}); Episode Keempat (Akhir) “Sejemput Kunjungan ke Negeri Paman Sam” | BeritaSimalungun
Home » , » Episode Keempat (Akhir) “Sejemput Kunjungan ke Negeri Paman Sam”

Episode Keempat (Akhir) “Sejemput Kunjungan ke Negeri Paman Sam”

Written By Beritasimalungun on Saturday, 31 March 2018 | 09:23

St Dasarmen Purba Pakpak SH dengan Istri Mery Kany Br Saragih dan Sahabat di Amerika Serikat. FB
BeritaSimalungun-Terakhir dari Episode ini, walaupun terasa badan 5 L, ku coba merenungkan begitu luar biasa ciptaan Tuhan. Aku melihat fakta di lapangan bahwa manusia dianugerahi kemampuan luarbiasa untuk memelihara, membentuk dan menciptakan hal-hal baru. Asal jangan manusia bermaksud menjadi setara dengan pencipta Nya.

Bahkan NKRI pun punya dasar negara yang menghargai dan wajib menjunjung tinggi isi sila pertama Pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa.


Makna kunjungan ini, sesungguhnya aku merasa semakin kecil di hadapan Tuhan dan aku berusaha untuk ikut perintah Nya. AMIN

Kami berkemas-kemas menuju Los Angeles, 5 jam perjalanan pesawat Washington-Los Angeles (LA). Ku ingat di Indonesia kepanjangan LA = Lenteng Agung. Hehehee

Sepanjang perjalanan, ku bantai tidur, untuk memulihkan tenaga. Tak terasa telah tiba di bandara LA X.

Sebelumnya suami ku menghubungi teman nya SMA Mr Ronald tinggal di LA selama puluhan tahun. Mereka buat janji, dia jemput kami esok hari.

Ku akui kekompakan mereka alumni SMA Negeri 1 Medan, sering reuni. Silih berganti jadi tuan rumah. Tahun 2015 aku sibuk sebagai isteri menjadi tuan rumah reuni di Batam.

Ku amati mereka hanya cerita-cerita “tempoe doeloe” dan aku hanya melongo jadi pendengar yang baik. Biarlah demi suami, pikir ku. Tentu suami ku pun suatu saat harus rela menyatakan demi isteri. Heheheee.

Keesokan harinya, Mr Ronald menjemput kami di Hotel. Isteri nya tak ikut karena sedang kerja. Menurut dia, yang perlu dikunjungi dan kami langsung ke tujuan :

-Beverly Hills, perumahan sangat Wah & strategis, berharga jutaan dollar. Wouw, menurut Ronald milyuner dari penjuru dunia banyak invest di sini. Katanya lagi : “Apakah mereka bahagia ?”. Dijawab nya sendiri: “Menurut hemat ku, bahagia tidak ditentukan harta berlimpah. Bagaimana jika anak2 milyuner tsb perbuatan nya menyimpang ?”.

Tanpa sadar Ronald membuat kesaksian. “Saya datang ke LA dalam posisi Nol, tidak ada apa2. Kami suami isteri kerja keras, banting tulang. Kami tahu akan tiba saatnya, memperoleh hasil dengan cara disiplin dan menabung”. Dia lanjutkan : “Kini kami (suami/isteri) bisa menikmati hidup”.

Ku anggap kesaksian spontanitas nya itu adalah oleh-oleh bagi kami yang sangat berguna. Lalu kami melanjutkan perjalanan, dia setir sendiri.

-Ke Hollywood, lambang pusat perfilman AS. Aku sempatkan photo dengan duplikat penyanyi Elvis Presley dan duplikat penyanyi Michael Jackson. Lalu pergi ke tulisan Hollywood yang terpampang besar di wilayah pebukitan.

-Kemudian kami di bawa ke Pantai Santa Monica, pantai lautan Pacific yang terhampar sangat luas. Kami juga melihat sambil photo2 pada monumen perang yang berdiri di tepi pantai dan dari jauh terlihat kibaran bendera AS.

Kami sengaja hari itu memisahkan diri dari rombongan. Agar tercipta reuni kecil2an. Lagi2 reuni. Heheheee

Ku sudahi kisah ini dengan segala kerendahan hati mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Ku ucapkan terimakasih kepada sahabat FB yang baik hati. Selalu setia memberi like, komentar maupun sebagai pembaca yang budiman. Salam ku dari LA. πŸ‡ΊπŸ‡ΈπŸ‡ΊπŸ‡Έ
Oh ya, hampir lupa sang suami ikut juga tumpang salam. Bye Bye.

Sumber: FB Meri Kany


































Share this article :

Post a Comment