}); Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur

Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 6 December 2016 | 05:53

Tarian Simalungun.IST
BeritaSimalungun.com, Siantar-Berbagai kegiatan seni budaya memeriahkan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-23 tahun 2016 di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis lalu.

Mahasiswa mahasiswi Poltekes Kementerian Kesehatan Program Studi Kebidanan menampilkan sejumlah tarian, Yayasan Rehabilitasi Disabel Harapan Jaya Perumnas Batu VI Kabupaten Simalungun hiburan vokal group, dan Alvary dengan atraksi kungfu aliran Winchun.

Peringatan juga dirangkai dengan jalan sehat sejauh 2 km yang diikuti penjabat Wali Kota Pematangsiantar Anthony Siahaan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta ratusan masyarakat.

Sekretaris Kantor Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut Rabiatun Adawiyah mengatakan, pencanangan Gerakan KB Nasional telah dilaksanakan Presiden Joko Widodo di Nias pada September 2016.

Presiden berpesan untuk melakukan revolusi mental di bidang KB dengan menjunjung integritas, etos kerja, dan gotong-royong.

Sementara Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Herty Anthony Siahaan mengatakan, perayaan Harganas merupakan momentum untuk membangun karakter bangsa guna mewujudkan Indonesia sejahtera dengan motto "Keluarga Berkarakter Indonesia Jaya".

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) setempat telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pelayanan KB Medis Operasi Wanita (MOW), Medis Operasi Pria (MOP), IUD, Implant, Suntik, dan Pil di delapan kecamatan.

Perlombaan petugas lapangan KB teladan, pembantu pembina KB kelurahan teladan, KB lestari lima tahun, 10 tahun dan 20 tahun, kelompok bina keluarga balita, remaja dan lansia, dan kelompok usaha pelayanan keluarga sejahtera.


Penjabat Wali Kota mengatakan, Pemkot Pematangsiantar yang berpenduduk kira-kira 261.691 jiwa telah melakukan berbagai program pemberdayaan keluarga, diantaranya mendirikan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. "Kita juga telah membentuk Kampung KB untuk mengendalikan angka kelahiran," katanya. (Antara)
Share this article :

Post a Comment