. Pemberitaan Lintah, Berdampak Buruk Bagi Masyarakat dan Pariwisata Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , » Pemberitaan Lintah, Berdampak Buruk Bagi Masyarakat dan Pariwisata Danau Toba

Pemberitaan Lintah, Berdampak Buruk Bagi Masyarakat dan Pariwisata Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Monday, 27 February 2017 | 14:22

KJA – Aktivitas para pekerja pada budidaya ikan nila di keramba jaring apung (KJA) di perairan Desa Pangambatan, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Keberadaan KJA selalu dituding sebagai penyebab pencemaran di Danau Toba. SuaraTani.com – Nita Sianturi.

Bupati Simalungun JR Saragih dan rombongan saat melihat ada tidaknya Lintah di Perairan Danau Toba di Parapat, Simalungun.

BeritaSimalungun.com, Parapat-Sejumlah masyarakat di kawasan Danau Toba meminta agar oknum masyarakat atau elemen yang memberikan statmen soal lintah dan kutu di perairan Danau Toba jangan asal memberi komentar tanpa pembuktian yang nyata secara ilmiah.

Sebab, hal itu akan berimbas buruk bagi masyarakat Danau Toba sendiri terlebih upaya pemerintah dalam memajukan pariwisata Danau Toba sebagai Monaco of Asia.

“Sejauh ini saya dan masyarakat Ajibata belum ada menemukan yang namanya lintah dan kutu. Karena setiap sore saya berenang di pinggiran Danau Toba. Badan saya juga tidak gatal-gatal,” kata Robinson Sirait, seorang warga Ajibata, kepada wartawan, Kamis pekan lalu di Ajibata, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) seperti dilansir SuaraTani.com.

Sementara Rikson Saragih, salah satu pengurus dari asosiasi Dearma Haranggaol Horisan juga mengatakan, hingga saat ini masyarakat Haranggaol masih menggunakan air Danau Toba untuk mandi terutama di wilayah Pantai Horisan sampai Batupapan.

“Jadi yang namanya lintah dan kutu tidak ada atau belum pernah ditemukan masyarakat setempat yang menggunakan air Danau Toba. Kalau benar lintah sudah ‘mewabah’, masyarakat pasti sudah ribut,” kata Rikson yang juga warga Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun.

Karena itu Rikson berharap, oknum ataupun lembaga yang membuat statmen buruk soal Danau Toba agar betul-betul mempertimbangkan efek yang bakal ditimbulkan sebelum statmen itu diekspos ke media.

Karena yang paling dirugikan dari pemberitaan itu adalah masyarakat Danau Toba itu sendiri yang notabene masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata dan perikanan melalui keramba jaring apung (KJA).

“Pemberitaan lintah dan kutu bukan saja menganggu sektor pariwisata, tapi beberapa pihak pasti menyalahkan petani KJA yang diindikasi sebagai sumber pencemaran danau yang memicu adanya lintah kutu. Jadi, berita ini sentimen pribadi oknum untuk menyerang usaha KJA baik perusahaan maupun petani rakyat,” tegas Rikson.

Menanggapi lintah dan kutu yang menyerang Danau Toba, mantan Bupati Samosir Mangindar Simbolon menyebut, harusnya upaya pemerintah yang ingin memajukan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata international harus didukung semua pihak.

Mangindar juga mengatakan, setiap ada kemajuan dalam kehidupan selalu ada dampak positif dan negatif. Sebagai contoh keberadaan KJA. Dampak positifnya, perekenomian masyarakat meningkat (baik) dan dampak negatif ekologi (lingkungan) terganggu.

“Itu sejalan. Namun bagaimana upaya pemerintah dan elemen terkait menjaga keseimbangan (ekonomi dan ekologi) itu untuk jangka panjang. Jadi, tidak ada yang bersih seratus persen. Itu yang harus kita pahami,” jelasnya.

Putra daerah Samosir ini mengatakan, siapapun yang membuat pemberitaan itu jangan dilebih-lebihkan bila tidak didasari pembuktian secara ilmiah. 

“Kita tahu ada oknum, lembaga ataupun yayasan yang ingin menyerang Danau Toba dari sisi negatif atas kehadiran perusahaan di lingkungan itu. Tapi, upaya yang dilakukannya justeru merugikan masyarakat Danau Toba sendiri,” kata Mangindar yang saat ini sedang mendirikan suatu lembaga Sahabat Danau Toba.

Dari pengamatan sejumlah awak media di peraiaran Ajibata dekat dermaga dan juga di perairan Pangambatan, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir tidak jauh dari KJA, tidak ditemukan yang namanya lintah.

Sementara itu, Kepala Laboratorium PT Aquafarm Nusantara (AN) Friska Setiawan Saragih mengatakan, pengelolaan dan pemantauan kualitas air Danau Toba sekitar KJA dilakukan pengujian sample air di lab PT AN secara rutin tiap bulan.

Selain itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provsu bekerjasama dengan BLH Kabupaten Samosir, Simalungun dan Tobasa setiap enam bulan juga melakukan pengawasan kualitas air sekitar KJA PT AN dengan mengambil sample air dan menguji di lab BLH dan lab independen lainnya.

Hasil pengujian kualitas air ini kata Friska yang didampingi Humas PT AN Afrizal dan Konsultan PT AN Saruhum Rambe, dilaporkan dalam laporan rencana pengelolaan dan rencana pemantauan lingkungan.

“Hasil pengujian parameter kualitas air masih berada dalam batas ambang baku mutu sesuai dengan ketentuan Permen LH dan baku mutu air kelas I Danau Toba,” jelas Friska. (BS-1)



Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.