Home » , , » Misteri Persembahan 4 Potong di GKPS Jambi

Misteri Persembahan 4 Potong di GKPS Jambi

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 21 February 2017 | 05:55

Uang Kertas Seribuan ditemukan Dipotong Empat dalam empat tempat kolekte saat penghitungan Persembahan (Kolekte) di Ruang Konsistori GKPS Jambi usai ibadah Minggu di GKPS Jambi 19 Februari 2017. Foto Asenk Lee Saragih 

BeritaSimalungun.com, Jambi-Pada Ibadah Minggu di GKPS Jambi 19 Februari 2017 saat penghitungan persembahan (Kolekte) muncul lagi Kolekte Uang Seribuan Kertas Dipotong Empat. Setiap potongan ada pada kantong Kolekte yang empat itu. Kejadian serupa pernah terjadi berkali-kali era Pdt Jhon Ricky Purba saat menjadi Pendeta GKPS Resort Jambi medio lima tahun silam Ini benar-benar misterius dan sudah lama menjadi misterius di GKPS Jambi.

Minggu 19 Februari 2017, hal serupa muncul lagi. Benar-benar misterius karena tidak diketahui siapa pelakunya, apa motifnya, bagaimana modusnya, apa tujuannya. Kejadian ini juga benar-benar terus menjadi misterius  karena Pimpinan Majelis dan Majelis Serta Jemaat tidak dapat mencegahnya.

Pada Ibadah Minggu 19 Februari 2017 (Satu Kali Masuk Ibadah Karena Synode Jemaat LPJ 2016) Kotbah Penginjil Wanita D Br Damanik STh. Saat kotbah memang disinggung soal partisipasi pemberian jemaat untuk gereja. Karena dinilai antusiasme Jemaat untuk memberi lebih tinggi kepada kumpulan Marga saat Pesta Bona Tahun dibandingkan kepada Gereja.

Menduga, apakah isi kotbah itu membuat pelaku kembali lagi melakukan pemberian Kolekte dengan potongan empat itu? Tentunya hal ini masih misteri. Kalau dalam hukum Negara Indonesia, pelaku yang sengaja merusak Uang Rupiah bisa dipidana.

Kejadian pemotongan tiga atau empat uang kolekte (Rupiah Kertas Seribuan) di GKPS Jambi sudah terjadi sejak lima tahun lalu. Sempat tak ada lagi selama empat tahun terakhir. Kemudian  Minggu 19 Februari 2017  muncul lagi kejadian itu.

Mohon maaf saya menuliskan ini, bukan untuk membuka aib GKPS Jambi. Tapi ini adalah fakta yang terus menjadi misteri dan tak pernah ada solusi untuk mengatasinya. Ataukah Pelaku melakukan ini sebagai Protes, penghinaan, hingga kini masih misteri.

Kejadian misteri ini menggeluyut dalam Pikiran dan dipaksa Pikiran untuk menuliskannya. Saya Mohon Maaf Atas Sikap Saya Menuliskan Kejadian Ini di Media Sosial (FB). (Hormat Saya. Asenk Lee Saragih.)  




Share this article :

Post a Comment