}); Bertemu Ephorus, Presiden Jokowi Janji akan Kunjungi Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung | BeritaSimalungun
Home » , , , » Bertemu Ephorus, Presiden Jokowi Janji akan Kunjungi Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung

Bertemu Ephorus, Presiden Jokowi Janji akan Kunjungi Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 25 April 2017 | 18:44

BERCENGKERAMA: Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla bercengkrama dengan Presiden ke 5 Megawati Sukarnoputri, Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, Ketua DPD RI Osman Sapta Odang dan tokoh nasional lainnya di sela-sela peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dikenal dengan Dasasila Bandung, Selasa (18/4) di Istana Negara.

BeritaSimalungun.com, Medan-Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing  untuk kedua kalinya hadir di Istana Kepresidenan Republik Indonesia. Kunjungan pertamanya pada 27 Maret 2017 lalu. Kemudian pada Selasa (18/4/2017) lalu Ephorus juga diundang Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dikenal dengan Dasasila Bandung di Istana Negara.

Hal itu diungkapkan Ephorus Darwin Lumbantobing pada seminar Ekklesiologi HKBP, di Deli Room Hotel Danau Toba Medan, Rabu (19/4) lalu.

Dia sangat menghargai undangan Presiden kepada HKBP, karena ini adalah bentuk komunikasi yang baik antara HKBP dengan pemerintah.  Pada pertemuan pertama Presiden Jokowi  mengucapkan terima-kasih kepada Ephorus  atas upaya HKBP yang berperan aktif menciptakan masyarakat yang damai.  "Pada kesempatan itu presiden menyampaikan harapannya ingin  berkunjung ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung, Tapanuli Utara", ucap Ephorus.

Menurutnya, sejarah Dasasila Bandung  mengambil peran memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB 62 tahun  lalu dimana beberapa negara Asia dan Afrika sepakat  membuat kerjasama dalam tugas perdamaian dunia.  

Presiden RI Jokowi pada peringatan Konferensi Asia Afrika itu menekankan tentang kekayaan Indonesia dimana keberagaman yang ada di Indonesia baik agama, suku, bahasa dan budaya menjadi sesuatu hal yang sangat berharga. Indonesia dengan kekayaan keberagaman tersebut menjadi pionir bahkan menjadi acuan dikeberagaman di kalangan negara Asia - Afrika lainnya.

"Tampak dalam spanduk besar yang terpampang dalam ruangan peringatan KAA itu bertuliskan Live and Let dan bertuliskan Unity in Diversity (hidup dan biarkan hidup dan bersatu dalam keberagaman), menjadi slogan yang juga mampu memersatukan pemahaman dalam persahabatan, hidup yang saling menghargai dan bersama-sama menciptakan perdamaian. Sejarah membuktikan kalau perkataan itu diucapkan Soekarno ketika pertemuan itu berlangsung dulunya pada 18 April 1955", ungkap Ephorus bercerita.

Ketika bersalaman dengan Ephorus di akhir acara itu Presiden Jokowi menyampaikan janjijnya untuk berkunjung ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja - Tarutung.  

Penegasan itu juga disampaikan Menteri Sekretariat Negara Pratikno  dan akan mengabari  ke Kantor Pusat HKBP tentang kepastian tanggal kunjungan Presiden itu. 

Sejak awal Ephorus  memang  berharap  Presiden datang berkunjung ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja - Tarutung,  karena sepanjang sejarah HKBP, Presiden Republik Indonesia sudah pernah hadir dalam acara yang diadakan HKBP seperti Presiden Soeharto dan Presiden Megawati. 

"Namun kalau berkunjung khusus ke Kantor Pusat HKBP untuk bertemu, bertatap muka dan berdialog dengan kita bersama jemaat maupun tokoh-tokoh, itu belum pernah," ucap Pdt Darwin Tobing seraya mengatakan pihaknya sedang menunggu kepastian jadwal  Presiden dari Mensesneg. (Rel/BS)
Share this article :

Post a Comment