Home » , » Cerita Kebersamaan Pendeta GKPS dari Huta Baringin Raya

Cerita Kebersamaan Pendeta GKPS dari Huta Baringin Raya

Written By Beritasimalungun on Saturday, 21 October 2017 | 20:05

BeritaSimalungun-Semalam kami berkumpul di Huta Baringin Raya, di dalam sebuah tema kebersamaan dan sukacita pengharapan. Ada beberapa hal yang kami syukuri dan doakan bersama dalam moment kebersamaan tersebut.

1. Mendoakan keberangkatan keluarga Pdt Grubert Manihuruk yang akan berangkat ke Resort Sibolga hari Selasa 24 Oktober 2017 ini. Setelah empat tahun lebih melayani di Resort Sirpang Sigodang, beliau melanjutkan pelayanannya kembali di kota berbilang kaum. Semoga semangat, keuletan, pantang menyerah dari pelayanannya selama ini semakin bersinar di tempat yang baru.

2. Kami juga berharap kiranya proses studi Pdt Erwin Saragih di Abdi Sabda, untuk proses pendanaan dan tesisnya kiranya dilancarkan agar cepat tamat dan kembali ke jemaat untuk bersama-sama melayani kembali.

3. Moment kebersamaan ini kiranya juga menjadi semangat baru kepada keluarga Pdt Juna Daniel Saragih yang berjuang dalam pelayanannya secara khusus pembangunan GKPS Damai Sejahtera, Sonom. 

Tidak mudah memberi motivasi dan optimisme dalam proses yang berat ini. Rasa pesimisme terkadang datang menghantui apalagi yang menyangkut masalah dana. Kiranya Allah sumber segala berkat, berkenan membuka hati setiap orang yang terbeban, agar kiranya proses pembangunan ini cepat selesai.

4. Kami juga mensyukuri berkat rohani yang telah diterima keluarga Pdt Renny Damanik yang telah banyak menerima proses pemurnian dan motivasi semangat baru dalam pelayanannya.

"Pulau Patmos" begitulah beliau menggambarkan tempat pelayanannya. Sesuatu yang mungkin di awal belum bisa dimengerti, tetapi dalam proses perjalanan pelayanannya, begitu banyak mutiara indah yang beliau terima. 

Salah satunya adalah, mutiara iman dalam kepolosan dan kekocakan cerita pelayanannya. Alkisah, waktu ibadah rumah tangga (partonggoan), terjadi hal di luar dugaan. 

Lagu penutup biasanya, haleluya 165 (Domma Loja Dagingkon), mungkin karena sudah terlalu larut malam, yang bertugas membawa lagu pujian mungkin sudah mulai mengantuk. 

Karena itu waktu membacakan lagu tersebut, beliau menggantinya dengan kata-kata, mandoding ma hita: podas galei, dokah tarpodom botou. 

Sontak kami yang mendengar ceritanya, tertawa terbahak-bahak. Entah benar atau tidak ceritanya, kami melihat pdt renni tetap di dalam semangat baru melayani di Pulau Patmos.

5. Kami juga berharap kiranya hikmad kebijaksanaan diberikan kepada Pdt Jhon Ricky Purba selaku Ketua BKAG Kabupaten Simalungun. 

Kiranya dibawah pimpinannya gereja-gereja yang ada di Kabupaten Simalungun dapat lebih memenuhi tugas pelayanannya. Sebagai ketua BKAG, semoga perjumpaan dan persentuhannya dengan lintas denominasi gereja, membuat semangat Oikumene dalam diri beliau semakin berwarna. Kepemimpinannya sudah mulai diuji, dirintis dan dipersiapkan oleh-Nya.

6. Sebagai keluarga baru, kami juga berharap kiranya keluarga Pdt Beth Avent, dalam moment kebersamaan ini, mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam rumah tangga mereka. Kami juga bersyukur karena nyonya beliau, baru wisuda dari proses kuliahnya.

7. Moment kebersamaan ini kiranya juga menumbuhkan motivasi dan semangat baru kepada adek-adek vikar yang kami bimbing. Jhon Muliaman Sipayung, Adelina Purba, dan Nina Meida Saragih.

Kami ingin memberi pesan, kita semua sama dan setara dalam pelayanan di gkps ini. Tidak ada hirarki. Semua hanya masalah waktu dan kesempatan saja. 

Sebagai senior, kami tidak mau memposisikan diri sebagai orang yang harus didengar, dituruti dan dihormati. Saling menghormati dan menghargai sesuai waktu dan kondisi saja. 

Ada yang baik dalam diri kami senior, silahkan ditiru, yang tidak baik, jangan ditiru. Semoga dalam proses pembentukan mereka menjadi seorang pendeta, moment kebersamaan ini selalu mereka ingat dan teruskan pada angkatan yang selanjutnya, sehingga kita bisa sama-sama melayani dalam roh kebersamaan di gereja GKPS  yang kita cintai ini.

8.Dalam moment kebersamaan semalam, walau tidak kami sampaikan secara terus terang, kami keluarga Pdt Defri Judika Purba juga sangat bersukacita. 

Tanggal 20 Oktober setiap tahunnya, selalu ada hal yang menyukacitakan kami. Apa sebab? Karena tanggal 20 Oktober-lah kami diberkati sebagai pasangan suami istri. Semalam genap sudah lima tahun rumah tangga kami. 

Selama lima tahun kami mengarungi bahtera rumah tangga, banyak hal yang membuat kami tertawa, menangis, bergumul dan berharap. Tidak mudah memahami, menerima dan menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Pertengkaran kecil masih saja terjadi di antara kami. Kadang kami saling melukai dengan ucapan kami sendiri. Tapi di atas semuanya itu, saya sangat bersyukur dengan kehadiran isteriku Nofika Frisliani Sinaga. 

Seorang istri yang jarang menuntut untuk di belikan ini itu. Istri yang supel dan ramah kepada jemaat. Istri yang sabar membuka pintu kalau saya pulang pelayanan. 

Istri yang setia menjaga anak-anak kami di rumah. Melalui karakternya yang seperti itulah, saya bisa menikmati pelayananku. Semoga cinta kita tetap cukup untuk menjalani rumah tangga ini isteriku.

9. Terakhir, dalam moment kebersamaan, kami juga berdoa agar kiranya gereja tempat kami melayani (GKPS) semakin diberkati oleh-Nya. Setiap pelayan kiranya menyadari diri dalam segala kelebihan dan keterbatasannya dalam kiprah pelayanan masing-masing. Semua kita adalah pelayan di hadapanNya karena itu Hendaklah kiranya kita bermawas diri dalam panggilan dan tohonan masing-masing.

Demikianlah rangkaian rasa syukur, harapan dan doa kami dalam moment kebersamaan yang indah. Kami mengakhirinya dengan sebuah tembang kenangan:
Kapan-kapan, kita berjumpa lagi
Kapan-kapan kita bersama lagi
Mungkin lusa atau di lain hari.

Salam Kebersamaan.Pdt Defri Judika Purba. Bahapal Raya, 21 Oktober 2017.













Share this article :

Post a Comment