lagi harapan. Tapi kita tidak menyiapkan PSK loh, tapi kita tidak bisa menolak tamu membawa PSK ke kamar,” timpalnya.

Rata-rata kamar hotel kelas melati yang menjamur di kawasan Jalan Bali Kota Siantar, harganya berpariasi. Dari Rp60 hingga Rp70 ribu. Sementara itu untuk pasaran PSK sekali boking, biasanya berkisar dari Rp300 ribu hingga jutaan. Tergantung negosiasi dan kesepakatan. (MSC)  

Share this article :

Post a Comment