Home » , , » Pemerintah dan Parpol Diminta Tidak Ikut Mengintervensi Sinode Godang HKBP

Pemerintah dan Parpol Diminta Tidak Ikut Mengintervensi Sinode Godang HKBP

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 14 September 2016 | 07:35


Harapan Jemaat dan Pendeta Mengalir Deras ke Robin Butarbutar

* Jemaat HKBP Bandung Resort Bandung-Distrik XVIII Jabar Tenggie, St. K Robert Siregar: Saya Sudah Minta Pdt Robin Butarbutar Maju Sejak Tahun 2014 * Pendeta Resort HKBP Menteng Medan Pdt Lukman Tobing: Memilih Ephorus Bukan Karena Marga

BeritaSimalungun.com, Tarutung-Sejumlah warga jemaat Huria Kristen Batak (HKBP) dari berbagai daerah meminta dan berharap agar pemerintah dan partai politik (Parpol) tidak ikut mengintervensi dan campur tangan dalam pelaksanaan Sinode Godang HKBP 12-18 September 2016.

Mereka juga berharap agar agenda pemilihan Pimpinan HKBP mulai dari Ephorus, sekretaris jenderal, kepala departemen koinonia, kepala departemen marturia dan kepala departemen diakonia, praeses serta penetapan rencana induk pengembangan pelayanan dan rencana strategis lainnya berjalan dengan aman, bersih dan sukses.

"Kami dari warga jemaat HKBP menilai itu (intervensi dari pemerintah dan Parpol, red) kurang baik. Karena HKBP itu bukan partai politik. Jadi pada dasarnya kami tidak setuju dan menolak segala bentuk intervensi dari oknum petinggi partai politik dan pemerintah yang bernuansa politik kekuasaan," kata salah seorang warga jemaat HKBP Bandung Resort Bandung Distrik XVIII Jabar Tenggie, St. K Robert Siregar, ketika diwawancarai wartawan di Perkampungan Jetun Silangit, Senin (12/9/2016).

Menurut dia, siapa pun nantinya yang terpilih menjadi Ephorus HKBP biarlah dia benar-benar yang dipilih oleh Tuhan, bukan karena didukung oleh oknum petinggi Parpol atau karena adanya sesuatu pemberian kepada para peserta sinode godang.

"Kita berdoa kepada Tuhan, agar Tuhan memilih di antara calon Ephorus ini jadi uluan (pemimpin, red) yang baik di HKBP. Begitu juga dengan seluruh peserta, kita doakan agar mereka juga diberkati Tuhan selama pelaksanaan sinode godang. Kami juga akan memantau seluruh pelaksanaan sinode ini. Jangan ada politik terselubung dengan memberikan sesuatu kepada peserta sinode. Biarlah Tuhan memilih mereka," katanya.

Pdt Robin Butarbutar

Diakuinya, saat ini ada sejumlah pendeta yang berniat maju sebagai calon Ephorus untuk periode 2016-2020, seperti Pdt. Robinson Butarbutar, Pdt. Darwin Lumbantobing, Pdt. David Sibuea, dan Pdt. Saut Sirait. Namun saat ditanya, siapa figur di antara mereka yang lebih layak dan mampu untuk memimpin dan membawa HKBP lebih baik lagi ke depan? Robert mengaku, sejauh ini figur yang dianggap lebih mampu membawa perubahan di tubuh HKPB adalah Pdt. Robinson Butarbutar.

"Saya sudah pernah minta Pdt. Robinson Butarbutar untuk maju jadi calon Ephorus tahun 2014 lalu. Tapi waktu itu belum ada jawaban. Namun Tuhan mendengar doa dia, dan bangkit menjadi calon Ephorus. Dan kalau Tuhan berkenan, dialah yang terpilih menjadi Ephorus periode 2016-2020," cetusnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh warga jemaat HKBP Balikpapan St. Jungjungan Siregar SE. Mantan anggota Majelis Pekerja Sinode (MPS) Indonesia Bagian Timur itu menghimbau agar seluruh peserta sinode godang terlebih para penatua-penatua gereja supaya tidak mau diintervensi oleh siapapun pada Sinode Godang HKBP yang berlangsung 4 tahun sekali ini.

"Secara Alkitabiah kita bicara, sinode ini memang harus tunduk kepada pemerintah. Begitu juga siapa-pun nantinya yang terpilih pada sinode ini, harus taat dan tunduk kepada pemerintah. Tapi, pemerintah tidak dapat ikut campur dalam pelaksanaan sinode ini. Itu saja himbaun saya. Biarlah pemimpin HKBP ke depan menjadi teladan bagi seluruh warga jemaat.

"Saya melihat semua calon Ephorus itu bagus. Tapi kami yakin pasti ada yang terbaik, seperti kepemimpinan bapak Presiden Jokowi. Tapi kalau disuruh milih, kami lebih berharap kepada Pdt. Robinson Butarbutar menjadi Ephorus HKBP. Jujur saya tidak kenal beliau dan belum pernah dengar dan lihat dia berkotbah seperti apa. Tapi ada keyakinan bagi kami, dia itu lebih jujur dalam hal mengembangkan HKBP ke depan terlebih untuk tatanan penempatan para pendeta," pungkasnya.

Bukan Karena Marga

Sementara itu, Pdt Lukman Lumbantobing, pendeta ressort HKBP Menteng Medan menyatakan memilih Ephorus bukan karena marga atau faktor primordial. 

Melainkan melihat programnya yang bisa menyelesaikan masalah dan rekam jejak calonnya yang memang bisa dipercaya. Untuk itu, ia mengajak semua peserta Sinode Godang memilih Pdt Dr Robinson Butarbutar yang dinilainya jujur dan berintegritas serta mampu membawa HKBP menjadi lebih baik.

"Ini organisasi gerejawi dan bukan marga, jadi saya memilih bukan karena marga. Misalnya adapun yang semarga dengan saya, itu tidak akan memengaruhi pilihanku. Saya memilih figur yang memang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang membelit HKBP saat ini," tegas Pdt Lukman Lumbantobing saat diwawancarai SIB, Senin (12/9). 

Dia mengakui mungkin bagi sebagian orang tidak setuju dengan prinsipnya itu. Namun, demi masa depan HKBP supaya lebih baik, harus berada di tangan yang tepat, walau tidak satu marga dengannya.

Bagi Pdt Lukman Lumbantobing, sosok Pdt Dr Robinson Butarbutar sangat tepat memimpin HKBP ke depan. "Saya sudah lama mengenal dan mengamati rekam jejaknya. Beliau adalah orang yang jujur dan berintegritas, serta memiliki kompetensi membawa perubahan di HKBP, akan menjadi berkat bagi dunia," tegasnya. 

Dia berharap peserta Sinode Godang berpikir dengan jernih dan berdoa dalam mengambil keputusan untuk memilih orang yang tepat.

Bukan Sekadar Bicara

Praeses Distrik IX Sibolga Tapteng dan Nias Pdt Martunas P Manullang menyatakan hal serupa. Dari sisi program, memang umumnya semua calon Ephorus menawarkan solusi yang terkait dengan permasalahan yang ada. "Namun harus menjadi pertimbangan, siapa figur yang mampu melaksanakannya, bukan hanya sekadar bicara saja," serunya. Jadi, peserta Sinode mesti mencermati figur yang muncul, jangan hanya faktor emosional saja dalam memilih.

Figur yang tepat menurut Pdt Martunas P Manullang adalah yang masih muda dan energik. Saat ini memang ada dua calon yang masih muda di antara empat calon yang muncul. Antara lain adalah Pdt Dr Robinson Butarbutar yang saat ini menjabat sebagai Direktur Sekolah Pendeta HKBP. "Beliau adalah orang sangat tepat, sebab sangat terbuka dengan masukan untuk membuat HKBP lebih baik ke depan," jelasnya.

Pdt Dr Robinson Butarbutar memiliki beberapa program unggulan, antara lain bagaimana HKBP berperan dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat, jemaat, para pendeta dan pelayan-pelayanannya. HKBP mendorong pertumbuhan ekonomi di desa, kecamatan, ressort/gereja sehingga gereja menjadi mandiri dan berkontribusi bagi kesejahteraan jemaatnya.

Lalu, bagaimana HKBP menghadirkan rasa damai, aman dan kesetiakawanan sosial di antara jemaat dan masyarakat umum di sekitar gereja. Bagaimana HKBP menghadirkan Sumberdaya Manusia, jemaat HKBP yang berpotensi, unggul dan ber-integritas memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. HKBP mewujudkan program pemuridan yang otentik (Authentic Discipleship), membangun setiap keluarga menjadi keluarga yang beribadah dan melayani Tuhan. 

Terakhir, HKBP mendorong pemenuhan fasilitas kesehatan, pendidikan dan perumahan yang memadai bagi para pelayannya dan pensiunan pelayan beserta keluarganya.(SIB) 
Share this article :

Post a Comment