. Ini Rute Alternatif ke Kawasan Danau Toba saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 | BeritaSimalungun
Home » » Ini Rute Alternatif ke Kawasan Danau Toba saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018

Ini Rute Alternatif ke Kawasan Danau Toba saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018

Written By Beritasimalungun on Saturday, 23 December 2017 | 10:57

BeritaSimalungun-Arus lalulintas selama liburan Natal hingga Tahun Baru 2018, dipastikan mengalami kemacetan. Supaya pengendara tidak terjebak di kemacetan, disarankan melintasi jalur alternatif. 

Kapolres Simalungun AKPB Marudut Liberty Panjaitan SIk didampingi Kasatlantas AKP Hendri ND Barus SIk mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rute yang akan mengurangi kemacetan terutama untuk jalur Siantar-Parapat-Tobasa dan Samosir. 

Kota wisata Parapat menjadi pusat kemacetan yang didorong meningkatnya arus balik menuju Tobasa dan Samosir. Rekayasa lalulintas, bertujuan menghindari macet dan menumpuknya kendaraan di Kota Wisata Parapat. Diminta para pengendara mengikuti jalur rekayasa yang telah ditetapkan ini demi keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam berlalu-lintas.

AKP Hendri menjelaskan, bagi masyarakat yang akan menuju pelabuhan Ajibata, dapat melalui Simpang Gideon Kabupaten Tobasa, melintas melalui Simpang Motung hingga tiba di Ajibata. Sementara bagi pengendara yang akan keluar dari pelabuhan Ajibata, dapat melalui Jalan Josep Sinaga-Jalan Merdeka. Kemudian belok ke kanan melalui Simpang Rumah Sakit bagi pengendara menuju Tobasa.
Loading...

Kemudian bagi masyarakat yang akan keluar dari pelabuhan Ajibata hendak menuju Pematangsiantar, dapat melalui Jalan Josep Sinaga-Simpang SPBU Sirait.

Untuk sebaliknya, bagi masyarakat yang datang dari Kota Pematangsiantar menuju Parapat atau Tobasa, dapat melalui Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan. 

Kemudian arah kanan menuju Parapat, sedangkan ke kiri menuju Tobasa- Ajibata- Balige- Taput. Sedangkan bagi masyarat yang datang dari Parapat menuju Pematangsiantar, dapat melalui jalan Nasional Parapat-Pematangsiantar.

Untuk mengurai lalulintas di Parapat selama liburan Natal, Sonny menjelaskan, Jalan Sisingamangaraja Parapat akan dibuat 2 lajur. Lajur pertama bagi kendaraan yang akan menuju obyek wisata Parapat sebelah kiri pengemudi. Lajur dua bagi kendaraan yang akan menuju Pematangsiantar, sebelah kanan pengemudi.

Beberapa lokasi kantong parkir yang akan dipersiapkan, diantaranya Hotel Niagara Parapat, Terminal Sosor Saba Parapat, Mess Bhayangkara, Hotel Atsari, Mapolsek Parapat dan Parapat Jaya.

Kepada masyarakat yang akan berkendara menuju Pulau Samosir, dapat menempuh perjalanan melalui jalan alternatif melalui Simpang Sibisa-Tobasa-Balige-Dolok Sanggul-Simpang Tele-Singkam-hingga tiba di Pulau Samosir. Diprediksi, jika menggunakan jalur penyeberangan Ajibata, maka antrean bisa hingga dua atu tiga hari pada puncak hari Natal dan Tahun Baru.

Lewat Jalan Ricardo Siahaan di Siantar

Sementara di Kota Siantar, rekayasa lalulintas juga dilakukan. Untuk kendaraan yang datang dari arah Jalan Medan-Jalan Sisingamangaraja menuju Parapat atau Raya, dialihkan di Simpang Rindam melalui Jalan Alga Sari- Jalan Ricardo Siahaan selanjutnya ke Jalan DI Panjaitan menuju Parapat atau Raya.

Sementara untuk pengendara dari arah Raya, langsung menuju Jalan Sisingamangaraja. Dari arah Parapat menuju inti kota atau Medan, tetap menggunakan jalur Jalan DI Panjaiatan. Polisi akan memberlakukan system buka-tutup di Simpang Dua, saat puncak kepadatan lalulintas.

Kasat Lantas Polres Siantar AKP Eridal menegaskan, pihaknya selama 24 jam akan melakukan pengamanan, demi kelancaran arus lalu lintas.

Sementara bagi pengendara yang datang dari arah Kota Medan, pihak Kepolisian telah menyediakan jalur yang akan dilewati untuk menghindari inti Kota Pematangsiantar.

“Kalau nantinya macet di Inti kota kita siapkan Jalur dari arah Jalan Rangkuta Sembiring-Tanjung Pinggir dan tembus ke Jalan Bali,” katanya. (BS)


Sumber: MetroSiantar.com
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.