. Editorial MI: Investigasi Tragedi Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , , , » Editorial MI: Investigasi Tragedi Danau Toba

Editorial MI: Investigasi Tragedi Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Thursday, 21 June 2018 | 08:18

Sejenis KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba Jalur Simanindo Samosir-Tigaras Simalungun.FB
BeritaSimalungun-KEUTAMAAN dalam pelayaran ialah kepatuhan mutlak pada standar keselamatan. Standar itu sering diabaikan dengan kesadaran penuh hanya untuk mengejar untung, tapi penumpang buntung.

Standar keselamatan pelayaran sudah sangat apik dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2016 tentang Daftar Penumpang dan Kendaraan Angkutan Penyeberangan.

Setiap kapal yang berlayar wajib memiliki daftar penumpang atau manifes. Daftar penumpang itu menjadi tanggung jawab nakhoda sebagai dasar dikeluarkannya surat persetujuan berlayar dari syahbandar.

Ketentuan terkait dengan manifes itu paling sering dilanggar. Akibatnya, pada saat terjadi kecelakaan, baru ketahuan jumlah penumpang jauh melebihi kapasitas kapal.

Dugaan pelanggaran soal manifes itulah yang terkuak dari kasus kapal motor Sinar Bangun yang tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun pada Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.15 WIB.

Kesaksian penumpang yang selamat menyebutkan kapal kayu itu kerap dioperasikan membawa manusia dan kendaraan roda dua untuk menyeberangi Danau Toba. Biasanya, penumpang membayar ongkos di saat kapal sudah berlayar.

Ketiadaan manifes itulah yang menyebabkan jumlah penumpang yang diangkut KM Sinar Bangun berubah-ubah. Semula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samosir menyebut kapal itu mengangkut 80 penumpang.

Selang beberapa waktu kemudian, posko penanganan korban di Pelabuhan Tigaras mendapat laporan dari keluarga, sebanyak 147 orang hilang. Di posko Pelabuhan Simanindo tercatat 108 orang hilang. Pihak kepolisian menduga ada laporan ganda sehingga untuk sementara korban hilang sekitar 200 orang.

Harus tegas dikatakan bahwa KM Sinar Bangun memuat penumpang melebihi kemampuannya yang cuma 43 orang. Itulah sebabnya kapal itu hanya memiliki 45 jaket pelampung.

Meski demikian, kelebihan penumpang bukanlah faktor tunggal kecelakaan karena saat dalam perjalanan hujan deras turun disertai angin kencang dan petir. Tidak hanya itu, tinggi gelombang dilaporkan mencapai 2 meter.

Terlepas dari penyebab kecelakaan, kewajiban pembuatan dokumen muatan kapal berupa daftar penumpang dan kendaraan sesungguhnya dalam kerangka mewujudkan keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran transportasi penyeberangan.

Jika benar informasi bahwa penumpang KM Sinar Bangun membayar ongkos di dalam saat kapal sudah berlayar, itu artinya pelanggaran soal manifes sudah berlangsung lama dan terus-menerus dilestarikan.

Pertanyaan paling penting yang perlu segera dijawab ialah mengapa pelanggaran itu dibiarkan? Bukankah dalam peraturan menteri perhubungan itu disebutkan pengawasan soal manifes dilakukan direktur jenderal, dalam hal ini dilaksanakan otoritas pelabuhan penyeberangan atau unit pelaksana teknis pelabuhan penyeberangan?

Harus diingatkan bahwa peraturan itu dibuat bukan untuk gagah-gagahan, melainkan untuk dilaksanakan. Karena itulah, sudah sepatutnya dilakukan investigasi menyeluruh terkait dengan pelanggaran di bidang pelayaran.

Investigasi itu bukan semata-mata bertujuan mencari pihak yang paling bertanggung jawab atas keteledoran tenggelamnya KM Sinar Bangun. Jauh lebih penting lagi ialah hasil investigasi itu dipakai untuk memperbaiki transportasi penyeberangan di Danau Toba yang sudah ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata.

Sudah sepantasnya dan selayaknya pelayaran di Danau Toba menjanjikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan. Jika tidak mau terulang tragedi kemanusiaan di daerah pariwisata itu, pelanggaran sekecil apa pun tak bisa ditoleransi.(*)


Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.